Dear Blogger, Yuk Gunakan Blog untuk Sebarkan Konten Positif dan Perlindungan Perempuan & Anak

Ini peristiwa tahun 2012 lalu dan saya masih ingat betul. Kala itu, saya masuk siang dan harus mengganti teman saya yang masuk shift pagi untuk liputan seorang anak di ICU RS Persahabatan. Anak ini tak sadarkan diri dan diketahui mengidap penyakit kelamin. Keluarganya bilang ia diperkosa namun belum tahu oleh siapa. Namun, tak sampai saya menggantikan shift teman di rumah sakit, anak yang berinisial RI ini keburu meninggal.

Saya lalu ditugaskan ke rumah duka di Rawabebek. Anak ini adalah anak pemulung namun saat itu ratusan orang beramai-ramai menyambut jenazahnya. Hari itu juga ia dikebumikan oleh keluarganya tanpa diketahui siapa pemerkosa dan orang yang menularkan penyakit kelamin itu. Hingga beberapa hari kemudian saya mendengarkan berita bahwa polisi sudah menemukan pelakunya. Ia adalah bapaknya sendiri, yang tega menyetubuhinya, menularinya penyakit kelamin, bahkan saat sang ibu sedang sakit.

Ini adalah satu contoh kecil bahwa kekerasan seksual pada perempuan dan anak bisa dilakukan oleh siapa saja, walaupun itu keluarga sendiri. Pihak-pihak dekat konon memiliki akses yang lebih luas untuk melakukan kekerasan seksual. Inilah yang menjadi salah satu pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan pemerintah.

Selain kekerasan seksual, ada lagi pekerjaan rumah lainnya sehubungan dengan perempuan dan anak. Ibu Ratna Susianawati SH MH, dari Kementrian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPPA) dalam diskusi The Power of Content yang diselenggarakan di Binus, FX pada Rabu (27/10) dua masalah lain adalah soal human trafficking dan kesenjangan ekonomi.

power-of-content

3ENDS dan Fakta Kejahatan Seksual di Indonesia

Persoalan kekerasan seksual bukan persoalan rok mini melainkan otak mini dari pelakunya – Maman Suherman

Untuk itulah, pemerintah saat ini sedang gencar untuk menghapus itu semua dengan mengusung program yang bertajuk 3ENDS. Program 3ends adalah sebuah program yang bertujuan untuk mengakhiri (end) beberapa masalah, antara lain:

  1. Mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satu upayanya adalah mengesahkan Perppu tentang kebiri.
  2. Mengakhiri perdagangan manusia (human trafficking) karena trafficking merupakan salah satu extraordinary crime selain teroris dan narkoba.
  3. Mengakhiri kesenjangan ekonomi pada perempuan dengan melakukan pemberdayaan.

Melalui momentum Hari Blogger Nasional, Bu Ratna ingin menyampaikan bahwa semoga blogger dapat menyebarkan konten yang positif khususnya soal perempuan dan anak. Ini memang penting mengingat saat ini bahkan Indonesia sedang berada dalam kondisi darurat kekerasan anak.

Hal ini juga diamini oleh Kang Maman Suherman, penulis yang juga pengamat sosial. Kang Maman mengatakan berdasarkan data Komnas Perempuan, setiap hari di Indonesia terjadi 35 kasus kekerasan pada perempuan. Angka ini mungkin masih termasuk fenomena gunung es. Artinya, bisa saja kasus yang terjadi lebih banyak dari ini namun yang terdata hanya angka 35 per hari.

maman-suherman

Stigma perempuan saat ini hanya berbatas pada 4P, yaitu Peraduan, Pinggang, Pigura, dan Pergaulan. Seharusnya, tambah Kang Maman, dimasukkan P lagi menjadi 5P yaitu Pilar. Iya, perempuan adalah pilar keluarga. Bahkan seorang perempuan bisa menjadi ibu sekaligus ayah, bisa menjadi orang yang mengurus rumah tangga sekaligus pencari nafkah. Dan peran ganda itu mungkin yang tak bisa dilakukan oleh laki-laki.

Media dan blogger sebagai pihak-pihak yang terbiasa memviralkan konten sebaiknya memang lebih banyak mengangkat kisah keberhasilan perempuan. Media massa sekarang bahkan dikatakan masih minim pemberitaan kesuksesan perempuan tanpa diikuti oleh sentimen gender.

