Mengulang Memori Lewat Imaji Terindah Karya Sitta Karina

Judul: Imaji Terindah (Seri Keluarga Hanafiah)
Penulis: Sitta Karina
Penerbit: Literati
ISBN: 978-602-8740-60-9
Jumlah Halaman: 290 halaman
Soft Cover
Kategori: Novel Fiksi

Apa rasanya didekati oleh seorang laki-laki yang nama belakang keluarganya sudah bikin minder? Yang kalau ditelusuri nama belakang keluarganya bisa jadi yang ‘punya’ sepertiga Indonesia. Itulah yang dirasakan Aki, panggilan Kianti Srihadi, ketika dirinya masuk ke sekolah baru dan dikejar-kejar Christopher Hanafiah. Iya, Prince Christopher salah satu pemuda dari klan Hanafiah yang terkenal bikin cewek klepek-klepek.

Itu tadi kira-kira sepenggal cerita dari novel Imaji Terindah karya Sitta Karina. Buat saya ini buku baru namun cerita lama. Iya, karena saya sudah pernah baca ceritanya bertahun lalu saat masih duduk di bangku kuliah. Buku pertama Sitta Karina yang dipinjami teman saya adalah Imaji Terindah. Dan Imaji Terindah-lah yang membuka jatuh cinta saya sama kisah-kisah dari Keluarga Hanafiah.

Blurb

“Jangan jatuh cinta kalau nggak berani sakit hati.”

Tertantang ucapan putra rekan bisnis keluarganya pada sebuah jamuan makan malam, Chris Hanafiah memulai permainan untuk memastikan dirinya tidak seperti yang pemuda itu katakan.

Dan Kianti Srihadi -Aki- adalah sosok ceria yang tepat untuk proyek kecilnya ini.

Saat Chris yakin semua akan berjalan sesuai rencana, kejutan demi kejutan, termasuk rahasia Aki, menyapanya. Membuat hari-hari Chris tak lagi sama hingga menghadapkannya pada sesuatu yang paling tidak ia antisipasi selama ini, yakni perasaannya sendiri.

Cerita Lama Rasa Baru

Imaji Terindah adalah novel pertama Sitta Karina yang saya baca. Novel ini jadi pembuka saya untuk menggemari tulisan-tulisan Sitta Karina terutama yang menceritakan soal Keluarga Hanafiah. Klan Hanafiah dikisahkan merupakan keluarga sosialita terpandang di Indonesia dengan keturunan ketiganya yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Dari Diaz Hanafiah yang paling down to earth, Inez Hanafiah yang sangat girly, Reno Hanafiah si eshol penakluk wanita, Nara Hanafiah yang paling saya suka badboy, sampai pada Chris Hanafiah si angkuh yang romantis. Buku Imaji Terindah inilah yang mengisahkan kisah Chris bersama cinta pertamanya kala SMA.

Adalah Chris Hanafiah, salah satu cucu Hanafiah yang dikenal sebagai keluarga jet set di Indonesia. Chris atau yang biasa dipanggil Prince Christopher di sekolahnya adalah siswa ganteng dan keren yang merupakan anggota klub otomotif serta jadi dambaan para murid wanita di sekolahnya. Pesona Chris ibarat Prince Charming di sekolah hingga akhirnya muncul sosok Kianti Srihadi -Aki- seorang siswa baru pindahan dari Jepang.

Hadirnya Aki di sekolah seolah mengalihkan dunia Chris. Chris jatuh cinta dan tergila-gila pada Aki yang belum-belum sudah mencuri perhatiannya karena bergabung di klub cheerleader. Namun sayangnya Aki menyimpan suatu rahasia besar di hidupnya. Rahasia yang akhirnya membuat pandangan hidup Chris jadi berubah. Rahasia yang secara tidak langsung menjadikan suasana hati dan persahabatan Chris naik turun bak rollercoaster.

