Posts Written By ratnadewi

Selamat Satu Bulan, Azka

Dear Azka di surga,

Tepat sebulan yang lalu, kamu ‘dilahirkan’. Bagaimana satu bulan di surga, Nak? Pasti jauh lebih menyenangkan. Pasti jauh lebih indah ya? Ah, kamu pasti bisa melihat ibu dari sana, sambil bermain sama bidadari-bidadari cantik di surga. Iya, tepat tanggal 8 ini kamu sudah satu bulan. Angka yang sama, 8, angka yang ibu suka. Angka yang selalu mengingatkan ibu ketika dulu jadian sama ayah. Tapi ketika mengingat angka 8 dan kamu, perih sekali rasanya hati ibu.

Satu bulan setelah kamu tiada, banyak yang berubah. Ibu masih terus mencoba berdamai dengan hati. Masih terus mencoba berdamai dengan situasi dan kenyataan. Masih menganga luka dan perih itu, yang tidak sebanding dengan sakitnya ketika melahirkan kamu. Ibu masih mencoba tidak menangis ketika sendiri. Tidak menangis ketika mengingat kamu. Tidak menangis ketika memandangi fotomu di hp. Tidak menangis ketika mengingat segalanya tentang kamu. Tapi susah sekali, Azka.

Continue Reading
0 Comments

Azka dan Dede Cantik di Surga

Dear Azka di surga,

Hari ini ibu dapat kabar dari saudara ayah ada yang IUFD juga. Hampir sama dengan kamu, Nak, terlilit tali pusar. Ah, ibu bisa merasakannya. Iya hancur, merasakan sedih dan hilang harapan. Apalagi ini bayi pertama yang dinantikan sejak lama. Sama seperti ibu dan ayah waktu itu. Ibu seperti dejavu. Ibu bisa merasakan apa yang orang tuanya rasakan. Hancur dan kehilangan harapan. Ibu bisa merasakan ibunya yang kesepian, melahirkan tanpa tangisan. Tak ada tebusan atas rasa sakit yang mendera.

Hari ini, Sabtu ini pasti menjadi Sabtu yang kelabu. Sama seperti ibu empat minggu yang lalu. Iya, kemudian ibu menjadi benci dengan hari Sabtu ketika mengingatnya. Merasakan kesendirian dan hampa. Mengingat lagi kamu, Azka. Mengingat ibu berjuang sendiri hanya dengan obat-obatan tanpa ditemani tangismu. Ibu merasa ada yang hilang. Selalu merasa kehilangan.

Continue Reading
0 Comments

Aku nikah sama kamu kan bukan karena cuma pengen punya anak dari kamu

Kurniawan Aji Saputra, suatu hari di tengah keputusasaan
0 Comments

Guru

Terima kasih untuk segala hal yang telah diajarkan…

Terima kasih telah mengajarkan bertahan dalam kesedihan, berdiri dalam kepahitan. Terima kasih telah mengajarkan tegar, selalu bersyukur dalam keadaan tersungkur. Terima kasih telah mengajarkan hikmah dalam setiap musibah.

Continue Reading
0 Comments