Browsing Category Kesehatan

We Love You, Adik… (Part 2)

Semenjak kehadiran Adik, kami pun tidak lantas mengabarkannya kepada semua orang. Kami gembira, sangat gembira, tapi kegembiraan kami diliputi ketakutan. Kegembiraan kami bercampur stres. Kami takut terjadi apa-apa dengan Adik sebelum waktunya lahir.

Aku sengaja tidak memberitahukan hal ini pada siapapun, termasuk pada teman-teman terdekatku. Padahal mulut ini sudah gatal ingin berbagi kebahagiaan. Tapi suamiku melarangnya.

Continue Reading
0 Comments

We Love You, Adik… (Part 1)

Kami memanggilnya Adik. Dia hadiah yang diberikan Tuhan untuk ulang tahun pernikahan kami yang kedua. Dia hanya titik yang sangat keciiil dalam perutku yang ditandai oleh dua garis positif dalam testpack. Iya, ini adalah adik Azka. Makanya kami menyebutnya Adik.

Aku tak pernah membayangkan secepat ini bertemu Adik. Adik memang direncanakan kehadirannya, tapi kami tak menyangka kalau kemunculannya akan sama dengan Kakak Azka, sebelum bulan puasa. Aku sempat tak percaya karena di tengah terapi hormon prolaktin yang masih tinggi, aku tak merasakan gejala kehamilan apapun selain mual muntah. Tapi mual muntah toh hal yang biasa ketika terapi prolaktin karena efek obat caberlin memang seperti itu. Tapi kata suamiku ini beda.

Continue Reading
0 Comments

Coba Lagi

Aku datang lagi ke tempat ini, ada lagi di tempat ini dan rasanya seperti dejavu. Iya, aku kembali lagi ke Klinik Yasmin, ke RSCM Kencana, bertemu lagi dengan dr Budi setelah empat butir caberline habis dalam waktu empat minggu. Ini rasanya seperti dulu saat aku program hamil pertama. Dulu, di kesempatan ini aku diberi surprise hamil Azka. Dan sekarang? Entahlah, sepertinya kemungkinannya sangat tipis.

Aku menatap sudut-sudut ruang tunggu. Masih sama, berbagai ekspresi wajah pasangan hadir disana. Dari yang harap-harap cemas, kecewa, hingga bahagia karena program hamilnya sukses. Oh, aku rasanya ingin seperti yang terakhir. Ingin seperti setahun lalu dimana dr Budi bilang bahwa aku hamil. Aku bisa hamil.

Continue Reading
0 Comments

Pasang Surut Program Hamil

Memutuskan untuk melakukan program hamil merupakan sesuatu yang tidak mudah. Butuh komitmen bersama, butuh persiapan mental, butuh menabung materi secukupnya, butuh kesehatan yang prima, dan butuh ini itu yang lain. Makanya setiap saya bertemu dengan sesama teman yang sedang program hamil, saya selalu support. Kalo mereka butuh info pun, saya tak pelit untuk membagi apa yang saya dapat selama program hamil.

Saya pun terbuka mengakui bahwa iya saya sulit hamil makanya harus pakai jasa dokter untuk program hamil. Karena tak jarang orang yang mau terbuka tentang kondisi kesehatannya. Jarang orang yang mau terbuka kalo dia kena PCO, kalo dia ada penyumbatan, atau kalo suaminya mungkin saja ada masalah sama spermanya.

Continue Reading
0 Comments

Hallo Hiperprolaktin

Seperti dugaan dr Budi sebelumnya, prolaktin saya pasti tinggi lagi karena haid berantakan lagi. Dan ternyata benar. Setelah cek lab dan keluar hasilnya, maka keluarlah itu angka 99,51 hasil tes hormon prolaktin. Padahal nilai rujukan untuk prolaktin 4,79-23,30. Lumayan tinggi lah yaa. Sementara prolaktin saya pas promil pertama mencapai 84 sekian. Itu saja sudah berantakan sekali jadwal haidnya. Bahkan tahun 2013 saya setahun hanya haid dua kali.

Continue Reading
1 Comment