[Review Novel] Dark Memory, Kisah Menyingkap Tabir Gelap Masa Lalu

Judul: Dark Memory
Pengarang: Jack Lance
Format: 13,5 x 20 cm
ISBN: 978-602-394-368-5
Jumlah halaman: 340
Harga: Rp 60.000,-
Soft cover
Kategori: Novel

Sinopsis

Rachel Saunders terbangun di tengah hutan yang aneh, sendirian, di malam hari. Ia terluka parah dan mengalami amnesia. Setelah berhasil keluar dari hutan, ia ditolong oleh pasangan Stephen dan Ellen Mackenzie. Baru beberapa saat setelah ia ditolong dan tenang, Rachel bisa mengingat lagi beberapa hal pada dirinya. Sayangnya, ia tetap tak bisa mengingat hal-hal yang terjadi tiga minggu sebelumnya hingga mengapa ia bisa terbangun di tengah hutan.

Pacar Rachel, Jonathan Lauder menjemputnya di kediaman Stephen. Ia mengatakan minggu lalu Rachel berangkat dari rumahnya di Inggris ke Skotlandia untuk menghadiri pemakaman Jenny Dougal, sahabatnya yang tewas saat naik gunung. Rachel pergi sendirian dan setelah pemakaman ia menghilang selama tiga hari hingga akhirnya ia terbangun di tengah hutan Skotlandia dengan kehilangan ingatan jangka pendek. Namun, ada satu hal yang sangat diyakini Rachel yaitu bahwa Jenny belum meninggal. Ia merasa sahabatnya itu masih hidup, ada di suatu tempat, dan Rachel merasa harus segera menemukannya sebelum terlambat.

Untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi dan mengembalikan ingatan jangka pendeknya yang hilang, Jon dan Rachel merekonstruksi hari-hari saat Rachel menghilang. Semuanya demi mencari kebenaran mengenai Jenny dan mengetahui penyebab Rachel kehilangan ingatannya. Sayangnya, usaha pencarian itu tidak berjalan mulus. Proses mencari missing link itu menemui banyak tantangan, mimpi-mimpi buruk, hingga teror yang sungguh menakutkan. Mimpi-mimpi buruk tentang monster berwajah serigala mengerikan menghantui malam-malam Rachel. Apakah Rachel dan Jon berhasil untuk menemukan kembali kepingan ingatan Rachel yang hilang? Lalu, apakah Jenny sesungguhnya masih hidup?

Review

dark-memory

1. Layout

Seperti halnya novel bergenre thriller atau misteri, novel Dark Memory ini menggunakan sampul berwarna gelap dengan dominasi warna hitam. Dari sampul sudah menggambarkan kalau novel ini akan menyangkut dengan hal-hal yang berbau misteri, kegelapan, dan kengerian.

2. Gaya Bahasa dan Penulisan

Karena novel ini merupakan novel terjemahan maka akan terasa khas sekali gaya bahasa novel terjemahan yang biasanya agak kaku. Namun, ini tidak mengurangi rasa penasaran saya untuk membaca lagi dan lagi lembar per lembar novelnya. Apalagi kualitas terjemahan dari Penerbit BIP bisa menggambarkan dengan baik dan detail dalam cerita-ceritanya. Sayangnya, di beberapa tempat masih terdapat typo baik dalam penulisan kata atau penulisan nama tokoh yang terbolak-balik. Akan tetapi, typo ini tak menjadi gangguan besar buat saya untuk terus menikmati keseruan cerita Rachel dan Jon.

3. Penokohan

Tokoh utama dalam novel ini adalah Rachel Saunders. Rachel diceritakan sebagai sosok yang memiliki imajinasi supranatural yang sangat dekat dengan sesuatu yang berbau kengerian. Namun yang membuat saya sedikit surprise adalah masa lalu Rachel. Saya seolah ‘diajak’ Jack untuk membaca dari awal hingga akhir novel ini guna mengetahui sosok Rachel yang sesungguhnya, yang tidak pernah lepas dengan ingatan buruk masa lalu dan trauma berat yang pernah dialaminya.

Didukung dengan beberapa tokoh lain seperti Jonathan, Bibi Elizabeth, Jenny Dougal, dan tokoh pendukung lainnya, Jack berhasil memberikan ending dan sudut pandang yang tak disangka-sangka sebelumnya.

4. Kesan

Membaca novel Jack Lance ini membangun theatre of mind sendiri dalam diri saya. Saya membayangkan sedang berada di film bergenre thriller, menjadi Rachel yang berkeliling dengan Jon untuk merekonstruksi ingatannya yang hilang, melewati jalanan pedesaan Skotlandia, hingga merasakan kengerian saat teror-teror datang melanda Rachel. Rasanya tak mau berlama-lama menjeda dan melewatkan lembar per lembar novel ini.

