Cerita Kehamilan Ketiga: Kebiasaan-Kebiasaan Baru di Rumah

Sejak dinyatakan hamil, suami langsung jadi posesif sama saya. Sejak itu pula, saya jadi jarang keluar rumah buat ke event-event blogger. Kemauan saya juga sih karena emang niat kalau udah hamil akan mengurangi drastis kegiatan di luar rumah dan memilih untuk banyak beristirahat di rumah. Sejak hamil ini pula, kegiatan keluar rumah paling cuma yang berkaitan dengan kehamilan seperti kontrol bulanan, cek lab, hypnobirthing, atau yoga dan juga belanja bulanan.

Berbulan-bulan menghabiskan waktu di rumah apa rasanya? Bosan? Bangeeettt. Apalagi nggak bisa dandan-dandan lucu mempercantik diri. Selain karena nggak boleh pake kosmetik dulu sama dokter, diri ini juga jadi males banget buat dandan. Bawaan orok kali ya.

(Baca juga: Cerita Kehamilan Ketiga: Yang Berubah dan Diubah saat Hamil Ketiga)

Tapi untungnya saya masih bisa melakukan beberapa pekerjaan secara remote alias dari rumah. Ada beberapa campaign yang dikerjakan dari rumah dan lumayan banget buat kesibukan. Tapi ada kalanya juga kalau pas lagi nggak ada campaign atau tenggat waktu campaign habis ya rasa sepi dan bosan menghampiri lagi. Apalagi saya tipikal orang yang suka dengan kesibukan.

Daripada berkutat dengan rasa bosan atau malah uring-uringan sendiri, mendingan saya nyari-nyari kegiatan baru yang sebelumnya belum pernah ditekuni. Selain itu, sambil mengisi waktu kadang ada juga kegiatan yang secara nggak sengaja ´ditekuni´ eh lama-lama malah jadi asyik sendiri. Ini dia beberapa kegiatan yang saya lakukan buat mengisi waktu saat break hamil dan mengusir kebosanan:

1. Nonton Youtube channel makan-makan

Awal hamil, saya memang harus mati-matian mempertahankan nafsu makan. Sebisa mungkin saya jaga nafsu makan saya agar nggak hilang. Oleh karena itu, saya lakukan banyak cara dari membayangkan makanan-makanan yang saya suka, lihatin akun instagram makan-makan, sampai nonton vlog review makanan. Nah, kegiatan yang terakhir inilah yang akhirnya jadi kegiatan yang sering banget saya lakukan saat hamil kali ini.

(Baca juga: Mengapa Menjadi YouTuber?)

Banyak video makan-makan saya tonton. Sebelum hamil sih saya juga sering nontonin vlog makan-makan, biasanya yang sering saya tonton itu vlognya Ria SW atau Ken n Grat. Tapi sejak hamil, kebiasaan ini makin menjadi-jadi. Banyak video food vlogger saya tonton dari Ria SW, Ken n Grat, Mark Wiens, Farida Nurhan, Elisabeth Wang, Anak Kuliner, Sherly Che, Mgdalenaf, Hari Jisun, Nex Carlos, dan masih banyak lagi. Jadilah timeline Youtube saya isinya video makan-makan semua.

(Baca juga: Cerita Kehamilan Ketiga: 5 Food Vlogger yang Membangkitkan Selera Makan)

Tapi untungnya aktivitas ini sukses bikin nafsu makan saya bertahan saat hamil. Hampir di kehamilan ketiga ini saya nggak ada masalah nafsu makan. Biasanya kalau sudah mulai males makan, saya tonton aja banyak video makan-makan. Alhasil, nafsu makan pun bangkit kembali. Jeleknya, saya jadi suka pengen makanan yang dimakan para food vlogger. Beberapa tempat makan atau resep sih berhasil keturutan saya makan. Sayangnya, beberapa makanan rasanya pedas jadi saya harus hati-hati dan selektif biar nggak sakit perut.

Baca Juga:   Media Sosialita, Belajar Jadi Sosialitanya Media Sosial

2. Berburu flash sale gila-gilaan

Karena jarang keluar rumah maka pelarian saya pun bukain situs belanja online alias e-commerce. Untungnya, suami oke-oke aja kalau saya mau belanja online. Saya sih bukan tipikal yang maniak banget belanja online sebelum hamil. Tapi sesudah hamil, beuh jangan ditanya deh.

(Baca juga: Belanja Kebutuhan Sandang, Pilih Online atau Offline?)

