Pandai Lirik Peluang Jadi Kunci Sukses Dua Perempuan Ini Membangun Bisnis

Di zaman sekarang ini, sudah bukan sesuatu yang asing jika ada seorang perempuan yang sukses memimpin atau membangun bisnisnya. Perempuan dan pemimpin atau perempuan dan bisnis bukanlah barang baru. Semakin ke sini, perempuan justru dituntut untuk semakin maju dan bersaing. Buktinya, sudah banyak kok perempuan sukses yang berawal dari pandai memanfaatkan peluang.

Hal ini yang saya petik dari acara Tupperware Sejuta Peluang dalam rangka memeringati Hari Perempuan Sedunia (International Woman Day) 2017 yang berlangsung di showroom Tupperware Mall Taman Anggrek (8/3). Acara tersebut diperingati oleh Tupperware, sebuah brand yang juga dicintai kaum perempuan. Saya salah satunya. Dalam acara yang berlangsung hangat tersebut, para peserta yang hadir diajak untuk memasak bersama terlebih dahulu.

Chef Lutfi (kanan) memasak beberapa menu bekal sehat
Chef Lutfi (kanan) memasak beberapa menu bekal sehat

Memasak bersama kali ini bertemakan menu bekal sehat keluarga. Acara ini menghadirkan Chef Lutfi Karismanto, Celebrity Chef dari Tupperware Indonesia. Filosofi demo memasak kali ini adalah Tupperware ingin para perempuan membekali keluarga dengan masakan rumah yang sudah tentu dijamin kebersihan dan kesehatannya. Selain itu, dengan membekali makan dan minum untuk anggota keluarga paling tidak para perempuan bisa turut andil dalam meminimalisir sampah kemasan makanan dan menjaga bumi. Hal ini sesuai dengan beberapa motto atau tulisan-tulisan yang tertera di kemasan Tupperware Ecobottle.

Dua menu yang dihadirkan Chef Lutfi adalah nugget ayam dan bola-bola daging with butter rice. Semua menu dimasak menggunakan peralatan dari Tupperware yang terkenal lengkap dan praktis untuk memasak. Menu yang dimasak pun simpel. Jadi, sangat cocok untuk dijadikan bekal keluarga karena waktu memasaknya pun tidak lama.

bekal-makan-tupperware nugget-ayam

Hanifa Ambadar, Blogger yang Sukses Berbisnis di Ranah Maya

Kalau yang bilang blogger nggak bisa maju atau begini-begini aja, mungkin dia belum kenal nama Hanifa Ambadar. Ya, dia adalah pemilik start up Female Daily Network yang membawahi beberapa website tentang perempuan seperti femaledaily.com, mommiesdaily.com, dan popdaily.com. Namun, siapa sangka wanita cantik ini awalnya adalah (hanya) seorang blogger.

Hanifa Ambadar
Hanifa Ambadar

Dalam sesi talkshow tentang enterpreneurship yang dilakukan setelah demo masak, Mbak Hani menceritakan bagaimana jatuh bangunnya mendirikan Female Daily Network (FDN). Sebelum mendirikan FDN, Mbak Hani adalah seorang blogger. Ia mulai ngeblog dari tahun 1999. Wow, it means saya masih SD dan dia sudah mulai ngeblog. Keren! Mbak Hanifa mulai ngeblog saat ia masih melanjutkan sekolahnya di luar negeri.

Pemilik akun social media bernama @hanzkyy ini awalnya menulis tentang kecantikan di blognya. Setelah kembali ke Indonesia, ia pun masih terus ngeblog bahkan sampai sekarang (blognya bisa dilihat di www.hanzky.com). Setelah pulang ke Indonesia, Mbak Hani mendirikan Female Daily yang awalnya hanya berisi tulisan berbagai hal kesukaannya, dari kecantikan hingga fashion. Bersama sang sahabat, Affi Assegaf ia mengembangkan FDN yang sekarang sudah membawahi beberapa website tentang perempuan.

Membangun FDN hingga sebesar seperti sekarang ini bukanlah sesuatu yang mudah bagi Mbak Hani. Ia pun sempat mengalami jatuh bangun. Dari berkantor di ruko kecil, hunting dan pakai peralatan kantor bekas, sampai merasakan nggak gajian di kantor sendiri. Namun ia tetap konsisten dengan usahanya. Apalagi awalnya apa yang ia tekuni ini bisa dilakukannya di rumah sambil melakukan pekerjaannya sebagai seorang ibu. Ia juga melihat sebuah peluang dari Female Daily.

Tak ada hasil yang mengkhianati usaha. Itu mungkin kata-kata yang bisa menggambarkan perjuangan Mbak Hani. Sekarang ia pun bisa menikmati hasilnya. FDN tumbuh besar. Dari yang tadinya hanya menaungi dua orang, dirinya dan Affi, sekarang sudah bisa mempekerjakan 45 orang di dalamnya. Selain karena kerja kerasnya, semua itu terjadi karena ia menyukai apa yang selama ini ia kerjakan.

Alasannya tetap semangat untuk terus membangun usaha adalah bermanfaat buat semua orang. Hal ini juga yang membuat Mbak Hani terus semangat untuk mengembangkan jejaring usahanya. Semakin besar maka semakin banyak pula ia membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, dengan nama besar FDN yang sekarang ia bisa bertemu banyak perempuan berprestasi dan inspiratif pula di luar sana. Niat baiknya dalam mengembangkan usaha ini pun menuai pencapaian tertinggi kala 2015 lalu FDN memeroleh kucuran dana segar untuk investasi dari sebuah venture capital.

