Book Review: Pelajaran Meniti “Rumah Tangga”

Bagaimana mungkin seorang suami bisa merendahkan istrinya? Demi cinta dan kebahagiaan keluarga, para istri mengorbankan apa pun saja termasuk karier dan rasa percaya dirinya. Bukankah tak ada satu pun dari suami yang bisa memastikan istrinya, bila diberi kesempatan yang sama, tak akan lebih sukses darinya? Para istri bukanlah “pelayan” suami, jangan rendahkan mereka. Karena keagungannya, mereka merendahkan diri dan hatinya untuk dengan rela melayani suami atas nama cinta.

 

Itu penggalan tulisan yang paling saya suka dari buku Rumah Tangga karya Fahd Pahdepie. Tulisan itu bisa ditemukan di halaman 98 buku ini. Dan masih banyak tulisan, paragraf, atau pun kutipan lain yang saya suka dari buku ini. Satu kata, memotivasi.

Rizqa Abidin pastilah jadi orang yang sangat bangga dan bersyukur. Namanya hampir selalu disebut di setiap lembar-per lembar buku. Namanya selalu diagungkan oleh sang penulis yang juga suaminya sendiri. Pun dengan penulis yang mengungkapkan betapa totalitasnya seorang Rizqa untuk menjadi istri sekaligus seorang ibu.

Membaca buku ini, bukan cuma membaca ‘curhatan’ seorang Fahd Pahdepie, tetapi secara tidak sadar akan terefleksi kepada diri sendiri khususnya bagi mereka yang sudah menikah. Ditambah buaian kata-kata manis nan romantis yang dituliskan Fahd Pahdepie. Ahhh Rizqa pastinya meleleh dibuatnya atau eehhh malah sudah terlalu terbiasa, hehe. Tapi dari cerita-ceritanya, kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting tentang pernikahan, suami istri, rumah tangga, dan keluarga juga tentang hubungan anak dan ayah

Inspiratif. Itu kesan saya tentang buku ini. Selain itu, karena saya memang suka tulisan-tulisan Fahd Pahdepie yang sering dituliskan di akun Tumblr-nya, atau bahkan yang sering di-share orang-orang di Facebook. Tak hanya itu, saya pencinta berbagai quotes dari Fahd Pahdepie. Maka tak jarang, saya suka posting quotes-quotesnya di Path, menyejukkan.

Berbagai cerita tentang rumah tangga (yang sebagian besar adalah cerita rumah tangga penulis) dituangkan disini. Bab yang paling saya suka adalah ‘Suami yang Paling Menyejukan Hati’. Kenapa saya suka? Saya kagum dengan keromantisan Baginda Nabi Muhammad pada Aisyah. Hal-hal romantis yang dilakukan lewat perilaku-perilaku sepele. Saya merinding membacanya. Padahal ceritanya sangat sederhana.

Membaca buku ini seperti membaca tulisan di Tumblr Fahd Pahdepie yang saya ikuti. Saya sih berharap lebih, mungkin next book ditambah lagi cerita yang tidak hanya ‘memindahkan’ postingan Tumblr ke dalam sebuah buku. Karena sebagai pengagum tulisannya, saya berharap lebih nih. Dan pesan juga agar jangan banyak typo di bukunya biar membacanya ngga begitu terganggu.

But, so far bukunya oke dan inspiratif. Pas buat saya yang akhir-akhir ini harus selalu disiram dengan bacaan-bacaan yang menyejukan hati.

 

-jawzq-

0 Comments
Previous Post
Next Post