Untungnya, saya bukan tipikal pembelanja yang boros dengan barang-barang branded atau yang mahal-mahal. Justru saya tipikal pembeli yang senang menghadapi tantangan. Makanya saya sering kepincut dengan program Flash Sale. Itu lhooo diskon gede-gedean yang sering dilakukan e-commerce. Diskon bahkan sampai 90% dengan sistem siapa cepat dia dapat. Buat saya, belanja melalui flash sale itu penuh tantangan. Kepuasan datang saat saya berhasil mendapatkan barang yang diincar dengan harga yang paling murah.

Trus apa aja barang yang pernah saya beli? Buanyaakk, sebagian sih bisa saya dapatkan dengan harga yang murah banget. Saya dan suami bahkan pernah dapat lipstik harganya Rp 250. Itu prestasi luar biasa. Selain itu ada banyak barang lain dari hairdryer, baju, sepatu, dompet, bahkan hingga sembako. Rasanya ada kepuasan tersendiri kalau bisa dapat barang yang harganya murah dan habis hanya dalam waktu 1 menit. Belanja di Flash Sale juga punya banyak tantangan. Selain harus cepat, saya juga kadang harus berjibaku untuk menghadapi server eror kalau pas lagi banyak pembelinya. Sampai usia kandungan 9 bulan ini, kebiasaan belanja online via Flash Sale ini masih jadi kebiasaan saya. Rasanya puas aja gitu pas berhasil dapat barangnya.

(Baca juga: Hari Gini Masih Ragu Belanja Online? Berikut 5 Keuntungan Kalau Kamu Memilih Belanja Secara Online)

3. Baca wattpad

Call me kudet karena baru tahu Wattpad akhir-akhir ini. Tapi pas kenal Wattpad saya jadi seolah punya dunia sendiri. Beneran mengasyikkan ternyata walaupun aktivitas saya di ´dunia orange´ itu sejauh ini baru hanya bisa membaca dan belum pernah bikin atau posting cerita, nggak ada ide dan nggak pede euy!

 

View this post on Instagram

 

Kebahagiaanku akhir-akhir ini dipersembahkan oleh Wattpad. Bumil emang ya nyari seneng-senengnya receh banget. . . – orang-orang ngomongin n debat soal Jojo buka baju aku bodo amat, lagi sibuk baca Wattpad – orang-orang debat soal capres-cawapres aku bodo amat, lagi sibuk baca Wattpad – malam ketawa-ketawa sendiri, siang berlinangan air mata karena baca Wattpad (oohhh hormon bumil juga 😂😂) – Jadi punya pengetahuan baru salah satunya tahu kalau drive thru itu Bahasa Indonesianya lantatur (layanan tanpa turun). Duh kemana aja gueehhh… . . Jadi menikmati kalau kadang hidup itu lebih nyaman kalau kita jadi antimainstream. Nggak ikut arus dan komentarin apa yang sedang ngetren, tenggelam dalam kesibukan sendiri. Sumpah, pikiran jadi bahagia nggak mikirin perdebatan. Paling-paling suami yang cuma sedikit ngomel “Pantesan ngecas mulu, batere hapemu cepet habis gara-gara Wattpad-an mulu sih”. Hmmm ga apa-apa lah ya, kan jadi ngirit duit you buat beli buku yes. Kalau ditanya, emang sukanya baca apa? Ya udah pasti lah cerita romance yang menye-menye, kayak muka aku mellow-mellow romantis 😂😂. . . . #flatlay #flatlaystyle #flatlaytoday #flatlayindo #wattpad #flatlaywhite #daysofhappiness

A post shared by Ratna Dewi (@ratnadewime) on

Saya kenal Wattpad gara-gara baca bukunya Christian Simamora yang Burn Baby Burn karena disitu diceritakan memang tokohnya adalah seorang penulis di Wattpad. Penasaran, saya pun download aplikasinya dan ternyata asyik banget karena banyak cerita-cerita yang seru di dalamnya. Saya yang orangnya dreamer ini seolah punya tempat dan wadah buat semakin mengkhayal, haha. Saya jadi bisa mengembangkan theatre of mind sendiri saat membaca suatu cerita.

Baca Juga:   Vlogging Bebas Ribet dengan Alat dan Media Sederhana

Kalau ditanya genre apa yang saya suka saat membaca Wattpad, ya tentu saja romantic atau romantic comedy. Iya, saya semenye itu. Entah ini bawaan orok apa gimana. Tapi cerita-cerita romansa di Wattpad itu benar-benar jadi hiburan. Mengagumi cowok-cowok yang katanya karakter impiannya cuma ada di Wattpad bikin saya nagih. Baca Wattpad ditambah hormon hamil bisa bikin saya ketawa terbahak di malam hari atau mrebes mili di siang hari. Sampai-sampai suami saya puyeng karena bisa-bisa saya cekikikan di tengah malam gara-gara baca Wattpad.

