Haru Biru Hari Baru

Ini cerita hari pertama.saya masuk kerja. Iya, hari pertama setelah tiga bulan cuti, dikasih rehat setelah kehilangan Azka. Akhirnya setelah tiga bulan yang diisi dengan bobo-bobo, makan, nulis, nonton tv ini selesai. Saya rindu Kawasan Industri Pulogadung yang macet dan kantor dengan teman-teman yang hangat. Padahal dulu paling males kalau memulai hari dengan bekerja. Tapi kali ini semangat 45.

Hari pertama kerja yang ada di bayangan pasti akan penuh dengan haru biru. Ditambah lagi saya grogi, berasa anak baru hari pertama kerja. Pasti semua tempat dan momentum akan membangkitkan kenangan akan Azka. Belum lagi orang-orang yang bertanya “Kok udah lama ngga keliatan?” atau “Udah melahirkan?” atau “Babynya cewek apa cowok?” atau “Gimana anak? Sehat?” atau “Udah isi lagi belom?”dst dst yang bikin haru biru. Dan ternyata memang begitu. Tapi ternyata haru biru hari pertama kerja bukan sepenuhnya disebabkan oleh berbagai kenangan dan pertanyaan, tapi lebih karena hujan dan banjir. Ini hujan dan banjir air ya, bukan hujan air mata dan banjir kenangan.

Continue Reading
0 Comments

Selamat Ulang Tahun Ayah Azka

Enam belas tahun mengenalmu, empat tahun dekat denganmu dan satu setengah tahun menjadi bagian hidupmu, aku bahagia. Menjadi orang pertama yang kamu lihat saat membuka mata di pagi hari. Memasak makanan untukmu, memastikan hari ini kamu makan sehat dan tidak telat makan, rasanya menjadi bagian penting dalam hidupku. Selamat ulang tahun, sayang…

Selamat ulang tahun, Ayahnya Azka. Walaupun tahun ini aku tidak bisa memberi kado bayi mungil nan lucu, tapi Allah sudah memberimu hadiah malaikat kecil di surga, itu Azka. Pasti Azka hari ini mengucapkan selamat ulang tahun dari surga. Pasti dia sangat bangga sama ayahnya. Pasti kamu dan Azka sudah sering bertemu dalam doa, dan akan selalu seperti itu.

Continue Reading
0 Comments

Jangan Menyerah! Akulah Sang Pejuang

Hidup saya bak drama akhir-akhir ini. Drama sedrama-dramanya. Saya juga menjelma bak drama queen. Tapi beneran deh, kehilangan anak membuat hidup itu menjadi penuh drama, suram, lemah, putus asa, selalu meratapi nasib, hingga dihinggapi trauma. Lebay? Yah mungkin bagi banyak orang dibilang lebay tapi percayalah bahwa kehilangan anak yang sudah dinantikan itu bagai kehilangan semangat hidup.

Continue Reading
0 Comments

Mengunjungi Azka

Dear Azka,

Ini kali pertama ibu mengunjungimu, mengunjungi makammu, mengunjungi peristirahatan terakhirmu. Maafkan ibu ya baru sempat menjengukmu. Ibu masih berusaha mengumpulkan kepingan hati yang hancur karena kehilanganmu. Berusaha untuk tidak meneteskan air mata setiap mengingat apapun tentang kamu. Kamu apa kabar, Sayang? Ah pasti kamu baik dan sangaaatt bahagia di surga ya.

Continue Reading
0 Comments