Tips Mudik Lebaran Menggunakan Kereta Api

Sudah tak diragukan lagi, kereta api saat ini menjadi salah satu moda transportasi yang digemari untuk mudik Lebaran. Selain karena bebas macet, moda transportasi yang satu ini kini juga sangat nyaman. Sudah tak ada lagi cerita mudik Lebaran di kereta api dengan penuh sesak, harus rebutan tempat duduk bahkan hingga rela menempati toilet, panas-panasan di dalam kereta, kereta terlambat hingga berjam-jam, hingga asongan yang mondar-mandir ketika penumpang sudah penuh sesak di antara tempat duduk.

Cerita mudik kereta kini adalah tentang transportasi yang nyaman, bebas macet di saat ribuan pemudik lain terjebak macet di jalan raya hingga puluhan jam, gerbong kereta yang sejuk, hingga pelayanan prima kru kereta api. Namun, untuk mendapatkan kenyamanan itu harus dibutuhkan sedikit usaha dalam mendapatkan tiket. Maka tak heran jika tiket mudik Lebaran bisa ludes hanya dalam hitungan menit setelah jadwal dibuka. Ya, memang harus ada perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang nyaman, worth it kan jadinya.

Karena sudah jadi angkutan mudik yang nyaman bukan berarti kita lantas mengabaikan persiapan matang sebelum mudik dengan kereta api. Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelumnya agar mudik kereta menjadi aman dan lancar. Tips ini juga berlaku untuk arus balik menggunakan kereta api. Berikut tipsnya:

1. Teliti tiket yang sudah dibeli

Pastikan anda membeli tiket kereta api di tempat yang resmi seperti pembelian langsung di loket, via online, agen perjalanan resmi, atau minimarket yang memang khusus melayani pembelian tiket kereta api. Hati-hati dengan orang yang mengaku “orang dalam” dan menawarkan tiket kereta api dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang sebenarnya. Hal ini untuk menghindari terjadinya tiket palsu yang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab. Setelah membeli, jangan lupa cek kode booking di www.tiket.kereta-api.co.id untuk memperoleh kebenaran tentang asli atau tidaknya tiket.

Setelah tiket di dapat, cek jadwal kereta yang tertera di dalamnya. Cermati di stasiun mana, kereta apa, dan jam berapa kereta berangkat. Jangan sampai Anda salah stasiun atau jam keberangkatan kereta yang menyebabkan Anda telat dan tertinggal kereta. Ini sangat penting agar Anda bisa menentukan kapan dan bagaimana keberangkatan dari rumah ke stasiun.

2. Cetak tiket sebelum keberangkatan

Lebih baik mencetak tiket kereta beberapa hari sebelum keberangkatan. Hal ini untuk menghindari antrian di mesin cetak tiket mandiri yang sering mengular sebelum keberangkatan. Pengalaman saya pernah antri panjang 30 menit sebelum keberangkatan dan satu orang bisa mencetak lebih dari 4 tiket. Bayangkan berapa waktu yang dibutuhkan buat antri dan berjalan menuju kereta? Akhirnya saya terpaksa memelas ke penjaga loket buat mencetak tiket saya terlebih dahulu dan berlari menuju gerbong kereta pas sebelum kereta berangkat.

Belajar dari pengalaman itu, kini saya pun memilih mencetak tiket terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya. Beruntung pula sekarang sudah banyak mesin cetak tiket mandiri yang tersedia di stasiun-stasiun besar. Oh ya, jangan cetak tiket terlalu lama sebelum hari keberangkatan karena dikhawatirkan tiket akan hilang atau rusak sebelum digunakan.

3. Datang minimal satu jam sebelum keberangkatan

Sistem di stasiun dan kereta api sekarang hampir seperti bandara dan pesawat terbang. Penumpang boleh masuk ke peron atau stasiun satu jam atau 30 menit sebelum keberangkatan kereta. Biasanya akan diumumkan gate/pintu mana yang harus dilalui. Pengantar pun tidak bisa masuk ke dalam stasiun apalagi kereta, namun hanya sampai ke depan stasiun.

Nah, untuk menghindari keterlambatan lebih baik datang minimal satu jam sebelum kereta berangkat. Karena biasanya antrian masuk pintu juga mengular panjang karena adanya proses scan pencocokan data diri di tiket dengan kartu identitas. Belum lagi kalau kereta letaknya di jalur-jalur yang jauh dari pintu masuk, yang biasanya harus dilalui dengan naik turun tangga terlebih dahulu. Jangan lupa juga tanyakan pada petugas kereta yang akan Anda naiki berada di jalur berapa. Jadi, lebih baik menunggu lama di dalam stasiun atau kereta daripada terburu-buru masuk sebelum kereta berangkat.

4. Jangan terlalu banyak membawa barang bawaan

Sudah tak ada lagi cerita bisa membawa hewan, karung-karung besar, sampai tanaman di dalam kereta karena kini PT KAI sudah sangat disiplin terhadap barang bawaan penumpang. Berat maksimal barang pun dibatasi hanya 20kg, selebihnya biasanya disarankan untuk dikirim via jasa pengiriman atau kena chargeย atau tambahan biaya. Biaya tambahan berkisar antara Rp 8.000 hingga 10.000 per kilogram.

Jangan pula membawa tas atau kardus yang terlalu banyak dan besar karena sekarang volume muatan barang bawaan juga diperhitungkan saat akan masuk ke dalam stasiun. Selain itu, jangan membawa barang berbau menusuk seperti buah durian (walaupun sudah dimasukan di dalam wadah plastik) karena tidak boleh dan biasanya akan terkena sanksi jika nekat. Sanksinya adalah duriannya harus ditinggal atau si penumpang tidak boleh naik kereta api tersebut.

