Selamat Satu Bulan, Azka

Dear Azka di surga,

Tepat sebulan yang lalu, kamu ‘dilahirkan’. Bagaimana satu bulan di surga, Nak? Pasti jauh lebih menyenangkan. Pasti jauh lebih indah ya? Ah, kamu pasti bisa melihat ibu dari sana, sambil bermain sama bidadari-bidadari cantik di surga. Iya, tepat tanggal 8 ini kamu sudah satu bulan. Angka yang sama, 8, angka yang ibu suka. Angka yang selalu mengingatkan ibu ketika dulu jadian sama ayah. Tapi ketika mengingat angka 8 dan kamu, perih sekali rasanya hati ibu.

Satu bulan setelah kamu tiada, banyak yang berubah. Ibu masih terus mencoba berdamai dengan hati. Masih terus mencoba berdamai dengan situasi dan kenyataan. Masih menganga luka dan perih itu, yang tidak sebanding dengan sakitnya ketika melahirkan kamu. Ibu masih mencoba tidak menangis ketika sendiri. Tidak menangis ketika mengingat kamu. Tidak menangis ketika memandangi fotomu di hp. Tidak menangis ketika mengingat segalanya tentang kamu. Tapi susah sekali, Azka.

Satu bulan setelah kamu pergi, rasanya banyak sekali yang hilang. Iya, ibu kehilangan separuh jiwa ibu. Ibu kehilangan kamu yang 24 jam selalu dalam dekapan ibu. Ibu belum bisa berhenti menyalahkan diri sendiri. Seandainya ibu bisa lebih menjaga kamu. Seandainya ibu lebih peka. Seandainya..seandainya yang lain. Tapi sayang, waktu tak bisa diputar, Azka.

Satu bulan setelah kamu pergi, ibu masih mengumpulkan kepingan-kepingan perasaan yang hancur. Taukah kamu Nak? Ibu masih selalu iri melihat para ibu hamil yang sehat, bayi-bayi lucu, berita kelahiran yang membahagiakan. Ah, andai saja ibu jadi mereka. Sekarang seolah tempat keramaian menjadi tempat yang paling tidak nyaman bagi ibu. Itu sebabnya, ibu selalu berjalan tertunduk ketika melihat para ibu hamil dan bayi-bayi lucu itu. Ibu selalu ingat kamu.

My Azka di surga,

Setelah kamu pergi, segala sesuatu seolah mengingatkan ibu padamu. Di rumah, di mall, melihat hp, membaca twitter, membuka facebook semuanya seolah memutar kenangan tentang kamu. Maaf Azka, kalau ibu belum bisa move on. Susah sekali. Bahkan mungkin tak bisa. Karena kamu dan segala memori tentangmu tersimpan rapi di hati ibu.

Satu bulan setelah kamu pergi, rasanya kangeeeen sekali. Ibu ingin bertemu kamu, memeluk kamu, mencium kamu walau hanya lewat mimpi. Semoga suatu saat bisa ya, Nak.

Dear Azka,

Semoga ibu bisa selalu kuat. Semoga kamu selalu bahagia di surga. Kecup sayang ibu selalu buat Azka.

Ibu sayang Azka :*

0 Comments
Previous Post
Next Post