Posts Tagged ‘self healing’

Saya Pernah Sangat Tidak Percaya Diri Karena Kehilangan Anak

Setiap orang pasti ingin punya jalan hidup yang ideal, yang diimpikan. Saya pun demikian. Semua ingin berjalan ideal, normal, dan on the track. Dari sekolah-lulus-dapat pekerjaan dan penghasilan yang bagus-menikah di usia kebanyakan orang menikah-hamil dengan mudah-punya anak-karier tetap lancar setelah punya anak-anak tumbuh dengan baik-keluarga harmonis dan bahagia, begitu dan seterusnya. Semuanya berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Continue Reading
29 Comments

Trauma Healing Pascakeguguran Berulang

Hamil dan memiliki anak adalah dambaan setiap perempuan yang telah menikah. Namun, terkadang kehamilan tidak selalu lancar dan mulus sampai waktu lahir. Ada kalanya perempuan justru mengalami keguguran yang membuat kehamilannya berhenti di tengah jalan. Keguguran satu kali saja bisa membuat perempuan sedih dan sangat drop. Apalagi jika berulang hingga beberapa kali.

Continue Reading
30 Comments

Obat Itu Bernama Menulis

Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang. – Seno Gumira Ajidarma

Menuliskan ini, saya harus mengingat memori sekitar lebih dari satu tahun yang lalu. Akhir tahun 2014 yang lalu, saya kehilangan anak. Jangan ditanya seperti apa rasanya, yang jelas kesedihannya tidak cukup diungkapkan dengan kata-kata. Rasanya hidup berhenti disitu. Rasanya apa yang saya usahakan sebelumnya terasa sia-sia.

Continue Reading
21 Comments

Jangan Menyerah! Akulah Sang Pejuang

Hidup saya bak drama akhir-akhir ini. Drama sedrama-dramanya. Saya juga menjelma bak drama queen. Tapi beneran deh, kehilangan anak membuat hidup itu menjadi penuh drama, suram, lemah, putus asa, selalu meratapi nasib, hingga dihinggapi trauma. Lebay? Yah mungkin bagi banyak orang dibilang lebay tapi percayalah bahwa kehilangan anak yang sudah dinantikan itu bagai kehilangan semangat hidup.

Continue Reading
0 Comments

Mengunjungi Azka

Dear Azka,

Ini kali pertama ibu mengunjungimu, mengunjungi makammu, mengunjungi peristirahatan terakhirmu. Maafkan ibu ya baru sempat menjengukmu. Ibu masih berusaha mengumpulkan kepingan hati yang hancur karena kehilanganmu. Berusaha untuk tidak meneteskan air mata setiap mengingat apapun tentang kamu. Kamu apa kabar, Sayang? Ah pasti kamu baik dan sangaaatt bahagia di surga ya.

Continue Reading
0 Comments