Browsing Category Diary

Kenangan Masa Kecil Saat Ramadan, dari Palsukan Tanda Tangan sampai Jadi Asongan

Ramadan di usia yang telah beranjak menjadi mak-emak sekarang seringnya dipadati dengan jadwal bukber, penantian THR, rencana mudik, atau list yang mau dibeli untuk Lebaran. Semuanya nggak jauh-jauh dari keriuhan dan kesibukan. Tapi pernahkah kita sejenak flash back kalau zaman dulu, zaman kita kecil, Ramadan begitu indah dan tak terlupakan dengan segala kegiatannya.

Continue Reading
12 Comments

Ketika Kita Tak Bisa Memilih Dilahirkan di Keluarga yang Seperti Apa

Entah kenapa tiba-tiba pengen nulis tentang ini gegara habis baca ribut-ribut kasusnya Marissa Haque. Padahal biasanya, saya cuma jadi penikmat kalau ada kasus yang sedang hangat lalu dituliskan oleh teman blogger. Saya nggak pernah bisa mencari trafik dari kasus yang sedang in, hihi. Cuma karena hari ini baca berita di Tempo yang memuat caption instagram Chiki Fawzi lalu hati ini meleleh semeleleh-melelehnya dan pengen nulis ini.

Continue Reading
10 Comments

Berulang Kali Diremehkan Orang Lain Membuat Saya Jadi Lebih Kuat

“Kamu cadel ya? Kalau sudah cacat bicara itu nggak bisa mengisi suara apalagi buat on-cam.”

Begitu ujar seorang atasan saya beberapa tahun lalu saat berada di tengah-tengah forum training reporter baru. Saya ingat, saat itu saya disuruh latihan dubbing naskah berita. Sayangnya, baru beberapa kata saya ucapkan mendadak saya diberhentikan dan keluarlah kata-kata seperti itu dari atasan saya.

Continue Reading
45 Comments

#MarriedLifeSeries: Kasih Surprise ke Pasangan, Antara Ekspektasi dan Realitas

Buat saya dan suami, perkara kasih surprise atau kejutan ke pasangan adalah sesuatu yang langka. Surprise di sini maksudnya sesuatu yang besar yang dipersiapkan khusus misalnya hadiah atau perayaan khusus di hari spesial misalnya ulang tahun atau anniversary. Blass, kami hampir nggak pernah melakukan itu. Karena selain nggak terbiasa, takut malah hadiah atau kejutan yang diberikan nggak cocok.

Continue Reading
19 Comments