Posts Written On December 2014

Roller Coaster 2014

 

Tulisan ini dibuat oleh saya sambil terus-menerus melihat, membaca, dan mengamati tragedi yang menimpa pesawat Air Asia QZ8501. Peristiwa tragis yang menyedihkan di akhir tahun. Iya, saya sangat tahu bagaimana perasaan mereka, para keluarga, saudara, kerabat, dan teman penumpang yang menjadi korban dalam tragedi itu. Harapan mereka melihat orang yang dicintai pulang dengan selamat setelah merayakan tahun baru pasti hancur sudah. Yang bersisa tinggal kesedihan dan keterpurukan.

Hidup memang tidak dapat diterka. Allah punya agenda dan jalan cerita sendiri atas hidup setiap orang. Kadang berjalan mulus dan kadang seperti roller coaster, harus meliuk-liuk. Ini mungkin yang dialami banyak orang di tahun 2014. Mungkin dialami bangsa Indonesia, para keluarga korban Air Asia QZ8501, dan juga saya pada 2014 ini.

Continue Reading
0 Comments

What They Don’t Talk About When They Talk About Marriage

 

Bukan, ini bukan judul sekuel film Mouly Surya, What They Don’t Talk About When They Talk About Love(Apa yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta). Memang judulnya terinspirasi dari film itu, semoga yang empunya film tidak marah 😀 What They Don’t Talk About When They Talk About Marriage (apa yang tidak dibicarakan ketika membicarakan pernikahan) bermula saat kontrol nifas terakhir saya di dokter kandungan dengan kondisi ASI yang masih saja keluar dan dokter kandungan saya, dr Arman bertanya

“Kamu pernah minum pil KB, Wi?”

Saya cuma menggeleng sambil nyengir tapi dalam hati bilang “It sounds ibuk-ibuk banget” atau “Itu kan obat yang sering emak gue minum.”

Continue Reading
0 Comments

Selamat Hari Ibu dari Surga

 

Hari ini seharusnya kamu masih berada di perutku. Hari ini seharusnya kamu masih bergerak-gerak dalam perutku. Hari ini seharusnya kamu berumur 30 minggu 3 hari di perutku. Hari ini seharusnya aku tinggal menunggu 67 hari untuk bertemu kamu, melihat wajahmu, mendengar tangisanmu. Tapi hari ini aku mendapati kenyataan bahwa kamu sudah nyaman di surga, Azka. Sangat nyaman dan bahagia.

Hari ini satu tahun kemudian seharusnya aku sudah bisa mendengar suaramu. Hari ini satu tahun kemudian seharusnya aku sudah bisa melihat bibir mungilmu mengucap “ma…ma..” atau “bu…bu…”. Tapi kamu sudah memilih tidur panjang dan terlelap dalam surga. Seharusnya…dan terus seharusnya. Tapi ternyata hidup bukan kita yang menentukan ya, Azka.

Continue Reading
1 Comment

Berbagi Kesedihan, Berbagi Bahu, Berbagi Kesabaran

 

Beberapa waktu yang lalu, saya sengaja bertemu teman sekantor yang juga sedang dirundung kesedihan. Ya, kami sama-sama bersedih. Kami sama-sama baru kehilangan sesuatu. Kami sama-sama baru mengalami kegagalan. Saya gagal memiliki anak dan ia gagal menikah. Saya gagal menjadi ibu dan ia gagal menjadi istri. Kami sama-sama merasakan kepahitan. Kami sama-sama merasakan kehancuran.

Sedih? Pasti. Ia bisa merasakan kesedihan saya ditinggal Azka tiba-tiba tanpa pesan. Dan saya bisa merasakan kesedihannya. Kesedihan ketika hari pernikahan yang tinggal menghitung hari kandas begitu saja. Kesedihan saat semua yang telah dipersiapkan untuk menikah hilang begitu saja di depan mata hanya karena sang kekasih dengan entengnya mengucapkan “selama ini ternyata aku nggak cinta kamu”.

Continue Reading
0 Comments