Posts Tagged ‘hamil’

Berbagai Pertimbangan Sebelum Memilih Dokter Kandungan

pertimbangan-sebelum-memilih-dokter-kandungan

Memilih dokter kebidanan dan kandungan (dokter kandungan/obgyn) itu gampang-gampang susah. Kenapa? Karena dokter kandungan adalah seseorang yang kita percaya untuk ‘membongkar pasang’ di bagian yang paling dilindungi oleh perempuan, setelah suami pastinya. Dokter kandungan adalah orang yang dipercaya untuk menolong paling tidak dua jiwa, ibu dan anak, saat melahirkan. Oleh karenanya,¬†ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum seorang perempuan memilih dokter kandungan.

Continue Reading

20 Comments

Syukurku Berkahku

syukurku berkahku

Semenjak November 2014 lalu hidup saya jadi drama. Sayanya juga sedikit jadi drama queen. Tapi, kehilangan berkali-kali membuat saya lupa rasanya bersyukur. Kehilangan berkali-kali membuat saya tidak bisa melihat berkah kecil yang mungkin saja hal itulah sumber kebahagiaan.

November 2014 saya kehilangan Azka, anak saya yang berusia 24 minggu dalam kandungan. Betapa tidak terguncang, karena saya, dan juga suami tengah berada di puncak kebahagiaan. Ini kehamilan pertama setelah menunggu 11 bulan pernikahan melalui program hamil. Dan kala itu saya benar-benar terguncang. Harapan saya, harapan kami hilang.

Continue Reading
0 Comments

Living with Uterus Bicornis

uterus-abnormalities

Dalam beberapa postingan saya sebelumnya, saya pernah menulis kalo dokter memvonis saya memiliki rahim kembar atau rahim dua rumah atau uterus bicornis. Sebenarnya vonis ini bukan baru saja dinyatakan karena hamil Adik kemarin, tapi sejak pascamelahirkan Azka, dokter menemukan bahwa rahim saya ternyata dua rumah atau ada dua.

Pas hamil Azka, dokter mungkin belum ngeh kalo saya memiliki uterus bicornis, tapi pas hamil Adik, dari awal dokter udah bilang kalo saya punya uterus bicornis dan memang agak worry. Makanya sejak awal hamil Adik, di data rekam medis saya sudah digambar dengan jelas bentuk rahim saya seperti hati. Dokter juga sudah wanti-wanti sama saya buat periksa ke spesialis fetomaternal (untuk kehamilan berisiko tinggi) nantinya pada saat usia kehamilan empat dan tujuh bulan. Tetapi ternyata takdir berkata lain, belum sapai umur delapan minggu ternyata Adik harus kembali ke Sang Maha Pencipta karena ternyata kehamilan saya blighted ovum.

Continue Reading
0 Comments