Living with Uterus Bicornis

Dalam beberapa postingan saya sebelumnya, saya pernah menulis kalo dokter memvonis saya memiliki rahim kembar atau rahim dua rumah atau uterus bicornis. Sebenarnya vonis ini bukan baru saja dinyatakan karena hamil Adik kemarin, tapi sejak pascamelahirkan Azka, dokter menemukan bahwa rahim saya ternyata dua rumah atau ada dua.

Pas hamil Azka, dokter mungkin belum ngeh kalo saya memiliki uterus bicornis, tapi pas hamil Adik, dari awal dokter udah bilang kalo saya punya uterus bicornis dan memang agak worry. Makanya sejak awal hamil Adik, di data rekam medis saya sudah digambar dengan jelas bentuk rahim saya seperti hati. Dokter juga sudah wanti-wanti sama saya buat periksa ke spesialis fetomaternal (untuk kehamilan berisiko tinggi) nantinya pada saat usia kehamilan empat dan tujuh bulan. Tetapi ternyata takdir berkata lain, belum sapai umur delapan minggu ternyata Adik harus kembali ke Sang Maha Pencipta karena ternyata kehamilan saya blighted ovum.

Lalu apa itu uterus bicornis? Berikut info yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber di internet tentang uterus bicornis.

Uterus bicornis adalah salah satu kelainan bawaan uterus yang terjadi akibat gangguan saat masih berada di dalam kandungan.

Kelainan bentuk rahim ini sudah terjadi ketika calon bayi perempuan berada di rahim atau bisa dikatakan cacat bawaan.

Sayangnya, sampai sekarang, penyebab kelainan bentuk rahim ini belum bisa diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan, kelainan ini disebabkan oleh kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan.

Tetapi ada juga pendapat dari tabib atau pengobatan alternatif bahwa selain cacat bawaan, kelainan ini bisa juga disebabkan oleh terganggunya psikologis seseorang perempuan yang amat berat, atau karena terlalu lelah.

Kenyataan lain yang mungkin dapat mengikis rasa khawatir adalah, angka kejadian bentuk rahim tidak normal ini hanya sekitar 0,1% alias sangat jarang terjadi. Dan saya adalah orang ‘istimewa’ yang masuk dalam 0,1 % peluang mengalami bentuk uterus bicornis.

Uterus bicornis sendiri juga ada dua tipenya:

1. Uterus bicornis unikollis, terjadi pemisahan uterus kanan dan sebelah kiri yang sangat jelas , namun serviks/leher rahim tetap menjadi satu.

2. Uterus bicornis bikollis, terjadi pemisahan uterus kanan dan kiri, serviks ganda, dan vagina tunggal atau ganda.

image

Trus apa resikonya mempunyai kelainan rahim seperti uterus bicornis?

Kelainan uterus seperti uterus bikornis memiliki kemungkinan untuk hamil walaupun berisiko tinggi.  Sangat mungkin terjadi keguguran berulang. Kehamilan dengan uterus bikornis umumnya cenderung akan mengalami komplikasi, akibat bentuk uterus yang tidak normal. Untuk melahirkan, dokter yang pernah saya terakhir bilang, orang dengan uterus bicornis kemungkinan besar harus melahirkan dengan operasi caesar.

Rongga dalam uterus yang seharusnya dapat memberikan ruang bagi pertumbuhan bayi menjadi lebih sempit, sehingga bayi umumnya lahir secara prematur atau mengalami pertumbuhan yang terhambat. Keturunan dari seorang ibu dengan uterus bikornis memiliki risiko empat kali lebih tinggi terjadi kelainan kongenital dibandingkan bayi yang lahir dari wanita dengan uterus normal. Sedih banget ya, tapi moga-moga nggak.

Oh ya, menurut beberapa sumber yang saya baca, kelainan ini bisa dikoreksi dengan cara operasi. Tapi saya belum pernah diskusi dengan dokter tentang hal ini. Katanya, selama tidak menimbulkan masalah, kelainan bentuk rahim tidak perlu dipersoalkan. Kalau pun menimbulkan gangguan atau keluhan, kelainan bentuk rahim dapat dikoreksi dengan jalan operasi histeroskopi. Operasi ini akan membuang sekat penghalang untuk mengubah ukuran rahim wanita menjadi normal.

Trus gimana donk kalo sudah begini? Saya takut? Pasti. Takut hamil lagi? Sedikit. Tapi pasrah saja pada yang Maha Kuasa, Allah SWT. Kalo memang sudah takdirnya dapat rejeki anak pasti akan dapat. Untung saya juga memiliki suami yang luar biasa sabar dan pengertian dan sepenuhnya mengerti saya dan kondisi saya. Dokter atau ahli apapun kan cuma perantara, tapi Allah Maha Pembuat Keputusan. Sekarang kuncinya saya rajin berdoa, makan makanan bergizi, terus berpikiran positif, berbaik sangka sama Allah, menghindari stres, dan banyak-banyak olahraga.

“ Allah tidak akan membebani seseorang di luar batas kesanggupannya.”
(QS. Al Baqarah [2] : 286). 

-jawzq-

PS: Kalo mungkin ada pembaca dari kalangan medis lebih tau atau mau mengoreksi tulisan saya, monggo lho dengan senang hati 🙂

*Gambar dari http://mithadansekitarnya.blogspot.co.id/2013/03/uterus-bicornis.html

Sumber tulisan:

  • https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091103020534AAMTsL7
  • http://klikdokter.com/tanyadokter/kebidanan-kandungan/apa-itu-uterus-bicornus
  • http://www.motherandbaby.co.id/article/2013/11/4/1141/Ragam-Bentuk-dan-Masalah-Rahim-2
  • http://mithadansekitarnya.blogspot.com/2013/03/uterus-bicornis.html
0 Comments
Previous Post
Next Post