Alur cerita novel awalnya berjalan lambat. Berbagai hal digambarkan terpisah-pisah namun semakin lama ternyata satu sama lain saling berkaitan dan justru membawa pembaca untuk ikut menebak kisah apa yang terjadi selanjutnya. Membuat pembaca yaitu saya ikut menebak dan merekonstruksikan apa saja sih sebenarnya ingatan-ingatan yang hilang dari Rachel dan mengapa bisa hilang.

Menurut saya, cerita mulai menemukan nyawanya menjelang pertengahan. Tepatnya ketika Rachel dan Jon mulai untuk merekonstruksi satu per satu peristiwa jelang kematian Jenny Dougal. Tensi semakin naik di dua pertiga bagian buku ketika fakta demi fakta mulai terkuak. Apalagi ketika mulai muncul tokoh Paula Deckers dan kasusnya. Saya sebagai pembaca merasa seperti membaca kasus investigasi kriminal. Maklum saja, pengalaman sebagai wartawan investigasi saat bekerja dulu membuat saya jadi semakin tertarik kala cerita mulai penuh teka-teki dan pembaca diajak menerka missing link yang sedang berusaha dipecahkan oleh Rachel dan Jon.

Satu hal yang paling saya suka dari novel ini adalah Jack Lance berhasil menggabungkan antara supranatural dengan ilmu psikologi. Sehingga, cerita yang awalnya terkesan akan digiring ke dalam imajinasi khayalan Rachel justru berujung pada ilmu-ilmu psikologi yang bisa diterima secara logis.

Hal lain lagi yang saya suka dari novel ini adalah pesan tentang cinta dan kasih sayang. Walaupun novel ini merupakan novel misteri, namun Jack berhasil menyisipkan pesan cinta di dalamnya. Tidak hanya cinta sepasang kekasih seperti halnya Rachel dan Jon, tetapi juga cinta orang tua pada anaknya yang digambarkan dalam hubungan ibu anak antara Grace dan Jenny Dougal serta Roy-Frances Deckers pada anak semata wayangnya, Paula Frances. Jack berhasil menyisipkan romantisme dalam cinta Rachel dan Jon dengan gayanya sendiri. Walaupun novel ini bergenre misteri tetapi tetap saja bumbu cinta dan romantisme Rachel dan Jon amat terasa di dalamnya.

Tentang Jack Lance

Jack Lance adalah nama pena dari Ron Puyn. Ia adalah penulis asli Belanda yang menulis banyak novel bergenre thriller dan misteri. Hasil karyanya telah terjual ke berbagai penerbit di 13 negara dan buku-bukunya dirilis di sekitar 25 negara di seluruh dunia hingga saat ini. Novel Dark Memory ini adalah novel ber-genre thriller kesekian yang telah dihasilkannya. Novel ini mendapat sambutan hangat baik itu dari negerinya sendiri, Belanda, atau negara-negara lain di dunia.

Jack Lance (kanan, berkemeja putih) saat peluncuran novel Dark Memory di Jakarta
Jack Lance (kanan, berkemeja putih) saat peluncuran novel Dark Memory di Jakarta

Gaya penulisan dan nuansa novel yang dibangunnya merupakan perpaduan antara novel-novel Stephen King dan Dean Koontz dengan suasana yang cepat, mencengkeram, dan mudah dibaca. Tak heran kalau Jack Lance dijuluki banyak pengulas sebagai “Stephen King-nya Belanda”. Namun, Jack Lance saat dijumpai pada peluncuran novel Dark Memory di sebuah mall kawasan Jakarta Barat ini berujar kalau ia lebih dalam saat menggali cerita-cerita novelnya dibandingkan dengan Stephen King.

Sebelum menulis Dark Memory, Jack Lance juga telah mengeluarkan beberapa novel yang laris di pasaran. Salah satu buku yang mencetak sukses di pasaran adalah The Day You Died yang telah berhasil terjual 100.000 kopi di Belanda dan Belgia pada tahun 2014. Sementara itu, edisi Bahasa Jermannya telah terjual puluhan ribu kopi. Selain The Die You Died, ada pula novel Night Eyes yang telah diadaptasi menjadi film layar lebar berdurasi 90 menit di Holywood, USA dengan budget USD 100.000.

Pria berusia 49 tahun ini sudah memulai menulis cerita dari usia enam tahun. Semakin kesini, Jack semakin mengkhususkan diri untuk menulis cerita-cerita misteri dan thriller. Hal ini dilakukannya karena memang sejak kecil ia tertarik dengan cerita misteri. Apalagi pria yang beristrikan perempuan Makassar ini mengatakan kalau memang dirinya senang berimajinasi aneh sejak kecil. Tak heran jika semua novelnya dikatakannya memiliki keunikan karena ditulis dengan menggunakan pendekatan paranormal-supranatural. Salah satunya tergambar jelas dalam novel Dark Memory ini.

Jadi buat kamu yang menggemari cerita-cerita detektif atau bergenre misteri, thriller, psikologi, bahkan investigatif, saya merekomendasikan novel Dark Memory ini untuk dibaca.

ratna dewi

 

12 Comments
Previous Post
Next Post