Lebih Tenang dengan Investasi

Pernahkah kita menghitung berapa uang yang kita punyai apabila kita dan suami memasuki masa pensiun nanti? Kebanyakan orang mengandalkan uang yang disisihkan dari gaji dan dimasukan ke dalam tabungan setiap bulannya. Lalu setelah pensiun? Uang yang terkumpul berpuluh-puluh tahun habis begitu saja dalam waktu yang tidak lama untuk membiayai hidup atau konsumsi sehari-hari. Lalu untuk mempertahankan hidup selanjutnya, kita kembali berpikir akan usaha apa agar bisa mempunyai penghasilan.

Kalo sudah begitu, apakah kita akan termasuk dalam golongan orang yang telat berinvestasi? Mungkin saja tidak jawabannya, tapi masa tua kita akan kembali disusahkan dengan berpikir dan bekerja keras, bahkan lebih keras dari saat masih bekerja dulu. Padahal, masa tua adalah masa yang seharusnya digunakan untuk bersantai dan menikmati hidup. Bukan malah murung memikirkan tabungan yang habis buat makan. Idealnya begitu bukan?

Merancang Masa Depan dengan Investasi

Dalam talkshow bertajuk Investasiku Masa Depanku yang diselenggarakan Danareksa, Prabu Revolusi didapuk untuk memandu acara yang menghadirkan narasumber Farhan (public figure), Prita Hapsari Ghozie (financial planner), dan Wiko Hari Tanata (penulis buku). Di acara yang diselenggarakan di The Terrace Senayan National Golf Club, Prita Ghozie mengungkapkan bahwa investasi bukanlah hal yang menakutkan tetapi pasti berisiko. Ada banyak tujuan hidup yang ingin dicapai seseorang, baik itu tujuan jangka pendek (liburan, haji, umroh, menikah) atau tujuan jangka panjang (pendidikan, pensiun, dll) dan kendaraan untuk mencapai semua itu adalah investasi.

Talkshow Investasiku Masa Depanku (ki-ka) Prabu Revolusi, Farhan, Prita Ghozie, Wiko Hari Tanata
Talkshow Investasiku Masa Depanku (ki-ka) Prabu Revolusi, Farhan, Prita Ghozie, Wiko Hari Tanata

Oleh karenanya, dari sekarang, dari sejak masa muda kita seharusnya sudah berpikir untuk berinvestasi. Sejatinya, kalaupun investasi tidak membuat kita kaya raya, setidaknya investasi akan memudahkan kita mencapai tujuan hidup dan menjadikan hidup kita lebih tenang. Penulis buku Membangun Personal Wealth, Wiko Hari Tanata menyatakan bahwa orang memang mengenal menabung sebagai salah satu bentuk persiapan masa tua, tapi sayangnya tabungan akan termakan inflasi.

Kenapa sih harus susah-susah mikir berinvestasi sejak dini? Prita Ghozie pun membeberkan manfaat berinvestasi, antara lain:

1. Melindungi hidup di masa depan.

2. Investasi merupakan salah satu wujud kemampuan mengatur hidup.

3. Secara otomatis mengajarkan generasi penerus untuk berinvestasi.

4. Merancang tujuan-tujuan hidup.

Lain halnya dengan Prita Ghozie, presenter ternama Farhan berinvestasi salah satunya karena almarhum anaknya yang berkebutuhan khusus. Tidak ada asuransi yang mau meng-cover salah satu putra Farhan yang memang berkebutuhan khusus (autis). Untuk menyiasati keperluan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memang membutuhkan biaya hidup besar, Farhan dan isterinya berinvestasi sejak sang anak masih kecil. Hasilnya, ketika putranya membutuhkan biaya besar untuk kesehatan dan pendidikan, Farhan tidak kalang kabut karena sudah punya persiapan sebelumnya

Farhan menyadari bahwa semua investasi selalu berisiko. Oleh karenanya, ia mengendalikan biaya konsumsi sehari-hari dan memilih investasi yang memang risikonya bisa diatur (manageable). Farhan pun menjatuhkan pilihannya untuk berinvestasi pada reksadana.

