Posts Tagged ‘IUFD’

Ketika Mereka Bertanya “Kapan Punya Anak?” pada Perempuan yang Pernah Keguguran

pertanyaan-kapan-punya-anak

Dalam delapan tahun terakhir ini rupanya pertanyaan dengan kata “kapan” sangat sering terdengar di kuping saya. Mulai dari kapan lulus, kapan kerja, kapan nikah, kapan punya rumah, kapan beli mobil, sampai kapan punya anak. Trus gimana rasanya? Buat sesekali sih oke, tapi kalo pertanyaan yang sama diulang-ulang mulu kok ya kesannya jadi bosan dan ganggu ya.

Continue Reading
36 Comments

Sepotong Rindu

sepotong-rindu

“Hai, Ibu,” sapanya sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya ketika aku muncul dari balik pintu.

Sore ini, dia masih seperti tadi pagi. Tersenyum riang setiap melihatku. Wajahnya bersinar. Yang membedakan hanya bajunya. Sore ini dia tak lagi memakai seragam sekolahnya. Tapi air mukanya selalu sama, selalu bercahaya. Dia berlari menghambur ke arahku.

“Aku sayang ibu,” ucapnya sambil mencium pipiku berkali-kali.

Continue Reading
0 Comments

Book Review: Membaca Diri di Critical Eleven

critical eleven

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It’s when the aircraft is most vulnerable to any danger.

Continue Reading
21 Comments

Nyinyir

nyinyir

Per akhir September ini saya akan resmi resign. Resign? Iya resign dari kantor yang sekarang. Trus mau kerja dimana? Di rumah, jadi istri rumah tangga dulu sementara. Daaann mengambil keputusan buat resign tanpa ada pekerjaan pengganti itu berat. Selain saya harus memikirkan kegiatan apa yang akan dilakukan setelah di rumah nanti buar nggak bosen, tapi juga harus tutup kuping tebal muka menghadapi orang yang nyinyir.

Orang yang nyinyir itu nyebelin ya. Iya nyebelin karena rata-rata dari mereka komentar tanpa memberi solusi. Adaaa saja yang komen tentang keputusan saya. Segala sesuatu dianggap salah. Ada juga yang tanya dengan nada nyinyir. Pokoknya nyebelin. Dan akhirnya mereka ngga pernah kasih solusi atas apa yang saya alami.

Continue Reading
0 Comments