Browsing Category Lomba Blog

Mendamba Merayakan Ulang Tahun Pernikahan di Bali dengan 5 Kegiatan Ini

Juni 2018 ini pernikahan saya dan suami akan memasuki tahun kelima, yeaayy *throw confetti*. Nggak muluk-muluk rasanya kalau perayaan kebahagiaan kecil-kecilan dirayakan bersama suami untuk mengapresiasi perjalanan 5 tahun pernikahan kami yang terbilang nggak mudah. Nggak usah muluk-muluk sampai ke luar negeri, dalam negeri saja cukup kok karena kondisi saya yang memang sedang nggak memungkinkan buat melakukan perjalanan ke luar negeri. Kalau boleh memilih dan berencana, satu tempat yang kembali ingin saya dan suami kunjungi adalah Pulau Bali.

Continue Reading
7 Comments

Bali dan Banyak Hal Seru yang Belum Terlunasi

“Sudah di atas 12 minggu, sudah boleh terbang kok, Wi. Perlu surat dokter nggak?” tanya dr Arman di jadwal pemeriksaan kehamilan yang entah ke berapa saya lupa.

“Nggak usah, Dok,” sahutku sambil menggeleng.

“Oke selamat liburan ya. Tapi tidak boleh snorkling, diving, bungee jumping, banana boat, parasailing, pokoknya olahraga ekstrem” tutur dr Arman sambil memberikan buku periksa kehamilan pada saya.

Continue Reading
9 Comments

SoMan, Oleh-Oleh Berharga Blogger Day 2017 yang Kini Jadi ‘Sahabat’ Perut

Awal Maret 2017 saat Mbak Wawa Fajri dari BloggerCrony mengumumkan akan ada event Blogger Day 2017 by SoMan saya sempat bingung mau ikut apa nggak. Pasalnya, saya sering ragu ikut event blogger yang menginap karena sering bermasalah dengan perut dan pencernaan. Karena kalau sudah bermasalah sama pencernaan, akibatnya bisa kemana-mana. Namun, dengan bismillah akhirnya saya putuskan ikut Blogger Day 2017. Tapi setelah event selesai, ada cerita lain yang bikin saya sering menangis di kamar mandi karena kesakitan.

Continue Reading
20 Comments

Pria yang Menggenggam Erat Tanganku Saat Aku Kehilangan Anak

“Aku mungkin ngga bisa ngerasain gimana sakitnya, tapi kamu harus kuat.”

Dia menggenggam erat tanganku. Menguatkan aku di tengah rasa sakit fisik akibat obat induksi yang dimasukkan beberapa jam yang lalu dan rasa nyeri di dalam hati karena harus merelakan anak yang sudah puluhan minggu ada di dalam rahim diambil kembali oleh Sang Pemilik Hidup. Ya, dia menguatkanku. Dia yang selalu menggenggam erat tanganku. Mengusap punggungku ketika rasa sakit menyerang dengan hebatnya.

Continue Reading
26 Comments