Memilih Investasi yang Tepat

Apabila suami isteri sama-sama bekerja, suami berinvestasi 10 % sementara istri harus 20% dari penghasilannya. Hal ini dikarenakan harapan hidup perempuan lebih lama dari laki-laki – Prita Ghozie

Jangan asal memilih investasi hanya karena tergiur iming-iming keuntungan besar yang ditawarkan. Prita Ghozie pun memberikan tips untuk hati-hati berinvestasi. Kenapa? Ya karena sering sekali dijumpai peristiwa investasi bodong yang menyebabkan banyak korban dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. Agar ini tidak lagi terjadi, maka bagi orang-orang yang baru akan memulai investasi, perlu disimak tips dari Mbak Prita berikut ini:

1. Lihat izinnya (izin perusahaan dan manager investasinya). Untuk mengeceknya bisa dilihat di websitenya OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

2. Cek kinerja manager investasinya. Pilih manager investasi yang memang kerja atau produknya bagus.

3. Cek hasil pengelolaan investasinya (benchmark).

4. Cari manager investasi yang menerima uang apa adanya, dalam artian ketika awal berinvestasi tidak harus memiliki dana yang besar tetapi bisa dimulai dari angka ratusan ribu rupiah.

Salah satu investasi yang cocok dengan kriteria di atas adalah berinvestasi reksadana di Danareksa. Ada empat macam reksadana yang ditawarkan yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran.

Mengapa harus reksadana? Menurut penulis Wiko Hari Tanata, reksadana adalah investasi yang mudah dikelola (analisa saham sudah dikelola oleh reksadana), terjangkau (bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah), dan bisa di-redeem apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Namun, untuk sukses berinvestasi di reksadana pun tergantung orang per orang yang melakukannya. Untuk sukses berinvestasi di reksadana, setiap orang harus konsisten menyisihkan (bukan menyisakan) sebagian penghasilannya dan disiplin.

Mengapa harus Danareksa? Karena Danareksa memiliki kemudahan pelayanan yang ditawarkan. Apalagi saat ini Danareksa menawarkan program Investasiku Masa Depanku (IMD). Program yang bertujuan untuk mempersiapkan pensiun dengan kemapanan finansial ini dikelola oleh Manajer Investasi Reksadana pertama di Indonesia.

Launching Investasiku Masa Depanku
Launching Investasiku Masa Depanku

Berbarengan dengan talkshow Investasiku Masa Depanku, Dana Reksa sekaligus meluncurkan program IMD ini. Program ini memberikan kemudahan untuk berinvestasi reksadana guna mempersiapkan hari tua. Caranya sangat mudah, langkah pertama para investor dapat melakukan registrasi online di website http://reksadana.danareksaonline.com. Setelah itu, investor sudah mulai bisa berinvestasi dimulai dari Rp 200.000. Oh ya, Program IMD ini juga bekerjasama dengan Bank Central Asia (BCA) untuk transaksi autocollection, sehingga proses transfer bulanan dapat dilakukan secara otomatis.

Acara yang diawali dengan sesi yoga bersama ini menyiratkan filosofi bahwa untuk bahagia menikmati hari tua tentunya harus selalu menjaga kesehatan dengan berolahraga. Tak hanya itu, peserta juga dicek kesehatan finansialnya serta kesiapan menikmati tujuan-tujuan hidup (liburan, pensiun, pendidikan anak, umroh/haji, menikah, membeli rumah/mobil, dan lain-lain). Dari financial check up tersebut akan terlihat berapa dana yang harus diinvestasikan untuk jangka waktu tertentu untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan.

Jadi, sudah siap untuk mempersiapkan masa pensiun yang membahagiakan?

persiapan yoga bersama
persiapan yoga bersama
namaste, nampang dulu sebelum yoga, hehe
namaste, nampang dulu sebelum yoga, hehe
suasana financial check up
suasana financial check up

 

ratna dewi

 

 

 

 

21 Comments
Previous Post
Next Post