Browsing Category Kehamilan

Pertanyaan

 

Hidup memang tidak bisa jauh-jauh dari pertanyaan. Bahkan terkadang pertanyaan yang membuat hidup semakin penuh tekanan. Beberapa hari yang lalu seorang teman curhat kepada saya tentang betapa tertekannya dia yang berulang kali ditanya “Sudah isi belum?” atau “Sudah hamil belum?” padahal pernikahannya baru beberapa bulan. “Ngga lagi-lagi tanya begitu deh sama orang yang udah nikah,” begitu katanya setelah merasakan sendiri. Nah kan…

Continue Reading
0 Comments

What They Don’t Talk About When They Talk About Marriage

 

Bukan, ini bukan judul sekuel film Mouly Surya, What They Don’t Talk About When They Talk About Love(Apa yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta). Memang judulnya terinspirasi dari film itu, semoga yang empunya film tidak marah 😀 What They Don’t Talk About When They Talk About Marriage (apa yang tidak dibicarakan ketika membicarakan pernikahan) bermula saat kontrol nifas terakhir saya di dokter kandungan dengan kondisi ASI yang masih saja keluar dan dokter kandungan saya, dr Arman bertanya

“Kamu pernah minum pil KB, Wi?”

Saya cuma menggeleng sambil nyengir tapi dalam hati bilang “It sounds ibuk-ibuk banget” atau “Itu kan obat yang sering emak gue minum.”

Continue Reading
0 Comments

Ketika Perkara Hamil Menjadi Rumit

 

Dulu dokter kandungan saya pernah bilang, hamil itu anugerah tapi nggak ada hamil yang mudah. Yap, kalau bisa saya menambahkan, menikah dan hamil bukanlah perkara yang mudah. Jadi, buat yang sedang galau karena tak kunjung menikah, nikmatilah! Karena ketika menikah, hal itu bukanlah menjadi perkara yang mudah dan serta merta masalah menjadi selesai. Faktanya, welcome to the jungle.

Continue Reading
1 Comment

Selamat Satu Bulan, Azka

Dear Azka di surga,

Tepat sebulan yang lalu, kamu ‘dilahirkan’. Bagaimana satu bulan di surga, Nak? Pasti jauh lebih menyenangkan. Pasti jauh lebih indah ya? Ah, kamu pasti bisa melihat ibu dari sana, sambil bermain sama bidadari-bidadari cantik di surga. Iya, tepat tanggal 8 ini kamu sudah satu bulan. Angka yang sama, 8, angka yang ibu suka. Angka yang selalu mengingatkan ibu ketika dulu jadian sama ayah. Tapi ketika mengingat angka 8 dan kamu, perih sekali rasanya hati ibu.

Satu bulan setelah kamu tiada, banyak yang berubah. Ibu masih terus mencoba berdamai dengan hati. Masih terus mencoba berdamai dengan situasi dan kenyataan. Masih menganga luka dan perih itu, yang tidak sebanding dengan sakitnya ketika melahirkan kamu. Ibu masih mencoba tidak menangis ketika sendiri. Tidak menangis ketika mengingat kamu. Tidak menangis ketika memandangi fotomu di hp. Tidak menangis ketika mengingat segalanya tentang kamu. Tapi susah sekali, Azka.

Continue Reading
0 Comments

Balada ASI

Yang paling menyedihkan dari ibu pasca-IUFD adalah tentang asi. Ya asi, air susu ibu atau aku sering memelesetkannya jadi Azka sayang ibu. Di saat banyak kaum ibu di luar sana bekerja keras sekuat tenaga untuk memerah asinya, tapi aku justru membuangnya. Membendungnya agar jangan terus menerus keluar.

Pascamelahirkan pasti diikuti oleh keluarnya asi. Walaupun baru enam bulan usia kandungan, tapi ternyata asi sudah mulai keluar. Rasanya sakit, sakit sekali. Payudara bengkak dan kencang. Lebih sakit lagi karena air susu yang melimpah tapi tak ada bayi yang menyusunya, yang seharusnya membutuhkannya.

Continue Reading
0 Comments