Browsing Category Hiburan

Book Review: Membaca Diri di Critical Eleven

Book Review: Membaca Diri di Critical Eleven

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It’s when the aircraft is most vulnerable to any danger.

Continue Reading
22 Comments

Book Review: Rudy, Mengungkap Sisi Lain Sang Visioner

Book Review: Rudy, Mengungkap Sisi Lain Sang Visioner

Apa yang membuat B.J. Habibie tumbuh menjadi pribadi yang tak hanya cerdas tapi juga lurus? Salah satu faktornya adalah pendidikan keluarga yang diterapkan semenjak kecil. B.J. Habibie tinggal di lingkungan keluarga dengan Mami yang disiplin dan mengutamakan pendidikan dan Papi yang selalu menjadi jawaban pertanyaan-pertanyaan rasa ingin tahunya yang besar.

Continue Reading
8 Comments

Book Review: Foodie and The City, Panduan Kuliner ala Mamah Muda

Book Review: Foodie and The City, Panduan Kuliner ala Mamah Muda

Dulu di pelajaran ekonomi, makanan atau pangan selalu masuk dalam kebutuhan pokok atau primer. Pun dalam piramida kebutuhan ala Maslow, letak pangan berada di paling bawah atau dasar disejajarkan dengan sandang dan papan. Kalo kebutuhan itu ngga tercukupi maka hidup seseorang bisa dikatakan ngga layak.

Ya, dari dulu hakikatnya makanan adalah sebagai kebutuhan pokok. Sebagai pengenyang perut. Namun, seiring perkembangan zaman ternyata fungsi makanan menjadi semakin luas.

Continue Reading
1 Comment

Book Review: Pelajaran Meniti “Rumah Tangga”

Book Review: Pelajaran Meniti “Rumah Tangga”

Bagaimana mungkin seorang suami bisa merendahkan istrinya? Demi cinta dan kebahagiaan keluarga, para istri mengorbankan apa pun saja termasuk karier dan rasa percaya dirinya. Bukankah tak ada satu pun dari suami yang bisa memastikan istrinya, bila diberi kesempatan yang sama, tak akan lebih sukses darinya? Para istri bukanlah “pelayan” suami, jangan rendahkan mereka. Karena keagungannya, mereka merendahkan diri dan hatinya untuk dengan rela melayani suami atas nama cinta.

 

Continue Reading
0 Comments