Posts Written By ratnadewi

What They Don’t Talk About When They Talk About Marriage

pernikahan

 

Bukan, ini bukan judul sekuel film Mouly Surya, What They Don’t Talk About When They Talk About Love(Apa yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta). Memang judulnya terinspirasi dari film itu, semoga yang empunya film tidak marah 😀 What They Don’t Talk About When They Talk About Marriage (apa yang tidak dibicarakan ketika membicarakan pernikahan) bermula saat kontrol nifas terakhir saya di dokter kandungan dengan kondisi ASI yang masih saja keluar dan dokter kandungan saya, dr Arman bertanya

“Kamu pernah minum pil KB, Wi?”

Saya cuma menggeleng sambil nyengir tapi dalam hati bilang “It sounds ibuk-ibuk banget” atau “Itu kan obat yang sering emak gue minum.”

Continue Reading
0 Comments

Selamat Hari Ibu dari Surga

mother

 

Hari ini seharusnya kamu masih berada di perutku. Hari ini seharusnya kamu masih bergerak-gerak dalam perutku. Hari ini seharusnya kamu berumur 30 minggu 3 hari di perutku. Hari ini seharusnya aku tinggal menunggu 67 hari untuk bertemu kamu, melihat wajahmu, mendengar tangisanmu. Tapi hari ini aku mendapati kenyataan bahwa kamu sudah nyaman di surga, Azka. Sangat nyaman dan bahagia.

Hari ini satu tahun kemudian seharusnya aku sudah bisa mendengar suaramu. Hari ini satu tahun kemudian seharusnya aku sudah bisa melihat bibir mungilmu mengucap “ma…ma..” atau “bu…bu…”. Tapi kamu sudah memilih tidur panjang dan terlelap dalam surga. Seharusnya…dan terus seharusnya. Tapi ternyata hidup bukan kita yang menentukan ya, Azka.

Continue Reading
1 Comment

Berbagi Kesedihan, Berbagi Bahu, Berbagi Kesabaran

hopeless

 

Beberapa waktu yang lalu, saya sengaja bertemu teman sekantor yang juga sedang dirundung kesedihan. Ya, kami sama-sama bersedih. Kami sama-sama baru kehilangan sesuatu. Kami sama-sama baru mengalami kegagalan. Saya gagal memiliki anak dan ia gagal menikah. Saya gagal menjadi ibu dan ia gagal menjadi istri. Kami sama-sama merasakan kepahitan. Kami sama-sama merasakan kehancuran.

Sedih? Pasti. Ia bisa merasakan kesedihan saya ditinggal Azka tiba-tiba tanpa pesan. Dan saya bisa merasakan kesedihannya. Kesedihan ketika hari pernikahan yang tinggal menghitung hari kandas begitu saja. Kesedihan saat semua yang telah dipersiapkan untuk menikah hilang begitu saja di depan mata hanya karena sang kekasih dengan entengnya mengucapkan “selama ini ternyata aku nggak cinta kamu”.

Continue Reading
0 Comments

Sendiri

sendiri

 

Hidup kadang disadari atau tidak penuh dengan drama. Atau terkadang seperti sinetron. Begitulah hidupku akhir-akhir ini. Ya, penuh dengan drama dan air mata.

Setelah Azka pergi, hal yang paling terasa adalah kesendirian. Iya sendiri, menyadari bahwa aku sudah tidak bersama Azka lagi itu pahit. Sendiri, hampa, sepi. Dan drama itu dimulai ketika aku mendapatkan cuti tiga bulan. Tiga bulan, mungkin waktu yang begitu sempit untuk seorang ibu cuti melahirkan. Iya, cuti melahirkan anak yang selamat. Sementara aku? Cuti melahirkan anak yang telah tak bernyawa.

Continue Reading
0 Comments

Ketika Perkara Hamil Menjadi Rumit

moms and the city

 

Dulu dokter kandungan saya pernah bilang, hamil itu anugerah tapi nggak ada hamil yang mudah. Yap, kalau bisa saya menambahkan, menikah dan hamil bukanlah perkara yang mudah. Jadi, buat yang sedang galau karena tak kunjung menikah, nikmatilah! Karena ketika menikah, hal itu bukanlah menjadi perkara yang mudah dan serta merta masalah menjadi selesai. Faktanya, welcome to the jungle.

Continue Reading
1 Comment