Menjadi Perempuan Mandiri dan Berdaya di Era Emansipasi

Menjadi Perempuan Mandiri dan Berdaya di Era Emansipasi

Setiap tanggal 21 April, kita selalu larut dalam suasana Hari Kartini. Buat ibu yang sudah punya anak usia sekolah khususnya, peringatan Hari Kartini biasanya ditandai dengan putra-putrinya yang diharuskan memakai pakaian adat untuk ke sekolah. Tapi di luar keriaan itu, sebenarnya kita tau nggak sih hakikat sebenarnya Hari Kartini? Hey, kalian para perempuan gimana memaknai Hari Kartini dalam kehidupan sehari-hari?

Kartini selalu identik dengan emansipasi. Bukan cuma dalam aspek-aspek kehidupan di masyarakat, emansipasi juga seharusnya berawal dari rumah. Buat mereka yang sudah menikah atau bekerja, makna emansipasi ini bisa lebih luas yaitu mencakup persamaan dalam beberapa hal salah satunya adalah pengaturan keuangan.

Baca Juga:   Cerita Program Hamil Ketiga: Tip Mempersiapkan Keuangan untuk Program Hamil

Sebagai individu, ibu, dan istri penting sekali  bagi perempuan untuk memiliki pendidikan dan pengetahuan yang tinggi tentang banyak hal. Nggak peduli kalau pada akhirnya mereka memilih menempatkan diri di rumah sebagai ibu rumah tangga atau di kantor sebagai wanita karir. Namun, kita sebagai perempuan perlu tahu banyak hal termasuk soal finansial. Karena buat saya, finansial itu bukan cuma perkara sedikit banyak jumlahnya tetapi juga bagaimana mengaturnya agar bisa bermanfaat sesuai kebutuhan.

Baca Juga:   Perempuan Berdaya di Masa Pandemi, Apa Bisa?

Bagi mereka yang sudah menikah, penting sekali untuk melek literasi keuangan agar tidak terjadi ketimpangan atau kesenjangan kuasa yang bisa menyebabkan akibat paling fatal yaitu kekerasan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, dimana pun tempatnya perempuan harus mandiri secara finansial. Nah, untuk menjadi perempuan yang mandiri secara finansial ada beberapa poin yang wajib dipahami khususnya setelah mereka menikah, antara lain:

  1. Memiliki Keterampilan dan Keahlian
    Seorang wanita mandiri secara finansial pertama-tama harus berdaya, mau itu dari rumah atau tempat kerja. Caranya adalah mereka harus memiliki kemampuan atau keterampilan yang bisa digunakan untuk bekal mencari penghasilan. Inilah kenapa, di manapun peran yang kita pilih sebagai perempuan, belajar dan terus meng-upgrade diri dengan ilmu dan keahlian sangat diperlukan. Hal ini perlu banget dimiliki agar jika suatu hari nanti ada skenario terburuk dalam hidup seperti bercerai, suami sakit, atau pasangan meninggal maka perempuan bisa tampil dengan gagah di garis depan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, memenuhi kebutuhan mendadak, risiko finansial yang mungkin terjadi, bahkan mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang. Tak cuma itu, penghasilan yang didapat istri ini juga dapat membantu penghasilan suami apabila dirasa kurang.
  2. Memiliki Tabungan
    Umumnya, perempuan adalah pihak yang memegang keuangan keluarga. Menjadi ‘manager keuangan’ di rumah tangga berarti harus pintar mengelola keuangan, salah satunya adalah dengan memiliki tabungan. Sisihkan uang tiap bulan yang bisa digunakan untuk tujuan atau target tertentu. Tabungan ini dapat berfungsi sebagai dana darurat yang dapat dipakai sewaktu-waktu untuk keperluan mendadak dalam jangka pendek. Karena berfungsi sebagai dana siaga, sebaiknya dana ini mudah dicairkan.
  3. Memiliki Proteksi Diri atau Asuransi
    Istri dan ibu adalah representasi dari perlindungan dan kelembutan. Oleh karena itu, jangan lupakan juga untuk memberikan proteksi atau perlindungan bagi diri dan keluarga dari risiko finansial. Salah satu proteksi yang bisa dipakai seorang perempuan bagi hidup dan orang-orang yang disayanginya adalah dengan asuransi.
    Itulah kenapa, literasi keuangan khususnya yang membahas soal asuransi penting untuk diketahui bagi perempuan. Dengan memiliki asuransi, pos-pos keuangan yang sudah dikelola tetap berada pada tempatnya masing-masing dan tidak akan terganggu.
    Salah satu produk asuransi dasar yang harus dimiliki adalah asuransi kesehatan seperti Asuransi Bebas Handal yang mudah dibeli secara online, di ifwd.co.id. Asuransi Bebas Handal menawarkan manfaat rawat inap termasuk biaya kamar, biaya dokter, obat-obatan, perawatan setelah rawat inap dan biaya tindakan bedah, dengan pilihan kontribusi mulai dari Rp 75 ribu dan pilihan manfaat tahunan hingga Rp100 juta. Produk asuransi syariah ini juga memiliki Manfaat Khusus Covid-19 tanpa tambahan biaya untuk seluruh nasabah aktif ataupun yang baru bergabung selama periode 1 – 30 April 2021 agar mendapatkan Manfaat Khusus Isolasi Mandiri (Isoman) serta perlindungan termasuk pengobatan selama masa isolasi mandiri.
    Baca Juga:   Bicara Asuransi, Dulu dan Kini

