Lebaran Bebas Tipu-Tipu Promo Belanja, Gimana Caranya?

¨Lumayan nih bajunya bisa disimpan buat Lebaran nanti,¨ujar ibu sesaat setelah saya membelikannya sebuah gamis bunga-bunga di ITC dekat rumah. Sengaja hari itu saya bawa ibu jalan-jalan belanja, mumpung sedang ada di Jakarta mengunjungi saya.

Tapi dari kata-kata ibu saya jadi berpikir ¨Oh iya Lebaran sebentar lagi ya¨. Nggak terasa memang. Perasaan baru kemarin mudik dan merayakan Lebaran bareng keluarga eehhh ini kok ya tinggal hitungan minggu sudah masuk bulan puasa dan artinya Lebaran juga sebentar lagi.

(Baca juga: Lebaran di Tanah Rantau, Apa Enaknya?)

Walaupun nggak seperti masa kecil yang selalu identik dengan baju atau sepatu baru saat Lebaran, tapi tetap saja kalau Lebaran tiba tak bisa dielakkan untuk tidak belanja. Apalagi setelah menikah dan tambah keluarga, rasanya ada yang kurang kalau mau Lebaran nggak sekadar beli-beli sesuatu, entah itu baju atau makanan, untuk diberikan pada mertua dan juga saudara. Apalagi moment Lebaran jadi salah satu momentum istimewa bagi setiap muslim. 

Selain untuk merayakan kemenangan setelah 1 bulan berproses menjadi lebih baik dengan menjalankan ibadah Ramadan, Lebaran juga bisa menjadi ajang saling menjaga silaturahmi dan berkumpul bersama dengan anggota keluarga yang lainnya. Apalagi setelah 1 bulan sebelumnya berperang melawan hawa nafsu dengan puasa. Makanya nggak heran kalau pada akhirnya banyak toko dan juga departement store yang memberikan penawaran istimewa berupa promo belanja Lebaran.

(Baca juga: Tetap Hemat di Bulan Ramadan, Ini Tipnya!)

Tentunya sebagai Menteri Keuangan rumah tangga, saya harus punya trik agar pengeluaran saat Lebaran nggak jadi jebol. Sedih rasanya kalau THR suami malah kurang karena saya nggak cermat dalam membelanjakan dan membagi uangnya ke dalam pos-pos pengeluaran dengan tepat. Nah, saya akui saya pun termasuk orang yang sangat senang kalau ada promo belanja saat jelang Lebaran ini. Jiwa ibuk-ibuk, bok! Girang banget kalau ada promo atau diskon walau kadang hanya berupa potongan 10 persen atau hadiah piring cantik.

Baca Juga:   Rahasia di Balik Sebuah Pakaian Dalam

(Baca juga: Cara Bijak Atur Anggaran Keluarga Biar Tetap Bisa Liburan dan Belanja)

Dengan adanya promo belanja ini pastinya membuat konsumen seperti saya semakin puas berbelanja berbagai macam kebutuhan tanpa harus keluarkan terlalu banyak biaya karena mendapatkan tawaran nilai yang terbilang murah meriah. Syukur-syukur kalau promonya beli 1 gratis 1 barang lagi. Untuk promo yang seperti ini biasanya saya manfaatkan apalagi kalau ada di tag barang sandang seperti sandal atau baju. Lumayan sekalian bisa beliin bapak dan bapak mertua, misalnya. 

Semakin beragamnya model transaksi perbelanjaan saat ini, nyatanya promo belanja Lebaran tak hanya ada di pusat perbelanjaan langsung. Tawaran semacam ini nyatanya juga berlaku di beberapa tempat belanja online atau situs jual beli online yang sekarang marak dijadikan sebagai pilihan masyarakat dalam melakukan transaksi jual belinya.

 

Saat jelang Lebaran, berbagai macam tawaran promo belanja Lebaran ini diberikan tak lain untuk meningkatkan penjualan sebuah situs perbelanjaan online. Bahkan untuk koleksi-koleksi lama yang sudah tidak laku dan diminati akan didorong agar laku di pasaran jelang Lebaran. Hanya saja kita juga harus tahu bahwa nggak semua promo tersebut menguntungkan bagi konsumen. Nyatanya tak jarang di antaranya diskon palsu atau diskon fiktif yang beredar. Jangan sampai tergiur diskon 90 persen, eh ternyata harga barang dinaikan gila-gilaan terlebih dahulu melebihi batas normal yang kalau dijual di hari biasa segitu-segitu juga, huhuhu.

