Browsing Category Diary

Sepotong Rindu

sepotong-rindu

“Hai, Ibu,” sapanya sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya ketika aku muncul dari balik pintu.

Sore ini, dia masih seperti tadi pagi. Tersenyum riang setiap melihatku. Wajahnya bersinar. Yang membedakan hanya bajunya. Sore ini dia tak lagi memakai seragam sekolahnya. Tapi air mukanya selalu sama, selalu bercahaya. Dia berlari menghambur ke arahku.

“Aku sayang ibu,” ucapnya sambil mencium pipiku berkali-kali.

Continue Reading
0 Comments

Nostalgia, Yuk! Ini Dia 6 Tipe Buku Paket Sekolah Turun-Temurun yang Sering Ditemui

buku-paket-sekolah

Buku paket itu memang identik sekali dengan anak sekolah khususnya mereka yang mengenyam pendidikan di sekolah negeri. Buku paket adalah buku yang dibagikan secara gratis dari pihak sekolah. Biasanya, buku dipinjamkan selama setahun. Buku paket berasal dari pemerintah. Keberadaan buku ini dimiliki sekolah, jadi acuan saat penyampaian mata pelajaran, dan diturunkan dari masa ke masa. Buku paket juga biasanya tebal dan punya banyak halaman karena digunakan untuk satu tahun ajaran.

Continue Reading
30 Comments

Bobo dan Kenangan yang Tak Terlupakan

majalah-bobo

Saya sudah bisa membaca dari kelas satu sekolah dasar (SD). Bisa membaca di waktu yang cepat membuat saya akhirnya jadi gila membaca. Saking hobinya, kata Bapak, saya sampai bacain buku pelajaran kalau buku bacaan saya sudah habis. Beruntung, waktu kecil orang tua saya bisa memberikan fasilitas langganan majalah mingguan. Majalah Bobo-lah saat itu yang jadi langganan saya.

Continue Reading
44 Comments

7 Hal yang Membuat Mudik Lebaran 2016 Tak Terlupakan

momen-tak-terlupakan-saat-lebaran

Mudik Lebaran tahun ini adalah mudik kedua setelah saya menikah. Lebaran-Lebaran sebelumnya saya biasa melewatkannya di Jakarta karena masih bertugas sebagai reporter. Kalau mudik tahun lalu masih diselimuti duka karena saya baru keguguran dan ibu mertua baru kecelakaan, maka mudik tahun ini lebih berwarna-warni karena ada suka dan duka.

Continue Reading

43 Comments

Menjadi Orang Cadel Itu Tidak Mudah

sulitnya-menjadi-orang-cadel

Ada yang nonton ILC (Indonesian Lawyer Club), Selasa 1 Maret 2016 lalu dengan tema “PSSI antara Hidup dan Mati”? Terasa ada yang tidak biasa. Bukan, bukan karena tema atau orang-orangnya. Terasa┬ásedikit mengganggu ketika Yusuf Suparman (Biro Hukum Kemenpora) adu debat dengan Effendi Ghazali (Pengamat komunikasi politik). Kenapa? Adakah yang ngeh? Iya, karena mereka berdua sama-sama cadel.

Continue Reading
51 Comments