    Kamu juga perlu melengkapi perlindungan untuk menghindari risiko penyakit kritis agar terhindar dari rasa khawatir akan tingginya biaya perawatan yang dapat merusak perencanaan keuangan. Salah satu produk asuransi yang bisa kami pilih adalah FWD Critical Armor yang dapat dibeli melalui jalur keagenan. Asuransi ini
    menanggung hingga tiga kali penyakit kritis major dan satu kali penyakit kritis minor dengan total manfaat 420% dari uang pertanggungan. Selain mendapatkan manfaat meninggal dunia, nasabah juga akan dibebaskan dari kewajiban membayar premi sejak pertama kali didiagnosis penyakit kritis major dan 100% premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan jika tidak ada klaim hingga akhir masa perlindungan. Nah, untuk lebih jelasnya, kalian bisa buka instagram @fwd_id atau download FWD MAX untuk lebih tahu program asuransi apa aja yang ada di dalamnya.
  4. Menyiapkan Dana Pendidikan Anak
    Bagi perempuan yang telah memiliki anak, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah memastikan anak dapat mendapatkan pendidikan terbaik. Sayangnya, sekolah-sekolah terbaik biasanya juga diimbangi dengan biaya yang tidak murah. Oleh karena itu sebagai wanita kita dapat merencanakan dana pendidikan anak dengan tepat dan sedini mungkin.
  5. Memahami Pentingnya Investasi
    Zaman sekarang, investasi bukan barang langka lagi. Hampir setiap orang sudah tahu dan bahkan beberapa sudahrutin berinvestasi di beberapa bidang. Karena sudah jadi hal umum ini jugalah maka perempuan yang mandiri secara finansial juga perlu memahami pentingnya investasi. Dengan investasi, hidup kita punya tujuan tertentu dan bertarget. Dengan berinvestasi juga ada potensi di masa depan yang lebih cerah. Hal ini menjadikan
    posisi keuangan menjadi lebih terukur dan terarah.
  6. Menyiapkan Dana Pensiun
    Dana pensiun penting untuk disiapkan agar nantinya kita bisa menjalani hari tua dengan nyaman dan tidak membebani siapapun. Umumnya manusia kan tidak bisa bekerja terus-menerus karena ada masanya kita menjadi tua dan harus digantikan dengan yang lebih muda. Oleh karena itu agar dapat menikmati masa pensiun dengan tenang, seorang wanita dapat menyiapkan dana pensiun sejak dini.

Itu dia beberapa kriteria wanita mandiri secara finansial. Kalian sudah sampai di tahap yang mana nih? Kalau belum semuanya tak apa, bisa dimulai dari sekarang kok. Nggak ada kata telat untuk belajar dan menjadi lebih baik.

 

0 Comments
Previous Post
Next Post
Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak
Rekomendasi

Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak