Browsing Category Diary

Penyesalan

Penyesalan memang selalu datang terlambat. Seolah penyesalan dan kata terlambat memang sudah satu paket. Kesedihanku membuncah di dalam taksi yang kami naiki malam itu menuju ke rumah. Air mata tak berhenti mengalir. Dimana bayiku? Kembalikan bayiku?

Di perjalanan hingga ke rumah, rasa sesal memenuhi benakku. Andai saja aku peka sejak beberapa hari yang lalu. Andai saja aku tak terlalu capek. Andai saja aku pergi ke doker lebih awal. Andai saja..andai saja yang lain muncul. Tak peduli kata dr Arman bahwa ini bukan salahku. Bahwa murni ini memang belum rejeki dan kalaupun sudah dari kemarin ketahuan, tak ada yang bisa diperbuat karena letak bayi di dalam perut.

Continue Reading
0 Comments

Kamis, 6 November 2014: Azka (Benar-Benar) Telah Pergi

Aku bangun penuh gemuruh rasa tidak enak hati yang menyelimuti. Sungguh perasaan tak enak membuncah memenuhi dada. Semoga tidak ada apa-apa, pikirku. Tapi rasanya bangun kali ini berbeda, aku tak merasakan apa-apa di perut. Ringan sekali. Seperti tidak hamil. Pikiranku sudah kemana-mana tapi aku masih berusaha untuk berpikiran positif, Azka sehat.

Hari ini aku masih bekerja seperti biasa. Walaupun ada sedikit rasa ngga enak tapi kupaksakan. Toh nanti sore aku ke dokter kandungan. Selain memang jadwal kontrol bulanan, sekalian memastikan kenapa malaikat kecilku tak jua bergerak.

Continue Reading
1 Comment

Rabu, 5 November 2014: Azka Pergi Tanpa Pesan

Kami sedang masuk dalam fase yang bahagia, mungkin paling bahagia dalam masa-masa pernikahan kami. Setelah sudah beberapa minggu bayi yang ada di kandunganku bergerak aktif, bahkan sangat aktif, kami punya segudang rencana bulan ini. Pengen USG 4d karena penasaran, mulai berencana belanja perlengkapan bayi, cari tahu tentang senam hamil, bahkan Senin kemarin saat saya perawatan gigi di RS kami pun sudah tour de hospital buat tahu keseluruhan tentang RS dimana aku akan melahirkan. Tapi semuanya hancur.

Pagi ini aku bangun tanpa firasat. Suamiku bilang kalo tadi pagi si dedek geraknya aktif banget. Entah saat kapan tapi sepertinya saat suamiku terbangun di malam atau menjelang subuh. Dia memang suka memegangi perutku akhir-akhir ini, bahkan tanpa aku tahu. Hanya untuk merasakan gerakan anak kami.

Continue Reading
0 Comments

Berdamai Dengan Hati

Kita jatuh cinta sama bayi kita ketika pertama kali kita tahu kita hamil – Najwa Shihab

Apa yang dibilang Najwa Shihab beberapa bulan lalu, dalam acara Hitam Putih Trans 7 mungkin tidak akan berpengaruh apa-apa seandainya saya sendiri tidak mengalaminya. Najwa benar, hancur rasanya ketika kita tahu harapan besar yang akan dilahirkan hilang begitu saja. I lost my baby boy, Azka Adhyastha Alana.

Hari ini hampir 20 hari Azka meninggalkan saya, meninggalkan kami. Sedih? Iya. Hancur? Pasti. Tapi saya mulai belajar berdamai dengan hati. Sesedih apapun saya tidak akan mengembalikan Azka lagi. Tapi semoga Allah berkenan menggantikannya, memberinya adik, dan meniupkan ruh yang kelak menjadi anak yang sehat dalam rahim saya.

Continue Reading
0 Comments