Posts Written By ratnadewi

We Love You, Adik… (Part 1)

Kami memanggilnya Adik. Dia hadiah yang diberikan Tuhan untuk ulang tahun pernikahan kami yang kedua. Dia hanya titik yang sangat keciiil dalam perutku yang ditandai oleh dua garis positif dalam testpack. Iya, ini adalah adik Azka. Makanya kami menyebutnya Adik.

Aku tak pernah membayangkan secepat ini bertemu Adik. Adik memang direncanakan kehadirannya, tapi kami tak menyangka kalau kemunculannya akan sama dengan Kakak Azka, sebelum bulan puasa. Aku sempat tak percaya karena di tengah terapi hormon prolaktin yang masih tinggi, aku tak merasakan gejala kehamilan apapun selain mual muntah. Tapi mual muntah toh hal yang biasa ketika terapi prolaktin karena efek obat caberlin memang seperti itu. Tapi kata suamiku ini beda.

Continue Reading
0 Comments

2nd Anniversary

Dua tahun yang lalu, tepat di tanggal ini, kamu berjanji pada Tuhan dan orang tuaku untuk mencintaiku, untuk selalu menjagaku. Dua tahun yang lalu, tepat di tanggal ini pula, aku berjanji memberikan seluruh hidupku padamu, mematuhimu.

Dear husband, 16 tahun mengenalmu, empat tahun berpacaran denganmu, dan dua tahun mengarungi rumah tangga bersamamu, terima kasih, aku bahagia. Walau hidup terasa berat beberapa waktu terakhir ini, tapi ingatlah bahwa kita akan terus melangkah bersama. Dua tahun bukanlah apa-apa. dan semua akan terasa ringan saat kita bersama.

Continue Reading
0 Comments

Tentang Ojek Pangkalan vs Gojek Part Ke Sekian

Waaah lagi rame ya perbincangan soal ojek pangkalan vs Gojek karena ada postingan yang bilang abang ojek pangkalan membully abang Gojek. Yang akhirnya berujung pada para netizen atau pencinta Gojek yang membully abang ojek pangkalan. Yah bully-bullyan juga donk ujungnya. Kalo gitu apa bedanya kamu yang membully sama abang tukang ojek pangkalan? Sama-sama tukang bully. Padahal Bulan Ramadhan lho ini, yuk ah fokus ibadah aja.

Saya jadi tergelitik pengen nulis juga kan tentang abang ojek pangkalan vs Gojek. Bukan, ini bukan tulisan yang ditulis dengan sudut pandang antropologis, sosiologis, atau bisnis seperti yang sudah-sudah. Ini dari sudut pandang saya aja, sebagai orang yang ketergantungan sama tukang ojek buat mobilitas kemana-mana.

Continue Reading
0 Comments

Tidak ada yang mengalahkan rasa sakit duka orang tua yang menguburkan anaknya yang pergi lebih dulu daripada mereka.

-Fanni Imaniar’s Mom-

0 Comments

Coba Lagi

Aku datang lagi ke tempat ini, ada lagi di tempat ini dan rasanya seperti dejavu. Iya, aku kembali lagi ke Klinik Yasmin, ke RSCM Kencana, bertemu lagi dengan dr Budi setelah empat butir caberline habis dalam waktu empat minggu. Ini rasanya seperti dulu saat aku program hamil pertama. Dulu, di kesempatan ini aku diberi surprise hamil Azka. Dan sekarang? Entahlah, sepertinya kemungkinannya sangat tipis.

Aku menatap sudut-sudut ruang tunggu. Masih sama, berbagai ekspresi wajah pasangan hadir disana. Dari yang harap-harap cemas, kecewa, hingga bahagia karena program hamilnya sukses. Oh, aku rasanya ingin seperti yang terakhir. Ingin seperti setahun lalu dimana dr Budi bilang bahwa aku hamil. Aku bisa hamil.

Continue Reading
0 Comments