Saran saya, bawalah barang secukupnya. Oleh-oleh atau jajan untuk keluarga yang terlalu banyak lebih baik dipaketkan lewat jasa pengiriman satu atau dua minggu sebelum keberangkatan. Oh ya, buat yang tidak mau repot dan berat membawa barang bawaan kini sudah ada jasa porter kereta dengan tarif yang murah antara 15.000-20.000 rupiah. Mereka akan senang hati membawakan barang hingga ke atas kereta api. Porter resmi stasiun biasanya memakai seragam dan dilengkapi dengan identitas khusus.

5. Persiapkan makanan minuman untuk di dalam kereta

Bawa makanan dan minuman secukupnya dari rumah. Perhitungkan misalnya bawa makanan untuk makan malam dan sahur ketika perjalanan malam atau untuk berbuka puasa saat perjalanan siang. Walaupun sudah ada fasilitas Reska (restoran kereta api) di atas kereta namun jangan sekali-kali mengandalkan Reska. Mengapa? Karena terkadang stok makanan dan minuman dari Reska pun terbatas. Pengalaman saya lupa membawa minum dari rumah berakibat antrian panjang bak antri sembako di kereta makan dan ketika sampai giliran saya air putih atau air mineral yang akan dibeli sudah habis.

Selain itu, biasanya jam buka puasa atau sahur para kru sangat sibuk melayani banyak penumpang. Bisa dibayangkan lama menunggu makanan karena kru harus melayani banyak orang. Apalagi di atas kereta juga sudah tidak ada asongan atau penjual makanan dan kereta tidak selalu berhenti di semua stasiun. Saran saya, untuk perjalanan jarak jauh dan malam hari wajib membawa makanan dan minuman dari rumah. Karena ketika berhenti di stasiun pun sudah banyak kios makanan yang tutup di malam hari.

6. Bawa bantal kecil dan jaket

Jika Anda tipikal orang yang tukang tidur di dalam perjalanan kereta api, sangat disarankan untuk membawa bantal kecil atau bantal leher saat mudik menggunakan kereta api. Apalagi untuk Anda yang mudik dengan kereta api kelas ekonomi dan bisnis (karena kalau kereta eksekutif biasanya sudah disediakan bantal dan selimut). Bantal kecil akan membuat kita lebih nyaman saat tidur di sandaran tempat duduk. Memang ada penyewaan bantal di atas kereta. Namun, bantal yang disewakan pun jumlahnya terbatas. Biasanya sudah habis duluan sebelum kereta berangkat.

Selain itu, bawa juga jaket khususnya untuk perjalananan di malam hari. AC di kereta di malam hari terkadang sangat dingin sedangkan ada beberapa kereta api yang tidak ada fasilitas penyewaan selimut. Kalau sudah begini, keberadaan jaket yang hangat sangat diperlukan agar tidur juga nyaman.

7. Jangan merokok di kereta dan tempat-tempat yang dilarang

Aturan merokok sekarang ditegakan sangat ketat oleh PT KAI. Maka tak jarang, saya sering mendengar cerita dari ibu saya (ibu saya berjualan di kios stasiun) tentang orang-orang yang terpaksa harus diturunkan di stasiun terdekat karena ketahuan merokok di atas kereta. PT KAI memang sangat tegas memberlakukan larangan merokok. Saat ini, penumpang dilarang keras merokok di dalam kereta api, toilet, dan bordes/sambungan kereta baik pada saat kereta api berhenti atau jalan. Biasanya para perokok akan merokok saat kereta berhenti di stasiun pemberhentian. Namun, hal ini juga terbatas karena biasanya mereka tidak boleh merokok di sembarang tempat alias harus di area merokok sementara kereta berhenti hanya sebentar sekitar 5 menit.

Saran saya buat para perokok mendingan jangan dulu (nekat) merokok saat perjalanan kereta api, apalagi perjalanan jauh. Apalagi petugas dan Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) sering mondar-mandir memeriksa kereta. Bawalah cemilan atau permen sebagai pengganti rokok. Barang siapa yang ketahuan merokok akan ditindak tegas dengan diturunkan di stasiun terdekat dan tidak akan diberi penggantian tiket. Aturan ini sudah berlaku, bahkan saya sering sekali mendengar cerita dari ibu saya tentang penumpang yang diturunkan karena ketahuan merokok di toilet.

8. Bawa sesuatu untuk mengusir kebosanan di perjalanan

Mayoritas kereta api jarak jauh memerlukan waktu tempuh lebih dari 3 jam perjalanan. Tentulah ada rasa bosan berjam-jam duduk di kereta api, apalagi jika perjalanan di malam hari. Selain tidur, Anda bisa menghabiskan banyak waktu di perjalanan dengan berbagai kegiatan misalnya ngemil, membaca, atau main game. Oleh karena itu, sangat disarankan membawa cemilan, buku, majalah, gadget berisi games, atau alat pemutar musik untuk membunuh kebosanan saat perjalanan panjang di kereta api.

Jika Anda melakukan perjalanan di siang hari, nikmatilah pemandangan di luar. Bawa kamera untuk sesekali mengabadikan pemandangan atau matahari yang terbit/tenggelam yang sesekali terlihat dari kereta. Jika masih bosan, Anda bisa keluar sebentar dari kereta saat kereta api berhenti sebentar di stasiun. Tapi hati-hati, jangan sampai Anda keasikan foto atau mendengarkan musik di luar dan justru ketinggalan kereta.

Jadi bagaimana persiapan mudik kereta Anda? Semoga Anda dan keluarga selamat sampai tujuan ya. Selamat mudik Lebaran.

 

ratna dewi

13 Comments
Previous Post
Next Post