Selain itu, Kang Maman menambahkan, perlindungan perempuan secara nyata juga harus dilakukan oleh P2TP2A dan Polsek dengan memberikan layanan khusus pengaduan perempuan. Pembentukan satgas perdagangan anak di pintu masuk negara seperti pelabuhan atau bandara juga dirasa penting untuk meminimalkan kasus perdagangan manusia.

Dunia Blogger dan Bagaimana Membangun Personal Branding

Selain membahas soal 3ENDS bersama KPPPA, acara juga membahas soal dunia blogger dan bagaimana membangun personal branding. Ibu Ina dari Binus Magister Manajemen yang kali ini memberikan materi soal personal branding ini. Lalu, Bu Ina A Murwani pun mengawalinya dengan satu pertanyaan:

“Kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, blogger mati meninggalkan?”

Ina A Murwani
Ina A Murwani

Lalu dengan menggunakan alat survey Mentimeter, mayoritas blogger menjawab tulisan (walau ada beberapa yang menjawab meninggalkan tanah warisan, invoice yang belum cair dll). Ya, memang branding seorang blogger ada pada blog dan tulisan. Branding adalah identitas yang bisa membedakan blog kamu dengan blog lain di ceruk market dunia blogger. Tanpa tulisan, seseorang tidak bisa disebut blogger. Nah, Bu Ina akhirnya membagikan 5 tips untuk memperkuat personal branding pada blogger, di antaranya:

  1. Know your audience, kenali siapa pembacamu jadi kita bisa menyeleksi tema tulisan.
  2. Pilih tema tulisan, fokus pada tema, dan buat identitas personalmu. Kalau ini lebih ke niche blog ya. Intinya, kamu ingin dikenal sebagai blogger apa.
  3. Pilih nama blogmu. Biasanya nama blog adalah nama branding kita. Banyak orang menggunakan nama pribadi sebagai nama blog namun tak jarang juga yang menggunakan nama tertentu sebagai branding.
  4. Pilih warna, fonts, logo, dan tagline yang memang gampang diingat. Untuk pemilihan warna biasanya menandakan semangat yang ingin ditularkan dari blog.
  5. Gunakan gambar atau foto secara bijak.
  6. Investasi untuk membangun branding blogmu misalnya dengan iklan, belajar SEO, pakai analitik, share tulisan di social media, dan lain sebagainya.

Nah, selain Ibu Ina ada Teh Ani Berta juga yang menyampaikan sharing tentang dunia blogger. Teh Ani yang memang sudah ngeblog sejak lama ini melihat fenomena blogger sekarang yang sangat sibuk menghadiri acara.

(Baca juga: Inilah Saya, Mantan Wartawan yang (Beruntung) Memilih Menjadi Blogger)

Ani Bertha
Ani Berta

 

“Blogger sekarang sibuknya melebihi jenderal, tiap hari ada acara,” seloroh Teh Ani yang kemudian disambut gelak tawa kami para peserta.

Memang, saya sendiri juga melihat fenomena itu. Hampir tiap hari selalu ada acara yang mengikutsertakan blogger sebagai media publikasi. Bahkan, ada beberapa blogger yang memang rajin datang ke banyak event. Sayangnya, kata Teh Ani, jarang blogger yang mau menuliskan/reportase event tersebut. Ini yang kadang membuat brand kecewa. Padahal mereka mengundang blogger kan sebagai penulis.

(Baca juga: Fun Blogging 8, Ketika Ngeblog Bukan Sekadar Menulis)

Oleh karena itu, penting bagi blogger untuk menghargai pengundang dengan memberikan tulisan tentang event tersebut. Nah, ada tips juga nih dari Teh Ani untuk blogger yang memang sering datang ke sebuah acara:

  1. Sebelumnya, umumkan event yang akan didatangi lewat twitter.
  2. Report acara lewat tulisan yang bersifat hard news.
  3. Reportase ditulis maksimal dua hari setelah acara.
  4. Kalau ingin membuat tulisan yang berbeda, bisa dibuat feature story dengan ditambahkan interview dari narasumber acara.
  5. Tambah sumber tulisan dengan wawancara, data, verifikasi, reporting, dokumentasi, atau opini logis.
  6. Jangan malas untuk verifikasi sumber berita. Jangan comot data dari website abal-abal yang belum diketahui kebenarannya.

