Posts Tagged ‘Lebaran’

5 Hal yang Dirindukan dari Kampung Halaman Tercinta, Purworejo

Sebagai kampung halaman buat saya, Purworejo emang ngangenin banget. Setiap sudutnya sangat ngangenin. Kangen terhadap Purworejo semakin menjadi-jadi tatkala saya mengingat kapan terakhir kali pulang kampung, yaitu akhir tahun lalu. Sampai sekarang belum pulang kampung lagi dan makin kangen. Parahnya lagi, rencana mudik tahun ini terpaksa saya dan suami batalkan karena dokter obgyn kami tidak merekomendasikan buat mudik Lebaran dulu. Huhuhu, sedihnya.

Continue Reading
9 Comments

Ramadan Ekstra dengan Si ´Dia´ dan Tokopedia

Ramadan setiap tahunnya punya kesan yang spesial di hati saya. Setiap Ramadan tiba, pengalaman dan rasa berbeda hadir. Tahun demi tahun pasti ada saja perbedaannya. Termasuk juga Ramadan tahun ini. Walaupun saat menulis tulisan ini Ramadan belum benar-benar hadir, tapi aura-auranya sudah terasa. Tahun ini insyaallah akan jadi Ramadan ekstra bukan hanya buat saya tetapi juga buat keluarga.

Continue Reading
3 Comments

Kenangan Masa Kecil Saat Ramadan, dari Palsukan Tanda Tangan sampai Jadi Asongan

Ramadan di usia yang telah beranjak menjadi mak-emak sekarang seringnya dipadati dengan jadwal bukber, penantian THR, rencana mudik, atau list yang mau dibeli untuk Lebaran. Semuanya nggak jauh-jauh dari keriuhan dan kesibukan. Tapi pernahkah kita sejenak flash back kalau zaman dulu, zaman kita kecil, Ramadan begitu indah dan tak terlupakan dengan segala kegiatannya.

Continue Reading
13 Comments

Mudik

Ini bukan mudik pertama di hidup saya. Tapi mudik kali ini terasa berbeda. Ini mudik pertama setelah saya menikah, mudik setelah hampir empat tahun tidak merasakan hangatnya berlebaran bersama keluarga. Ini mudik pertama saya sebagai seorang istri, mudik pertama bersama suami. Ini mudik pertama juga dimana waktu mudik dibagi untuk dua keluarga.

Mudik ini sebenarnya sudah direncanakan dari jauh-jauh hari karena tiket sudah niat dipesan dari H-90. Kami memang sengaja mau naik kereta, karena kemudahan akses ke rumah yang tinggal turun udah sampai rumah (karena rumah belakang stasiun). Selain itu ngga pernah kepikiran mudik via jalur darat (naik bus atau bawa mobil) mengingat pengalaman orang-orang yang butuh sampai berpuluh-puluh jam di dalam mobil. Trus ngga kepikiran juga naik pesawat karena buat sampai ke rumah harus nyambung lagi naik kereta, capek.

Continue Reading
3 Comments