4. Baca buku

Kalau di hari biasa saya paling malas baca buku, tapi pas hamil kali ini beda. Padahal dulu pas masih kecil saya kutu buku banget, trus seiring berjalannya waktu mulai malas baca, dan sekarang pas usia kehamilan semakin tua gairah baca bukunya semakin menjadi-jadi. Selain baca beberapa buku secara fisik, saya juga baca e-book. Juaarrang banget saya baca e-book lho padahal kecuali saat skripsi dulu, itu juga terpaksa dibaca. Buku-buku yang saya baca dari buku tentang kehamilan, gaya hidup, parenting, nama anak, traveling, sampai novel.

(Baca juga: Nostalgia, Yuk! Ini Dia 6 Tipe Buku Paket Sekolah Turun-Temurun yang Sering Ditemui)

ini beberapa buku yang saya beli di awal kehamilan, pas akhir-akhir hamil makin menggila beli bukunya

Untungnya suami saya iya-iya aja pas saya sering banget belanja buku. Masalahnya adalah buku-buku yang sudah dibaca ini bingung mau ditaruh dimana karena rak buku sudah penuh. Sementara itu, buku-buku lama saya yang ditaruh di rak mulai pada rusak, kering, kertasnya menguning, dan kalau dibuka lagi mengkhawatirkan keadaannya. Mungkin ada yang mau kasih tip merawat koleksi buku? Saya butuh banget lho.

Nah, akhir-akhir ini kebiasaan baca buku saya makin menjadi-jadi. Apalagi kalau bukan karena Wattpad. Gara-gara banyak cerita di Wattpad yang dihapus dan endingnya menggantung, akhirnya saya putuskan beli buku atau e-booknya. Kecepatan baca buku saya juga meningkat drastis, bisa habis satu buku dalam satu hari sampai suami saya geleng-geleng kepala, haha. Nggak apa-apalah, siapa tahu nanti kebiasaan saya yang suka baca buku menular ke anak saya.

Baca Juga:   Mengapa Menjadi YouTuber?

5. Belajar flatlay

Karena berbulan-bulan dipingit di rumah, saya nggak ada kesempatan untuk upgrade ilmu di dunia luar. Saya yang suka banget sama kesibukan dan pengen selalu punya ilmu baru jadi mati gaya pas dipingit di rumah saja. Tadinya saya pengen belajar editing video dan suami pun sudah membelikan RAM buat upgrade laptopnya. Sayangnya, suami saya terlampau sibuk jadi laptopnya dipakai terus. Jadilah saya mati gaya lagi.

Karena nggak mau berpangku tangan, saya memutuskan pengen belajar foto aja. Paling nggak ya foto-foto yang simpel yang referensinya saya ambil dari Pinterest. Thanks to Pinterest banget deh yang bikin hidup saya lebih terpacu buat jadi maju kalau lihatin banyak fotonya. Selama pingitan hamil di rumah ini, Pinterest jadi hiburan dan referensi buat saya.

(Baca juga: Basic Photography for Blogging, Pelajaran Penting Fotografi untuk Mempercantik Blog)

Bermula dari (lagi-lagi) pengen rapihin feed instagram, akhirnya saya memutuskan belajar flatlay aja. Saya baca banyak referensi tentang gimana bikin flatlay yang bagus. Banyak blog yang saya baca dan ternyata mudah dan simpel kok bikin flatlay itu. Saya beli karton putih buat flatlay-an. Saya beli dan mengumpulkan beberapa pernak-pernih buat aksesoris foto. Saya belajar dari banyak foto instagram teman-teman yang sudah terkenal flatlay-nya bagus. Pokoknya belajar dari mana saja deh. Saya juga belajar komposisi dan beberapa editing foto buat mempercantik flatlay. Prinsipnya, saya nggak boleh nggak dapat ilmu apa-apa walaupun hanya di rumah. Dan inilah beberapa hasil foto flatlay saya. Gimana? Saya masih harus belajar banyak lagi sih.

Itu dia beberapa kebiasaan antimainstream saya yang muncul pas lagi hamil ini. Beberapa muncul mungkin karena dorongan alamiah, beberapa lagi karena kepepet, haha. Tapi untung semuanya nggak merugikan. Let´s see, apakah habis melahirkan kebiasaan ini masih akan diteruskan atau cuma bawaan orok aja?

 

1 Comment
Previous Post
Next Post