Inti dari semua ini, Teh Ani pengen menyampaikan bahwa sebagai blogger kita harus memberikan pengetahuan yang berguna bagi publik melalui tulisan. Selain itu, jangan lupa hargai pihak lain sebagai klien atau brand yang ingin meminta publikasi dari blog itu. Namun, sebagai blogger, sesungguhnya kita jangan terlalu hitung-hitungan materi. Sesekali, ujar Teh Ani, perlu kita sukarela menulis untuk hal-hal yang bersifat sosial misalnya berkontribusi di NGO atau organisasi non-profit semacam Serempak.

Berbagi Konten Positif

Seperti yang tadi sudah dibilang bahwa blogger harus memberikan konten positif khususnya tentang dunia perempuan dan anak. Nah, narasumber terakhir adalah Pak Irwin Day yang mengelola DNS Nawala. Bagi yang belum tahu, DNS Nawala adalah layanan DNS yang bebas digunakan oleh pengguna akhir atau penyedia jasa internet untuk mendapatkan akses internet bersih dan aman. DNS Nawala juga menapis situs-situs yang melanggar norma kesusilaan, berbahaya, dan melanggar aturan perundangan, seperti situs porno, penipuan, malware dan phising.

Pak Irwin Day juga blogger dan ngeblog dari tahun 2003 lho. Beliau memberikan wejangan bahwa sebuah blog paling tidak memiliki 4 value, yaitu: mendidik, informasi, menghibur, dan menginspirasi. Beliau juga berharap pada blogger agar selalu menyebarkan konten positif, sejalan dengan misinya saat mendirikan DNS Nawala.

irwin-day
Irwin Day

FYI, background Pak Irwin mendirikan Nawala adalah karena dulu ia bersama temannya memiliki usaha warnet. Namun sayangnya, banyak anak-anak di bawah umur yang mampir ke warnetnya untuk membuka-buka situs yang tidak sesuai. Akhirnya, untuk menghadang situs-situs yang tak sesuai untuk anak-anak itu, Irwin Day dkk membangun DNS Nawala.

nawala

Sedikit pengetahuan, DNS Nawala dapat digunakan untuk sistem operasi seperti Microsoft Windows, Ubuntu, Mac Os, dan lain-lain. Tak hanya itu, DNS Nawala juga dapat digunakan pada aplikasi-aplikasi tertentu, router, atau pun modem. Dengan begitu, paling tidak konten negatif sebagian bisa dihadang. Yah walaupun memang sangat sulit untuk membendung konten-konten negatif pada dunia internet yang memang sangat tak berbatas.

Dari talkshow ini, saya pun dapat insight lain bahwa ternyata sebagai seseorang yang akrab dengan internet, saya juga punya tanggung jawab untuk menghadirkan konten yang positif. Jangan karena untuk mendapatkan sesuatu misalnya seperti klik atau page views yang tinggi, kita memberikan sesuatu yang bombastis dan berkesan negatif tanpa menghiraukan kepedulian moral.

Acara yang diselenggarakan atas inisiatif Serempak (Seputar Perempuan dan Anak) ini juga ingin mendorong blogger untuk mendukung pemberdayaan serta memberikan konten-konten positif yang berguna bagi perempuan dan anak. Walaupun mungkin sumbangsih setiap blogger terhadap perlindungan perempuan dan anak kecil namun apabila digaungkan terus menerus dan disebarkan pada para pembaca serta blogger lainnya, tak mustahil kita bisa melindungi perempuan dan generasi muda dari serangan hal-hal buruk.

Selain diisi dengan obrolan serius seputar konten blog, acara ini juga diselingi beberapa kali hiburan musik lho. Jadi kami sebagai peserta nggak spaneng livetwit terus. Selain itu, ada dresscode yang bertema “The Touch of Nationality” jadi semakin menyemarakan acara. Suasana jadi terasa kayak pawai karena ternyata banyak yang pakai kostum unik dari berbagai daerah.

 

ratna dewi

 

 

19 Comments
Previous Post
Next Post