Tentang Pilihan Fasilitas Kesehatan

Tentang Pilihan Fasilitas Kesehatan

Ada orang yang bilang, punya banyak pilihan itu membingungkan. Tapi buat saya, punya banyak pilihan itu lebih baik daripada tidak punya pilihan sama sekali. Termasuk soal masalah kesehatan.

Saya pernah cerita dan curhat tentang betapa sulitnya saya untuk mendapatkan vaksin aseluler dan dokter anak di kampung halaman saya, Purworejo. Dan saat itu saya nggak punya pilihan karena di Purworejo fasilitas kesehatan masih terbilang pas-pasan.

Baca Juga:   Balada Hidup di Kota vs di Desa

Mungkin tidak punya pilihan soal fasilitas kesehatan bukan cuma masalah saya saat pulang kampung. Banyak orang yang juga masih terbatas soal fasilitas kesehatan ini. Namun, seiring berjalannya waktu dan kecanggihan teknologi khususnya transportasi dan teknologi komunikasi, perlahan orang bisa memiliki berbagai pilihan fasilitas kesehatan. Tinggal memilih mana yang sekiranya cocok.

Baca Juga:   Pengalaman Pulang Kampung Saat Pandemi

Buat saya yang selalu pengen kualitas, tak apa ibaratnya merogoh kocek lebih untuk kesehatan asalkan hasil yang didapatkan maksimal. Ini berlaku untuk pengobatan apapun, dari saya program hamil, hamil, vaksin anak, atau sakit biasa.

Pilihan Berobat di Malaysia

Kalau ditanya kenapa saya selalu pilih vaksin aseluler buat Aqsa ketimbang yang biasa? Padahal vaksin ini biayanya lebih mahal kalau dibanding vaksin biasa yang bahkan bisa didapat dengan harga sangat murah di fasilitas kesehatan. Karena pilihan vaksin ini memperkecil kemungkinan demam tinggi setelah disuntikkan. Saya suka mellow dan nggak tega kalau lihat Aqsa sakit. Pun kalau sakit Aqsa jadi drama karena nggak mau makan, yang berarti saya harus mengulang lagi dari nol proses makan yang sudah berhasil jadi lahap. Karena alhamdulillah ada rezeki lebih, jadi saya memilih meminimalkan rasa sakit.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Pengalaman Memvaksin Anak di Masa Pandemi

Pilihan meminimalkan rasa sakit dan mengeluarkan biaya yang lebih banyak ini nggak salah menurut saya. Sah-sah aja. Seperti cerita mertua teman kantor saya, Mba Meni, yang memilih buat berobat di Malaysia untuk operasi prostat yang beliau derita.

Pak Haji Soleh, begitu beliau disapa, lebih memilih berobat dan menjalani operasi di Mahkota Medical Center, Melaka, Malaysia. Pak Haji Soleh yang tinggal di Palembang merasa Malaysia lebih dekat dijangkau daripada harus ‘lari’ ke Jakarta. Secara penerbangan pun sudah ramah baik itu rute atau harga tiket. So, Malaysia adalah pilihan terbaik untuk berobat.

Baca Juga:   FAM Trip's Diary: Yang Tersisa dari Hari-Hari Terakhir di Genting
Image from: http://www.mahkotamedical.com/

Nggak cuma itu. Pilihan berobat ke Malaysia digagas sendiri oleh Pak Haji Soleh. Pak Haji yang sebelumnya juga sudah berobat di kota tempat tinggalnya, belum puas dengan layanan yang sudah diterima. Dengan tekad kuat, beliau pun akhirnya memilih Malaysia walaupun dari segi biaya mungkin akan sedikit lebih tinggi daripada di Palembang atau Jakarta. Kenapa dibilang sedikit lebih tinggi? Karena ada biaya tiket bolak-balik dan penginapan saat di Malaysia. Berbeda kalau berobat di fasilitas kesehatan di dekat rumah, tentu biaya-biaya tersebut tidak masuk hitungan. Namun, apalah arti biaya tersebut kalau memang hasilnya benar-benar bagus.

Namun nyatanya pilihan berobat Pak Haji Soleh tidak salah. Dari pengobatan dan operasi yang ia jalani 8 tahun lalu itu hasilnya nggak sia-sia. Dari operasi hingga saat ini, tidak ada keluhan berkaitan dengan penyakit lamanya.

Padahal kalau mau hitung-hitungan, biaya pengobatannya lebih mahal dibanding kalau hanya di Palembang yang nggak usah pakai ongkos penginapan dan hotel atau Jakarta yang bisa sewaktu-waktu numpang di tempat anak. Hanya saja, kenyamanan yang diberikan baik itu dari segi fasilitas, dokter, obat-obatan, hingga efek setelahnya sangat worth it dibandingkan dengan pengobatan yang sebelumnya telah dijalani. Apalagi usia beliau sudah tidak muda lagi, rasanya sehat saja termasuk sesuatu yang kadang harus diusahakan maksmal apalagi harus menahan lagi rasa sakit. Menurutnya, itu semakin membebani. Bagi beliau, lebih baik lebih banyak keluar uang tapi tidak ada keluhan setelah itu daripada lebih murah namun prosesnya lama dan tidak nyaman.

Keuntungan Berobat di Malaysia

Pak Haji Soleh adalah satu dari banyak orang yang merasakan manfaat berobat di Malaysia. Sebenarnya ini bukan hal yang mengejutkan sih buat saya, mengingat beberapa orang yang saya tahu mereka berobat di Malaysia. Sebagai pejuang garis dua dulu, saya sempat terpukau sama hasil dari Andra Alodita yang berhasil hamil karena promil di Malaysia. Trus saya baca kisahnya Edward Suhardi dan istri, meskipun belum berhasil tapi dari tulisan-tulisan mereka bikin saya sempat goyah juga pengen promil di Malaysia.

