Rindu

Ketika jatuh cinta, rindu akan menjadi rasa yang menyiksa dan mungkin sekaligus membahagiakan. Aku memang jatuh cinta, selalu jatuh cinta, jatuh cinta pada my Azka. Jatuh cinta sejak dia hanya berbentuk titik kecil di rahim. HIngga semakin membesar dan membesar. Semakin jatuh cinta ketika 24 jam dia berada di dekapanku, menjadi bagian dari tubuhku, menjadi tempat berbagi.

Tapi kali ini rindu ini begitu menyiksa, begitu sakit. Tahukah kamu rasanya rindu pada seseorang tapi tak bisa bertemu, berbicara, membelainya, mendekapnya, bahkan sekedar bertemu dengannya lewat mimpi? Aku rindu Azka, yang tangisannya tidak pernah aku dengar, yang wajahnya tidak pernah aku lihat secara langsung, yang tawanya tidak pernah aku jumpai, yang tubuhnya bahkan belum sempat aku peluk.

Aku rindu Azka, kami rindu Azka, tapi tak bisa apa-apa. Hanya rapalan doa dan airmata yang selalu terkirim. Menjadi media komunikasi. Semoga Azka selalu bahagia. Semoga bisa selalu menenangkan hati. Aku kuat, insyaallah ikhlas. Aku hanya rindu. Rindu layaknya orang tua pada anaknya.

Allah Maha Baik, memberikan tempat terbaik bagi Azka. Surga abadi. Agar Azka lebih senang bermain dengan bidadari, sambil melihat ayah dan ibu disini.

Azka, lagi apa di surga? Ibu kangen 🙂

Ibu sayang Azka :*

0 Comments
Previous Post
Next Post