Dalam talkshow yang berlangsung hangat ini, Mbak Hani tak lupa selalu bersyukur sebagai perempuan. Menurutnya, perempuan secara alamiah sudah memiliki bakat untuk berbisnis. Mulai dari kebiasaan multitasking dalam pekerjaan di rumah yang bisa diterapkan kala berbisnis hingga luwesnya mereka melakukan lobby dalam bisnis yang bisa dipelajari dari lobbying dengan anak di rumah.

“Sekarang peluang wanita Indonesia untuk maju besar banget, karena ada support sistem yang besar juga,” ujar perempuan berusia 38 tahun ini.

Suksesnya Mbak Hani pun tak melupakan peran suaminya. Sang suami merupakan bagian dari support sistem-nya karena bersedia berbagi tugas, khususnya dalam masalah anak. “Kalau setiap weekend saya ada acara, suami saya yang menggantikan jagain anak-anak,”ujar perempuan lulusan Southern Illinois University Carbondale Illinois dengan jurusan Business–Marketing ini.

Terakhir, Mbak Hani memberikan tipnya dalam berbisnis. Tip dari Mbak Hani adalah bangunlah bisnis sesuai passion, sukai apa yang kamu kerjakan, dan konsisten untuk mengembangkan usaha yang telah dirintis.

Pandai Memanfaatkan Peluang ala Susianti

Selain menghadirkan Hanifa Ambadar, talkshow kali ini juga menghadirkan Susianti atau yang biasa dipanggil Mbak Susi sebagai pembicara. Mbak Susi merupakan salah satu wanita yang berhasil sukses bersama Tupperware. Bergabung di Tupperware sejak tahun 2011 memberikan banyak kesempatan dan keuntungan buat perempuan empat anak ini.

Kalau ada meme di social media, Mbak Susi ini patut dikasih meme “Jangan remehkan emak-emak beranak banyak, kalau udah dagang kelar idup lo”. Bukannya apa-apa, pasalnya Mbak Susi pandai membidik peluang di Tupperware hingga akhirnya kini ia memeroleh banyak untung baik itu dalam hal materi ataupun pengalaman bersama Tupperware.

Mbak Susi (tengah) bercerita soal kisah suksesnya di Tupperware
Mbak Susi (tengah) bercerita soal kisah suksesnya di Tupperware

Awalnya, Mbak Susi hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Pekerjaan rutinnya adalah antar jemput anak sekolah. Namun, ia juga seorang kolektor produk Tupperware. Melihat peluang suka mengoleksi produknya, Mbak Susi pun berinisiatif bergabung dengan Tupperware. Pada tahun 2011 ia bergabung dengan Tupperware yang sistem bisnisnya berbasis multilevel marketing (MLM).

Mbak Susi gigih dalam mempromosikan Tupperware. Buah dari kegigihannya adalah ia berhasil diajak ke Jepang pada tahun 2012 untuk jalan-jalan. Selain ke Jepang, Mbak Susi juga pernah diajak Tupperware untuk jalan-jalan ke Hongkong, Thailand, dan Shanghai.

“Terakhir kemarin saya diajak ke Melbourne pas hamil tua. Saking baiknya, Tupperware ngajakin saya jalan-jalan sambil bawa dokter kandungannya sekalian,” ujar perempuan usia 40 tahun ini.

Sejak bergabung dengan Tupperware, Mbak Susi sudah berhasil mengajak 50 orang. Biasanya ia melakukan demo di komunitas-komunitas. Kecerdikannya membidik peluang membuat Mbak Susi dengan mudah memasuki berbagai komunitas dan menyesuaikan segmentasi produk Tupperware yang ia ingin promosikan. Berkat kegigihannya itulah ia berhasil mendulang materi yang tidak sedikit dari Tupperware. Mbak Susi berhasil meningkatkan ekonomi keluarga. Dengan materi yang ia peroleh dari berjualan Tupperware, ia berhasil memasukkan anaknya ke pesantren, membayar biaya asuransi, membeli rumah, hingga mobil.

“Padahal awalnya suami saya nggak setuju saya bergabung di Tupperware. Pas sudah melihat kegigihan dan konsistensi saya, dia jadi mendukung,” ujar Mbak Susi.

Kini, Mbak Susi sudah memantapkan diri membangun usaha bersama Tupperware. Ia adalah salah satu contoh wanita Indonesia yang berani bermimpi dan mewujudkannya.

Selain Mbak Susi, bersama Tupperware telah banyak wanita yang berhasil mewujudkan mumpinya, menjadi lebih baik, dan memperbaiki taraf perekonomian keluarga. Hal itulah yang membuat Tupperware Indonesia terus menyebarkan semangat kepercayaan diri kepada ratusan ribu perempuan Indonesia lewat peluang usaha atau bisnis yang ditawarkan. Bahkan saat ini, Tupperware Indonesia berhasil melahirkan lebih dari 200 ribu independent Sales Force di berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke. Mereka telah sukses mengubah kehidupannya dan keluarga menjadi lebih baik.

ecobottle-tupperware

Nah, bertepatan dengan International Women’s Day 2017 pada tanggal 8 Maret 2017, Tupperware Indonesia meluncurkan kampanye #TupperwareSejutaPeluang. Kampanye ini membuka kesempatan bagi satu juta perempuan untuk belajar lebih percaya diri, berani bermimpi, dan mewujudkan impiannya melalui peluang bisnis dari Tupperware Indonesia.

Dalam acara ini pun, Tupperware memperkenalkan produk-produknya melalui fashion show. Wah seru banget deh ikut acara ini karena selain dapat ilmu enterpreneurship, dapat resep makanan yang enak, juga bisa lihat para model berlenggak-lenggok membawakan produk-produk terbaru dari Tupperware.

 

ratna dewi

16 Comments
Previous Post
Next Post