Saat dulu belum membaca Imaji Terindah (dan kisah Keluarga Hanafiah yang lain) saya sempat underestimated sama isi ceritanya. Awalnya saya mengira bahwa isi buku ini akan seperti buku dongeng princess karena sudah judge dari judul-judulnya. Ternyata nggak. Imaji Terindah membuka jatuh cinta saya sama sosok-sosok di Keluarga Hanafiah. Buat penyuka cerita romansa kayak saya, buku ini cocok dijadikan rekomendasi bacaan. Ceritanya ringan dan mudah dipahami, tentang cinta seorang anak SMA yang dituturkan dengan kisah tak biasa. Tentang cinta pertama saat SMA yang diceritakan dengan penuh romansa. Dan satu lagi, tentang romansa cinta SMA yang dikisahkan belum tersentuh oleh pengaruh gadget dan social media di zamannya.

Imaji Terindah membuka jatuh cinta saya pada kisah Keluarga Hanafiah

Novel Imaji Terindah karya Sitta Karina memang bukan novel baru. Saya pertama kali baca rentetan novel Sitta Karina karena dipinjami oleh teman kuliah saya yang bernama Desi. Buku yang pertama kali saya pinjam adalah Imaji Terindah. Oleh karenanya ketika Kak Arie, panggilan Sitta Karina, berbaik hati menghubungi saya dan berniat ingin memberikan Imaji Terindah versi terbaru, saya mendadak girang.

Kenapa? Kok senorak itu? Karena lewat membaca Imaji Terindah-lah akhirnya saya jatuh cinta sama novel-novelnya Sitta Karina khususnya yang menceritakan tentang Keluarga Hanafiah. Novel-novel Sitta Karina bukan cuma bacaan selintas lalu tetapi juga punya kenangan. Dulu, saya membaca novel Sitta Karina dari hanya meminjam teman sampai akhirnya punya motivasi sendiri untuk membeli.

Setelah kisah Chris, Diaz-Sisy, dan Inez Hanafiah, saya baru bisa membeli sendiri novel-novel Sitta Karina. Saya ingat banget, membeli novel Seluas Langit Biru dari uang hasil menang Karya Tulis Mahasiswa. Lalu, novel Titanium yang sengaja diberikan suami saya yang saat itu masih jadi pacar sebagai kado ulang tahun. Nggak lupa kisah saling pinjam novel Sitta Karina dengan teman kerja saya yang juga sama-sama penggemar berat Keluarga Hanafiah. Ah, rasanya Keluarga Hanafiah nggak cuma dikisahkan di dalam novel tapi juga punya story tersendiri bagi saya.

Lalu mabuk cinta saya pada sosok-sosok cerita Keluarga Hanafiah berlanjut. Ibaratnya saya sakaw kisah orang per orang dari Keluarga Hanafiah. Beberapa malam saya saat masa kuliah dihabiskan untuk berada di warnet dan mengirimi Kak Arie email sekadar menanyakan kapan kisah Hanafiah lainnya diceritakan. Saat itu saya sering bertanya tentang kapan kisah Reno dan Nara, duo badboy Hanafiah, diceritakan. Dan Kak Arie selalu membalas email-email saya (saat itu belum masanya social media yang mendekatkan idola dan fans, jangan tanya tahun berapa ya itu, haha). Setiap email dibalas pasti saya selalu deg-degan berharap kisah duo badboy ini diceritakan panjang lebar dalam sebuah novel. Hingga akhirnya Dunia Mara lahir dan kisah Reno Hanafiah di dalamnya menjawab dahaga saya.

Beruntung saya diberi Kak Arie Imaji Terindah terbitan terbaru karena di buku itu juga diceritakan sedikit tentang Nara Hanafiah, si karakter Hanafiah favorit saya. Walaupun sedikiiitt, tapi cukup mengobati kerinduan saya terhadap cerita baru Keluarga Hanafiah. Ini juga yang membedakan Imaji Terindah terbitan kali ini dengan yang sebelumnya. Tak hanya memuat cerita Chris dan Nara Hanafiah, kisah Kaminari Kei (yang sosoknya juga muncul di Seluas Langit Biru bersama Bianca Hanafiah) juga diceritakan dalam satu cerita terpisah. Buku terbitan baru ini seolah menjadi buku dengan banyak cerita baru bukan hanya tentang kisah Keluarga Hanafiah tetapi juga orang-orang yang bersinggungan dengan kehidupan sosialita ini.

Kalau kamu butuh bacaan yang ringan, penuh romansa, dan menghibur, Imaji Terindah cocok untuk dijadikan ‘santapan’ di waktu santaimu.

 

ratna dewi

 

12 Comments
Previous Post
Next Post