(Pantaskah) Saya Menggugat Allah?

Allah Maha Adil. Menciptakan dunia dan seisinya dengan semua alasannya. Bahkan daun kering yang jatuh dari pohon pun atas izin-Nya.

Berkali aku bertanya. Berkali pula aku protes. Dan berkali pula aku menggugat. Kenapa Allah mengambil Azka begitu cepat, di saat kami belum merasakan kehadirannya? Allah pasti punya alasan.

Terkadang rasanya ingin aku bertanya, ingin aku mencari jawaban, kenapa bayiku begitu cepat dititipkan? Kenapa aku tak bisa sekedar merasakan Azka memanggil “ibu” dan mendengarnya menangis? Kalau saja aku bisa protes, kenapa bayi-bayi yang tak diinginkan jauh lebih bisa bertahan hidup? Kenapa bayi-bayi yang ingin digugurkan justru bisa bertahan lebih lama? Atau kenapa bayi-bayi yang bahkan tak tahu siapa ayahnya memiliki harapan yang lebih panjang?

Kenapa harus Azka, Allah?

Allah Dzat Maha Mulia, ingin Azka mendapatkan yang terbaik. Iya, yang terbaik adalah di sisi-Nya. Azka terlalu bersih, terlalu suci, terlalu disayangkan untuk terlalu lama menikmati kotornya dunia. Azka tidak hilang. Azka hanya kembali ke Yang Maha Memiliki. Dan aku hanya dititipi, untuk sementara waktu saja.

Astaghfirullahaladzim. Maaf Allah, mungkin aku terlalu rindu dengan Azka. Terlalu terbiasa 24 jam bersamanya.

Lalu, masih pantaskah aku menggugat Allah. Allah lah pemilik segalanya. Pemilik Azka dan Dia berhak kapan saja mengambil titipan-Nya. Sementara aku berusaha tegar sambil terus mencari jawaban mengapa Allah sesingkat itu menitipkan Azka.

Semoga doa ibu selalu menyejukanmu, Nak..

Ibu sayang Azka :*

0 Comments
Previous Post
Next Post