Baca Juga:   Cerita Program Hamil Ketiga: Bertahan Promil 2 Tahun

Wajar banget sih kalau ada orang yang akhirnya pengen mencoba fasilitas dan layanan kesehatan di Malaysia apalagi sekarang beberapa negara termasuk Malaysia sudah menggalakkan fasilitas kesehatan bukan hanya buat pengobatan tetapi jadi satu paket dengan traveling. Bahkan beberapa tahun lalu saat saya masih jadi wartawan, seorang dokter dari IDI sudah mengakui keunggulan ini. Negara-negara tersebut, termasuk Malaysia di dalamnya, membungkus wisata kesehatan dengan pelayanan yang sangat apik dimulai dari fasilitas penjemputan di bandara, dikelilingi keramahan petugas kesehatan,  hingga teknologi pengobatan yang canggih.

kenangan sewaktu menginjakkan kaki di Malaysia

Inilah yang sangat disadari oleh Malaysia Healthcare. Malaysia Healthcare yang sudah bermitra dengan fasilitas kesehatan di Malaysia, dari klinik hingga rumah sakit besar, melihat besarnya minat orang-orang dari negara tetangga Negeri Jiran itu untuk berobat di Malaysia. Nggak cuma berobat, mereka pun bisa ‘wisata tipis-tipis’ untuk menghilangkan kejenuhan dan stres akibat penyakit dan pengobatan. Nggak heran kalau akhirnya wisata medis di Malaysia jadi salah satu wisata yang digemari turis.

Ada banyak layanan berobat di Malaysia yang berkembang akhir-akhir ini. Namun, menurut saya Malaysia Healthcare adalah satu yang punya keunggulan lebih. Beberapa keunggulan yang bisa diperoleh jika bersama Malaysia Healthcare, antara lain:

  1. Bermitra dengan banyak fasilitas kesehatan

    Malaysia Healthcare bermitra bukan hanya dengan hitungan jari rumah sakit. Sudah banyak RS, klinik, ataupun jaringan RS yang bekerja sama dengan Malaysia Healthcare. Jangan khawatie soal kredibilitasnya, Malaysia Healthcare cukup terpercaya karena selain merupakan partner resmi rumah sakit, Malaysia Healthcare juga berada di bawah naungan Kementrian Kesehatan Malaysia.

    Baca Juga:   Tentang Pilihan Fasilitas Kesehatan
    5 Rekomendasi Rumah Sakit di Penang yang Bisa Dijadikan Pilihan Berobat”]
  2. Tersedia fasilitas kesehatan berkualitas

    Fasilitas kesehatan di Malaysia dilengkapi dengan teknologi medis terbaru dan praktisi kesehatan yang berpengalaman di bidangnya sebagai bagian dari pelayanan berkualitas. Banyak tindakan pengobatan atau operasi dilakukan dengan tanpa atau sedikit luka sehingga masa pemulihan lebih cepat dan meminimalkan keluhan setelahnya.

  3.  Harga Terjangkau

    Banyak orang mundur teratur terlebih dahulu jika mendengar kata-kata berobat di luar negeri. Padahal kalau dihitung-hitung, biaya berobat di luar negeri kadang selisihnya hanya sedikit atau malah lebih murah dari berobat di dalam negeri. Oleh karena itu, ada baiknya konsultasikan kondisi kesehatan kamu di Malaysia. Dengan biaya terjangkau dan kesempatan untuk berobat sesuai dengan kebutuhan, pasien akan  mendapat perawatan medis yang berkualitas di Malaysia tanpa perlu khawatir mengenai biaya berlebih.

  4. Bisa menjelajah wisata sekitar

    Ada peribahasa yang bilang sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Inilah yang bisa dilakukan jika berobat ke Malaysia. Stres dan sakit karena pengobatan, bisa sedikit berkurang dengan menjelajahi kawasan sekitar walaupun hanya untuk kulineran, melihat keindahan kota, atau menjelajah tempat-tempat yang sebelumnya tak terduga. Kegiatan ini tidak hanya terbuka bagi mereka yang sedang melakukan pengobatan, yang sehat pun tetap bisa berpetualang dengan fasilitas kesehatan yang akan selalu ada di sekitarnya sehingga tidak perlu khawatir lagi.

  5. Jarak bukan jadi halangan

    Jarak Indonesia dan Malaysia yang jauh kini terasa dekat karena mudahnya akomodasi untuk menjangkau Negeri Jiran tersebut. Banyak pilihan penerbangan yang bisa ditempuh menuju Malaysia dengan harga tiket yang sangat terjangkau. Ditambah lagi dengan jadwal penerbangan yang beragam dan pilihan kota keberangkatan serta kedatangan yang bervariasi baik di Malaysia maupun Indonesia mengikis jarak yang dirasa jauh menjadi terasa dekat.

Jadi, berobat ke luar negeri bukan hal yang sulit lagi sekarang. Bisa dimulai dari negara paling dekat dengan Indonesia yang kualitas dan teknologi kesehatannya sudah mumpuni, Malaysia. Jika masih blank atau belum tahu tentang fasilitas kesehatan serta wisata yang ada di Malaysia, Malaysia Healthcare akan dengan siap sedia membantu. Buat kalian yang ingin tahu lebih banyak soal Malaysia Healthcare, bisa lihat langsung microsite atau instagramnya aja ya.

Microsite: medtourismmy.id
Instagram: @medtourismmy.id

 

3 Comments
Previous Post
Next Post
Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak
Rekomendasi

Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak