Begini Cara Membuat SKBN di RSUP Fatmawati dan RSUD Tarakan

Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) saat ini sudah jadi persyaratan wajib yang harus diikutsertakan buat mendaftar sesuatu seperti beasiswa ke luar negeri atau masuk ke perguruan tinggi baik itu negeri atau swasta. Hal ini juga saya tahu setelah banyak googling. Soalnya, zaman saya masuk kuliah belum ada persyaratan mengikutsertakan SKBN saat daftar ulang.

Saya tahu tentang SKBN juga pas mau mengantar adik saya, Dodo yang mau daftar ulang kuliah di salah satu PTN di Jakarta. Kayaknya memang sekarang sudah banyak perguruan tinggi yang mensyaratkan SKBN dalam pendaftaran mahasiswa barunya. Terbukti, pas saya antar Dodo ada beberapa orang yang juga tes narkoba untuk keperluan kuliah.

Buat mendapatkan SKBN biasanya pihak universitas atau lembaga nggak sembarang merekomendasikan rumah sakit untuk tes narkoba. Rumah sakit yang direkomendasikan biasanya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) atau rumah sakit milik pemerintah. Kalau di Jakarta, ada beberapa rumah sakit yang bisa jadi rujukan untuk tes narkoba di antaranya RSUD Tarakan, RSUD Koja, RSUD Budhi Asih, RSUD Pasar Rebo, RSCM, RSUP Fatmawati, RSKO, RS Polri, dll. Tips sebelum tes narkoba adalah istirahat cukup dan jangan minum obat apapun sebelum tes karena ditakutkan bisa memengaruhi hasil tesnya.

Tes Narkoba di RSUP Fatmawati

Karena Dodo keterima di PTN di daerah Pondok Labu, akhirnya kami tes narkoba di RSUP Fatmawati yang searah kampus dengan harapan setelah tes narkoba bisa langsung cuss daftar ulang. Berbekal googling dulu malam sebelumnya, akhirnya saya datang lebih awal karena loket pendaftaran tes narkoba di RSUP Fatmawati cuma sampai jam 11.00.

ruang tunggu bagian Medical Check Up di RSUP Fatmawati
ruang tunggu Medical Check Up di RSUP Fatmawati

Kami pun sampai di RSUP Fatmawati sekitar pukul 09.30. Tes narkoba atau bikin SKBN di RSUP Fatmawati adanya di Gedung Bougenville bagian Medical Check Up. Gedung Bougenville letaknya di bagian belakang RSUP Fatmawati, gedungnya masih baru. Masuk saja Gedung Bougenville dan cuma bilang mau tes narkoba biasanya satpam sudah tahu dan diarahkan ke ruangan Medical Check Up. Nah, biar runtut, nih saya jelasin poin per poin Dodo tes narkoba di RSUP Fatmawati:

  • Sampai di ruangan MCU, langsung saja ke loket dan bilang mau tes narkoba. Petugas biasanya bertanya kepentingan tes narkoba untuk apa dan jawab saja keperluannya misal untuk daftar kuliah.
  • Petugas akan memberikan formulir yang harus diisi dengan beberapa kelengkapan data diri.
  • Setelah formulir diisi, dikembalikan pada petugas di loket pendaftaran kemudian membayar biaya tes sebesar Rp 292.000. Jangan lupa simpan baik-baik tanda pembayaran berwarna putih untuk bukti saat pengambilan hasil tes urine.
  • Setelah membayar, pasien menunggu untuk dipanggil ke ruangan tes. Beruntung, saat itu yang mau tes narkoba cuma sedikit jadi Dodo nggak begitu lama menunggu. Soalnya ruang tunggunya juga dingin banget. Saya dan suami yang nganterin nggak kuat sampai akhirnya kami pun keluar ruang tunggu MCU saking dinginnya.
  • Masuk ke ruangan tes, wawancara sebentar. Pertanyaannya simpel kok cuma ditanya tes narkoba untuk apa sama keterima kuliah dimana. Setelah itu ke kamar mandi buat tampung urine dan kembali lagi ke ruangan dokternya buat meletakkan urine yang sudah ditampung.
  • Selesai deh prosesnya. Tes urine di RSUPN Fatmawati hasilnya bisa diambil satu hari setelahnya di atas pukul 13.00.

Oh ya, sampai saat ini (sampai saya nulis tulisan ini) hasil tesnya belum diambil. Terrnyata tempat kuliah Dodo nggak menerima SKBN dari RSUP Fatmawati karena yang diterima cuma SKBN hasil dari RSUD, huhuhu. Jadilah harus tes narkoba ulang di RSUD dan kebuanglah itu Rp 292.000, hiks. Tapi ngga apa-apalah, anggap aja punya pengalaman baru. Trus hasil tesnya gimana donk? Nggak diambil? Ya diambil lah, tapi santai. Ntar aja nunggu santai sekalian Dodo berangkat ke arah kampus. Soalnya sayang juga kalau nggak diambil, kan udah tes mahal-mahal. Nanti kalau sudah diambil, postingannya di-update lagi ya.

