Posts Tagged ‘pernikahan’

Alasan-Alasan yang Membuat Menikah Menjadi Begitu Sulit

Kebanyakan orang pasti pengen menikah. Hmmm siapa sih yang nggak pengen nikah? Tapi kadang menikah nggak semudah yang dibayangkan lho. Apalagi di Indonesia. Eits, saya bukan curhat karena saya sudah menikah dan sudah pernah melewati drama-drama menikah. Tapi saya tergelitik aja buat bikin postingan ini karena terinspirasi sama tulisannya Innnayah.

Continue Reading
45 Comments

Book Review: Pelajaran Meniti “Rumah Tangga”

Bagaimana mungkin seorang suami bisa merendahkan istrinya? Demi cinta dan kebahagiaan keluarga, para istri mengorbankan apa pun saja termasuk karier dan rasa percaya dirinya. Bukankah tak ada satu pun dari suami yang bisa memastikan istrinya, bila diberi kesempatan yang sama, tak akan lebih sukses darinya? Para istri bukanlah “pelayan” suami, jangan rendahkan mereka. Karena keagungannya, mereka merendahkan diri dan hatinya untuk dengan rela melayani suami atas nama cinta.

 

Continue Reading
0 Comments

Marriage Life: Saya Bahagia Walaupun Belum Punya Anak

Idealnya ya, kehidupan setelah menikah itu adalah: sebulan kemudian testpack trus positif, sembilan bulan bulan kemudian melahirkan, punya anak yang lucu-lucu, suami bahagia, dan happily ever after. Itu idealnya ya. Tapi hidup kan ngga selalu berjalan on the track. Ngga selalu ideal seperti rencana yang kita harapkan. Ada orang yang berbahagia karena pernikahannya lengkap, dikasih karunia anak cepat. Trus apa yang belum dikasih karunia anak ngga bahagia?

Hmmm…kita bisa kok menciptakan kebahagiaan sendiri, dengan berbagai cara tentunya. Ada banyak hal yang bisa dilakukan setelah menikah walaupun belum punya anak. Dan mungkin saja hal ini akan sangat sulit dilakukan jika sudah ada anak nanti. Puas-puaskanlah dan mungkin hal-hal di bawah ini akan menciptakan kebahagiaan.

Continue Reading
0 Comments

Keputusan Besar

Pernah mengambil sebuah keputusan besar? Atau pernah bingung menentukan keputusan? Barangkali kemarin saya mengalami ini.

Jadi per akhir September ini saya resign dari pekerjaan saya. Iya, resign setelah empat tahun jadi reporter. Walaupun keputusan saya ini mengundang pro dan kontra (kayak kebijakan pemerintah, haha) makanya banyak yang nyinyir juga, yang pernah saya tulis di sini. Lah cuma resign kok sedih? Mungkin bagi yang pernah beberapa kali resign dan pindah kerja ke tempat lain ini adalah hal biasa. Tapi buat saya, ini ibarat pindah atau keluar rumah dan meninggalkan keluarga yang ada di dalamnya.

Continue Reading
2 Comments