Browsing Category Personal

Rindu

Ketika jatuh cinta, rindu akan menjadi rasa yang menyiksa dan mungkin sekaligus membahagiakan. Aku memang jatuh cinta, selalu jatuh cinta, jatuh cinta pada my Azka. Jatuh cinta sejak dia hanya berbentuk titik kecil di rahim. HIngga semakin membesar dan membesar. Semakin jatuh cinta ketika 24 jam dia berada di dekapanku, menjadi bagian dari tubuhku, menjadi tempat berbagi.

Tapi kali ini rindu ini begitu menyiksa, begitu sakit. Tahukah kamu rasanya rindu pada seseorang tapi tak bisa bertemu, berbicara, membelainya, mendekapnya, bahkan sekedar bertemu dengannya lewat mimpi? Aku rindu Azka, yang tangisannya tidak pernah aku dengar, yang wajahnya tidak pernah aku lihat secara langsung, yang tawanya tidak pernah aku jumpai, yang tubuhnya bahkan belum sempat aku peluk.

Continue Reading
0 Comments

Kehilangan

Pepatah memang banyak benarnya. Sesuatu menjadi begitu berharga saat kita benar-benar kehilangannya. Dan tahun ini mungkin menjadi tahun yang teramat berat bagiku. Kehilangan dua orang yang aku cintai, nenek dan juga anakku.

Sedih, sakit, menyesal merasa sedikit waktu yang kita luangkan untuk mereka. Saat aku menyadari nenek satu-satunya yang aku punya pergi meninggalkanku awal tahun ini. Dan aku masih harus sabar dalam ujian Allah, ketika beberapa waktu lalu, anak yang aku dambakan, kami dambakan, diambil kembali oleh Allah. Semoga semua ini menjadi penutup ujian tahun ini. Semoga pelangi kehidupan akan datang di hari-hari selanjutnya. Itu yang selalu aku doakan.

Continue Reading
0 Comments

Balada ASI

Yang paling menyedihkan dari ibu pasca-IUFD adalah tentang asi. Ya asi, air susu ibu atau aku sering memelesetkannya jadi Azka sayang ibu. Di saat banyak kaum ibu di luar sana bekerja keras sekuat tenaga untuk memerah asinya, tapi aku justru membuangnya. Membendungnya agar jangan terus menerus keluar.

Pascamelahirkan pasti diikuti oleh keluarnya asi. Walaupun baru enam bulan usia kandungan, tapi ternyata asi sudah mulai keluar. Rasanya sakit, sakit sekali. Payudara bengkak dan kencang. Lebih sakit lagi karena air susu yang melimpah tapi tak ada bayi yang menyusunya, yang seharusnya membutuhkannya.

Continue Reading
0 Comments

Doa untuk Azka

Sabtu, 8 November 2014

“Allah Maha Baik, takdir Allah pasti baik. Beberapa minggu yang lalu kami sedang di puncak bahagia2nya melihat titipan Allah di perut. Titipan yang kami tunggu2 sejak satu tahun perkawinan. Amazing melihatnya bergerak2 aktif di dalam perut. Tapi Allah Maha Pembolak balik hati manusia. Kamis lalu aku tidak merasakan apapun, bahkan tendangan kecilnya. Dokter tidak menemukan detak jantungnya. Bukan karena aku capek, jatuh, atau salah makan. Tapi karena lehernya terlilit tali pusar dan plasentanya terlalu kecil dan rapuh sehingga asupan makanan dan oksigen tidak masuk. Hari ini dia terpaksa lahir, tanpa pernah aku dengar tangisannya, tanpa pernah bisa aku peluk. I lost my baby boy, Azka Adhyastha Alana. Insyaallah kami ikhlas, doakan terus kami tabah. Insyaallah dia tabungan surga kami. Tolong selipkan sedikit dalam doa kalian untuk anak kami..”

 

Itu pesan pertama yang aku kirim via whatsapp setelah beberapa hari aku menghilang tanpa kabar dari kantor.

Tak perlu menunggu lama, pesan ucapan bela sungkawa pun berdatangan. Nasihat supaya sabar dan ikhlas banyak diucapkan. Ya, sabar dan ikhlas, kata-kata yang mulai sekarang sangat sulit untuk dilakukan. Sulit, sulit sekali…

Azka Adhyastha Alana, itu nama indah yang kami berikan padanya. Maknanya adalah anak lelaki yang diharapkan bisa menjadi pemimpin yang bersih. Iya, dia pemimpinku, pemimpin kami menuju surga kelak.

Aku sayang Azka, kami sayang Azka, semua sayang Azka. Beribu doa diucapkan untukmu, Nak. Meski ada buliran air mata mengikuti.

“Demi Allah,” Rosulallah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya janin yang keguguran akan membawa Ibunya ke Syurga dengan tali pusarnya, jika Ibunya itu Ikhlas.”
(Hadist Riwayat: Ibnu Majah)

Subhanallah.
Demikian luar biasa pahala dan Hikmah keguguran.
Jika Ujian itu dihadapi dengan Ikhlas, sang Ibu akan masuk Syurga karenanya.
Sebuah balasan yang sangat Mulia dan mahal nilainya.

Hadits lain dari Ali bin Abi Thalib bahkan menyatakan bukan hanya ibu yang “terselamatkan” berkat keguguran yang dihadapi dengan penuh ke Ikhlasan, melainkan juga sang Ayah.
“Sesungguhnya janin yang keguguran akan memohon dengan sangat kepada Rabbnya, jika kedua orang tuanya masuk Neraka. Sehingga dikatakan kepadanya, ‘Wahai janin yang memohon kepada Tuhannya, masukkan-lah kedua orang tua-mu ke dalam Syurga. Kemudian janin itu pun menarik mereka dengan tali pusarnya menuju Syurga.”

Subhanallah…
Subhanallah..

Ibu sayang Azka :*

0 Comments

Part-Us

Kami berubah pikiran. Rencananya hari Sabtu baru akan ke RS untuk melahirkan, tapi sesegera mungkin setelah second opinion itu tak ada bedanya, kami pun segera ke RS awal untuk melahirkan Azka dengan bantuan dr Arman. Kasian Azka kalo kelamaan, kata suamiku.

Aku sudah kebal. Tak ada rasa apapun hanya bisa menurut. Aku hanya terus berdoa agar diberi yang terbaik untukku dan juga Azka.

Aku langsung menuju lantai tiga RS, tempat dimana dr Arman merujukkan. Aku dan tanteku menunggu di ruang bersalin sementara suamiku mengurus administrasi persalinan normal. Ruangan ini kini begitu dingin. Dingin perih menusuk tulang. Dingin melihat mereka yang kesakitan dan berujung bahagia saat mengetahui bayinya lahir dengan selamat. Sementara aku akan melewatkan hari di RS untuk berjuang melahirkan bayiku yang sudah tak bernyawa.

Continue Reading
1 Comment