Nah, agar terhindar dari penipuan seperti itu berikut ini setidaknya ada beberapa tips yang bisa kita lakukan sebelum tergiur promo belanja Lebaran di situs jual beli online:

1. Cek harga

Nggak jarang ada situs jual beli online yang memasang tulisan diskon besar-besar namun harga barang sudah dinaikkan terlebih dahulu. Jadinya sama juga bohong deh. Nah, buat mencegah diskon fiktif seperti ini coba deh kalian cek dulu harga barang asli dan juga setelah di diskon.

Diskon fiktif adalah sebuah kondisi dimana penjual menawarkan harga barang dengan nilai diskon yang tinggi, namun sebenarnya harga setelah dan sebelum di diskon tersebut sama saja. Hal ini tak lain dikarenakan harga asli barang dinaikkan terlebih dahulu sebelum nantinya diturunkan dengan adanya tawaran promo ini. Tentunya sangat merugikan bagi konsumen bukan? Buat mencegahnya kalian bisa lakukan survey terlebih dahulu antara harga asli atau pasaran barang. Jangan langsung tergiur dengan promo yang besar nilainya.

2. Cek Kondisi

Bukan cuma mobil yang harus dicek kondisinya jelang Lebaran demi kepentingan mudik, belanja barang promo pun harus ceki-ceki dulu kondisi barangnya. Jangan lupa untuk selalu mengecek kondisi barang sebelum dibeli. Jangan sampai kecele pengen barang murah tapi dapatnya malah zonk. Agaknya hal semacam ini juga yang paling sering dialami oleh masyarakat, entah itu produk fashion atau bahan makanan.

Faktanya nggak semua yang ditawarkan dengan diskon adalah barang baru. Banyak di antaranya adalah item fashion koleksi lama yang cacat atau tidak laku lagi di pasaran. Bahkan yang paling sering dijumpai adalah diskon produk makanan atau bahkan make up yang sebenarnya adalah barang-barang yang sudah mendekati masa kadaluarsa dijual dengan harga murah. Hiiii, nggak mau kan kalau pengen jadi untung malah buntung.

(Baca juga: Belanja Kebutuhan Sandang, Pilih Online atau Offline?)

3. Cek persyaratan

Satu hal yang biasanya selalu saya pegang teguh adalah: nggak semua barang murah itu mudah didapatkan. Bisa jadi buat mendapatkan barang idaman yang masih mulus dan baru dengan harga murah ada segudang syarat dan ketentuan yang berlaku di belakangnya. Penjual juga nggak mau rugi cuy! Apalagi ngasih diskon gede atau promo gratis cuma-cuma tanpa maksud. Makanya jangan luput untuk melihat ketentuan khusus yang tertera pada barang diskonan tersebut. 

Meskipun ada tulisan sale hingga nilai yang tinggi biasanya setiap toko memberlakukan sistem berbeda untuk mendapatkan potongan harga tersebut. Bisa jadi diskon atau promo itu mereka berikan buat konsumen yang membayar menggunakan kartu kredit saja ataupun dengan minimal pembelian sejumlah tertentu. Jadi jangan keburu nafsu belanja gara-gara hanya lihat promo atau diskon yang kelihatannya menarik.

4. Jenis diskon

Buat buk-ibuk macam saya nih penting banget buat terlebih dahulu mengenali jenis diskonnya dan mengetahui cara menghitung dengan tepat. Aapalagi zaman sekarang macam promo dan diskon sangat bervariatif, mulai dari adanya diskon bertingkat, promo beli 2 gratis 1. Belum lagi ada diskon voucher dan masih banyak yang lainnya. Pokoknya jangan asal tergiur tulisan diskon atau promo karena belum tentu kita bisa mendapatkannya.

Nah gimana? Sudah siap buat menyambut puasa dan THR? Jangan lupa, berbelanjalah dengan bijak dan jangan berlebih-lebihan. Ingat, sesuatu yang berlebihan tidak akan baik dari segi apapun.

Baca Juga:   Pasangan Halal yang Ingin Traveling Hemat, Yuk Intip Dulu Tipnya Di Sini!

Happy shopping!

 

5 Comments
Previous Post
Next Post