Membina Keluarga Modern di Era Digital Ala Erwin Parengkuan

talkshow-the-parengkuans

Akhir-akhir ini saya sering sekali melihat berita buruk soal efek digital atau media sosial pada anak. Dari mulai kasus kekerasan seksual, penculikan, hingga kasus-kasus yang merenggut nyawa. Semuanya mengerikan. Maka tak jarang, memiliki anak dan membina keluarga di era digital adalah sesuatu yang bikin was-was.

Tapi hal ini tidak berlaku bagi presenter Erwin Parengkuan. Presenter yang telah menikah selama 17 tahun dengan sang istri, Jana Parengkuan justru bisa membangun keluarga yang harmonis dan sehat di tengah terpaan digital dalam membesarkan anak-anaknya. Mereka sekeluarga tetap rukun dan bisa menyeimbangkan aktivitas luar dan mengurus anak.

Erwin dan Jana Parengkuan yang telah dianugerahi empat orang anak ini masih bisa menyeimbangkan pekerjaan dengan aktivitas keluarga mereka. Erwin Parengkuan sukses sebagai presenter dan pemilik sekolah komunikasi Talk Inc, sementara sang istri juga sibuk sebagai model iklan dan membangun bisnis cakeshop-nya The Baked Goods. Padahal keluarga ini nggak punya nanny atau babysitter untuk mengurus anak-anaknya.

cakep ya anak-anaknya Erwin Parengkuan
cakep-cakep ya anaknya Erwin Parengkuan

Banyak kesepakatan yang dilakukan Erwin dan Jana sebelum menikah biar mereka menyamakan visi terlebih dahulu, salah satunya adalah pola asuh anak. Pasangan ini juga melakukan tes darah sebelum mereka menikah mengingat ibu Jana memiliki rhesus darah negatif dimana kemungkinan sulit memiliki anak. Sampai hal sedetail ini pun diobrolin dulu dan  Erwin bilang bahwa mereka bisa adopsi jika nantinya tidak diberikan keturunan *uuuww so swiiitt*.

“Sebelum menikah, Jana mengajukan tiga syarat pada saya. Yang pertama ia ingin membesarkan sendiri anak-anaknya. Yang kedua, saya harus bisa mengerjakan apa yang dia kerjakan kecuali hamil ya. Ketiga, jangan paksa saya (Jana) untuk memasak,” ujar Erwin saat bincang-bincang santai di acara talkshow “Membina Keluarga di Era Digital” bersama The Parengkuans.

Hmm, apa rahasia pasangan ini ya yang sukses membesarkan empat orang anak tanpa pengasuh? Ternyata di tengah kesibukannya, mereka selalu meluangkan waktu untuk sang anak. Selain itu, Erwin menganggap sang anak seperti teman. Anak-anaknya bebas bercerita apa saja yang mereka inginkan kepada kedua orang tua tanpa sungkan. Mereka mendidik anak dengan “tough love” menjalin komunikasi dengan terbuka juga menerapkan kedisiplinan. Memberikan penghargaan dan tentunya punishment.

erwin-n-becky

Keharmonisan keluarga ini juga dibenarkan oleh Becky Tumewu, presenter yang juga sahabat Erwin Parengkuan. Becky yang sudah belasan tahun berkawan dengan Erwin Parengkuan mengakui bahwa saking harmonisnya, keluarganya dan keluarga Erwin Parengkuan tak jarang berkegiatan bersama. Bahkan anak sulung Becky yang hanya berbeda beberapa tahun dengan Giulio (anak sulung Erwin Parengkuan) beropini bahwa anak-anak Erwin Parengkuan enak diajak ngobrol.

Selain Becky Tumewu, di acara ini juga hadir tiga anak Erwin Parengkuan yaitu Giulio, Marcio, dan Matacha. Sayangnya, sang istri, Jana Parengkuan dan anak ketiganya Abielo tidak bisa hadir buat sharing bersama lantaran sedang sakit demam berdarah.

Mengekspose Kegiatan Keluarga di vidio.com

Keluarga yang akrab dan hangat ini akhirnya ‘ditangkap’ oleh vidio.com. Vidio.com ini ingin membawa kehidupan sehari-hari The Parengkuans ini untuk menjadi inspirasi bagi para keluarga lainnya. Chief Marketing Officer KMK Online, Prami Rachmiadi mengatakan bahwa konten yang berisi nilai-nilai dalam keluarga ini sangat penting di zaman modern.

“Kami melihat Erwin Parengkuan membina keluarga dengan cara yang unik yaitu menerapkan nilai-nilai Indonesia dengan cara yang sangat modern. Erwin juga memiliki kedekatan hubungan dengan anak tetapi juga saling menghargai di dalam keluarga tersebut,” ujar Prami Rachmiadi di acara yang sama.

Tapi ternyata ada proses yang panjang di balik tampilnya The Parengkuans di vidio.com ini. Menurut Erwin, perlu waktu lama untuk memutuskan tawaran ini. Paling tidak satu tahun waktu yang diperlukan Erwin untuk berpikir. Walaupun di satu sisi anak-anaknya sudah terlibat langsung di beberapa kegiatan dunia entertainment yang skalanya tidak intensif namun di sisi lain ia tidak mau dengan sengaja mengekspose anak-anaknya ke publik. Akan tetapi, ia juga ingin berbagi pengalaman dan values dalam membesarkan anak-anak.

Akhirnya, setelah berpikir panjang Erwin pun mengiyakan tawaran vidio.com ini. Saat ini sudah ada sekitar 25 video yang telah dibuat. Untuk tahu lebih lengkap videonya bisa dilihat di sini.

Menurut Ajeng Raviando, psikolog yang juga hadir di talkshow yang diadakan di Penang Bistro Pakubuwono ini, hubungan emosional antara Erwin-Jana Parengkuan dengan anaknya sangat bagus. Erwin dan Jana sangat kompak dan disiplin serta menjadikan diri sebagai contoh. Hal ini tentu tidak mudah. Sebagai orang tua positive parenting sangat dibutuhkan. Bagaimana cara berkomunikasi dengan anak juga berbeda, pastinya harus disesuaikan dengan umur anak.

Apa itu Vidio.com

Vidio.com merupakan kanal online untuk berbagi video lokal serta sarana untuk menyalurkan dan menampung kreativitas di era digital bagi masyarakat Indonesia. Selama ini situs yang kita tahu untuk mengunggah video kan youtube, nah kini hadir vidio.com. Yang lebih menyenangkan, vidio.com ini merupakan buatan Indonesia lho. Kita tentu patut bangga. Untuk mengunggah video di vidio.com pun caranya cukup mudah.

Ada tiga tahapan yang harus dijalani:

1. Buka portalnya (www.vidio.com).

2. Login dan isi data.

3. Upload video yang ingin diunggah.

Isi dan segmen yang ada di vidio.com ini difokuskan ke masyarakat Indonesia. Ada 16 menu video yang bisa dipilih antara lain: entertainment, film, sports, education, news, TV series, funny, technology, people and blog, gaming, supranatural, dan lain-lain. Saat ini vidio.com telah menampung lebih dari 170.000 video dan diakses lebih dari 10 juta pengunjung setiap bulannya. Vidio.com juga telah memiliki aplikasi yang bisa diunduh langsung di Google Play Store dan App Store.

Masih penasaran dengan vidio.com? Buka langsung aja ya.

Web: www.vidio.com

Twitter: @vidiodotcom

Facebook: Vidiodotcom

ratna dewi

17 Comments
Previous Post
ngopi-bareng-tiket
Next Post
saya dan Kak Okta