Tes Narkoba di RSUD Tarakan

Setelah fix nggak boleh pakai SKBN dari RSUP Fatmawati akhirnya saya bimbo, bimbang bo. Bingung mau tes dimana. Yang pasti, saya pilih lokasi RSUD yang terdekat, kendaraan menuju ke lokasi gampang, dan saya tahu daerahnya jadi kalaupun nyasar saya nggak gagap-gagap amat. Ada 3 RSUD yang jadi pilihan yaitu RSUD Tarakan, RSUD Tangerang Selatan, atau RSUD Budhi Asih.

Akhirnya, saya pilih RSUD Tarakan aja. Buat menuju kesana, saya naik KRL ke Tanah Abang dan habis itu disambung metromini M10 dari lampu merah bawah flyover Jatibaru. Saya dan Dodo berangkat dari rumah jam 08.30 dan sampai RSUD Tarakan jam 10.30. Awalnya saya ragu karena sudah siang. Tahu sendiri, RSUD kan biasanya dari subuh juga sudah antri. Saya juga sedih kalau harus ke RSUD soalnya liat orang sakitnya terpampang nyata di depan mata saat lewat lorong atau lift rumah sakit. Tapi akhirnya saya beranikan diri.

Sampai RSUD Tarakan saya tanya tempat medical check up dan tes narkoba dimana sama security. Jujur, info yang saya dapat dari browsing tentang membuat SKBN di RSUD Tarakan memang sedikit. Kebanyakan penulis membagi pengalaman tes narkoba di RSUP Fatmawati. Security pun memberitahukan kami kalau untuk tes narkoba tempatnya ada di Poli Cendana. Gedungnya, di bagian paling belakang RSUD Tarakan. Jadi, dari lobby rumah sakit saya naik lift ke lantai 2, dilanjut jalan melewati skybridge sampai ke belakang dan naik lift lagi ke lantai 3.

loket pendaftaran di Puri Cendana, RSUD Tarakan
loket pendaftaran di Puri Cendana, RSUD Tarakan

Sampai di lantai 3 saya tanya sama petugas. Ternyata kami harus daftar dulu. Pendaftaran dibuka dari pukul 07.00-12.00. Fiuhhh, untung belum tutup padahal saya udah nothing to loose. Kalau sudah tutup ya besok datang lagi. Buat lebih runtut seperti langkah tes narkoba di RSUP Fatmawati, saya jabarkan ya poin-poinnya:

  • Mendaftar di Poli Cendana RSUD Tarakan. Petugas akan meminta menunjukan KTP dan menanyakan tujuan tes narkoba. Lalu petugas akan mengisi data diri dan memprosesnya. Selanjutnya, pasien akan diberi kartu pendaftaran.
  • Kertas pendaftaran dibawa ke ruangan medical check up. Selanjutnya, akan ditanya tujuan melakukan tes narkoba untuk apa dan kuliah dimana. Kemudian petugas akan menyuruh kita membayar terlebih dahulu di kasir Poli Cendana.
  • Membayar biaya test di kasir Poli Cendana yang letaknya di belakang tempat pendaftaran. Biayanya Rp 270.000, lebih murah dari tes narkoba di RSUP Fatmawati, dengan rincian sebagai berikut:
    • Konsultasi dokter umum Rp 10.000
    • Karcis Medical Check Up Rp 5.000
    • Surat Keterangan Narkoba Rp 5.000
    • Opiat (Morfin Urin) Rp 50.000
    • Amphetamin (Amphetamin Urin) Rp 50.000
    • Β Cannabis (THC Urin) Rp 50.000
    • Benzodaizepin (BZD Urin) Rp 50.000
    • Heroin (Cocain Urin) Rp 50.000
  • Setelah selesai pembayaran langsung masuk ke ruangan dokter di ruang laboratorium jika tidak ada pasien di dalam buat mengambil wadah penampung urine.
  • Menampung urine yang diperuntukan buat tes lalu letakkan di tempat yang telah disediakan di depan ruang laboratorium.
  • Menunggu SKBN jadi. Di RSUD Tarakan, SKBN bisa jadi dalam satu hari dan biasanya diambil setelah jam 12.00 siang di ruang medical check up.

Setelah sempat makan siang dan sholat, pada pukul 12.20 kami ke ruangan medical check up kembali dan surat keterangan narkoba-nya sudah jadi, yeeaayyy. Pas diliat hasilnya, semuanya negatif alias bebas narkoba. Akhirnya, kami pun bisa pulang cepat ke rumah. Buat yang mau bikin SKBN, semoga info ini bermanfaat ya.

 

ratna dewi

31 Comments
Previous Post
Next Post