Tentang Ojek Pangkalan vs Gojek Part Ke Sekian

Waaah lagi rame ya perbincangan soal ojek pangkalan vs Gojek karena ada postingan yang bilang abang ojek pangkalan membully abang Gojek. Yang akhirnya berujung pada para netizen atau pencinta Gojek yang membully abang ojek pangkalan. Yah bully-bullyan juga donk ujungnya. Kalo gitu apa bedanya kamu yang membully sama abang tukang ojek pangkalan? Sama-sama tukang bully. Padahal Bulan Ramadhan lho ini, yuk ah fokus ibadah aja.

Saya jadi tergelitik pengen nulis juga kan tentang abang ojek pangkalan vs Gojek. Bukan, ini bukan tulisan yang ditulis dengan sudut pandang antropologis, sosiologis, atau bisnis seperti yang sudah-sudah. Ini dari sudut pandang saya aja, sebagai orang yang ketergantungan sama tukang ojek buat mobilitas kemana-mana.

Continue Reading
0 Comments

Tidak ada yang mengalahkan rasa sakit duka orang tua yang menguburkan anaknya yang pergi lebih dulu daripada mereka.

-Fanni Imaniar’s Mom-

0 Comments

Coba Lagi

Aku datang lagi ke tempat ini, ada lagi di tempat ini dan rasanya seperti dejavu. Iya, aku kembali lagi ke Klinik Yasmin, ke RSCM Kencana, bertemu lagi dengan dr Budi setelah empat butir caberline habis dalam waktu empat minggu. Ini rasanya seperti dulu saat aku program hamil pertama. Dulu, di kesempatan ini aku diberi surprise hamil Azka. Dan sekarang? Entahlah, sepertinya kemungkinannya sangat tipis.

Aku menatap sudut-sudut ruang tunggu. Masih sama, berbagai ekspresi wajah pasangan hadir disana. Dari yang harap-harap cemas, kecewa, hingga bahagia karena program hamilnya sukses. Oh, aku rasanya ingin seperti yang terakhir. Ingin seperti setahun lalu dimana dr Budi bilang bahwa aku hamil. Aku bisa hamil.

Continue Reading
0 Comments

Pasang Surut Program Hamil

Memutuskan untuk melakukan program hamil merupakan sesuatu yang tidak mudah. Butuh komitmen bersama, butuh persiapan mental, butuh menabung materi secukupnya, butuh kesehatan yang prima, dan butuh ini itu yang lain. Makanya setiap saya bertemu dengan sesama teman yang sedang program hamil, saya selalu support. Kalo mereka butuh info pun, saya tak pelit untuk membagi apa yang saya dapat selama program hamil.

Saya pun terbuka mengakui bahwa iya saya sulit hamil makanya harus pakai jasa dokter untuk program hamil. Karena tak jarang orang yang mau terbuka tentang kondisi kesehatannya. Jarang orang yang mau terbuka kalo dia kena PCO, kalo dia ada penyumbatan, atau kalo suaminya mungkin saja ada masalah sama spermanya.

Continue Reading
0 Comments

Hallo Hiperprolaktin

Seperti dugaan dr Budi sebelumnya, prolaktin saya pasti tinggi lagi karena haid berantakan lagi. Dan ternyata benar. Setelah cek lab dan keluar hasilnya, maka keluarlah itu angka 99,51 hasil tes hormon prolaktin. Padahal nilai rujukan untuk prolaktin 4,79-23,30. Lumayan tinggi lah yaa. Sementara prolaktin saya pas promil pertama mencapai 84 sekian. Itu saja sudah berantakan sekali jadwal haidnya. Bahkan tahun 2013 saya setahun hanya haid dua kali.

Continue Reading
1 Comment