Mendadak Pelesiran ke de Voyage Bogor

Mendadak Pelesiran ke de Voyage Bogor

Jauh sebelum tanggal 17 April 2019, Hari Pemilihan Umum tiba saya sempat galau mau milih apa nggak ya. Pasalnya, TPS saya di Jakarta Pusat, saya tinggal di Tangerang. Antarkota antarprovinsi banget kan, sist cuma buat nyoblos. Akhirnya setelah berpikir panjang, saya pun memutuskan buat nyoblos aja. Nggak apa-apa jauh, habis itu kan bisa jalan-jalan cari diskon dan promoan di Jakarta sama sepupu saya.

Baca Juga:   Lebaran Bebas Tipu-Tipu Promo Belanja, Gimana Caranya?

Saya bahkan udah janjian sama sepupu saya buat jalan ngemall, makan, dan nongkrong. Sungguh, busui yang satu ini emang butuh hiburan. Mumpung ada temannya dan tempat tante saya dekat dengan mall-mall besar di Jakarta jadi ya rencanain aja.

Sampai tiba waktunya nyoblos, ternyata sepupu saya yang lain ngajakin jalan-jalan rombongan pakai mobil. Ini tuh kayak piknikan banget, gaes karena satu mobil Xenia penuh. Di dalamnya ternyata ikut juga suami saya yang katanya mau masuk kantor buat stand by quick count. Tapi berhubung jalan-jalan sama anak, istri, dan saudara lain lebih menggiurkan jadilah dia remote aja kerjanya.

Baca Juga:   Inilah Suka Duka Ketika Kamu Memutuskan Memilih Pasangan Hidup Seorang Programmer

Saat berangkat kami belum menentukan mau kemana. Kata suaminya sepupu saya, kemana arah kaki melangkah aja, hahaha. Padahal kan kita naik mobil. Tadinya mau ke Ragunan yang ada promo jari bertinta masuk gratis, tapi pasti tumplek blek. Mau ke Dufan yang katanya promo 170.000 buat 5 orang yang bisa masuk tapi takut tumplek blek juga dan kita bawa anak-anak kecil, termasuk si bayik Aqsa. Nggak akan enjoy buat menikmati wahana permainan ekstrem donk. Pas saya usul kita ke mall aja cari promoan trus makan, sepupu saya nggak mau katanya ngapain ke mall. Hmmm baiklah.

Akhirnya mobil berangkat menuju ke arah Bogor. Mau kemananya kita belum tahu. Antara ke The Jungle, de Voyage, atau Kebun Raya Bogor. Bahkan sampai mau keluar tol Baranangsiang pun, kita belum tahu arah tujuan kita, hahaha. Benar-benar keluarga yang impulsif. Hingga akhirnya kami pun memutuskan buat ke de Voyage saja karena belum pernah ke sana. Kami urung ke Kebun Raya Bogor karena kalau kami kesana ya yang dilihat cuma pohon-pohon. Kami butuh tempat wisata yang atraktif karena bawa anak-anak kecil.

De Voyage ini terletak di dalam kompleks perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR), letaknya di belakang Resto Rumah Air. Jadi masuknya memang dari gerbang perumahan BNR. Pas kita sampai sana sih nggak terlalu penuh yang tumplek blek gitu, terbukti dari gampangnya dapat parkir. Tapi ya tetap saja nggak sepi-sepi amat tempatnya. Pengunjungnya kebanyakan milenials alias anak-anak gaul.

Harga tiket de Voyage di hari biasa Rp 25.000 sedangkan di hari libur Rp 35.000. Karena tanggal 17 April kemarin dihitung sebagai hari libur maka harga tiketnya jadi Rp 35.000. Sedihnya, nggak ada diskon atau promo jari bertinta di sana. Untung suami sepupu saya buka OTA (online travel agent) dulu yang jual tiket taman hiburan dan surprisingly, di OTA harga tiketnya justru Rp 20.500. Uwoowww banget bedanya jauh karena buat 9 orang. Oh ya, di sini anak kecil lebih dari 2 tahun udah kena tiket masuk. Sementara itu, jam buka tempatnya pada hari biasa jam 09.00-18.00 dan hari libur jam 09.00-20.00.

Baca Juga:   Asyiknya Liburan dengan Kemudahan Booking Tiket dan Hotel Secara Online

Buat masuk ke de Voyage, kita diperiksa isi tasnya terlebih dahulu karena dilarang membawa makanan dan minuman dari luar. Mungkin takut ada yang mau nge-botram bawa tikar dan rantang di tengah-tengah venue kali ya, hahaha.

De Voyage ini ternyata konsepnya adalah wisata foto ala Eropa. Begitu masuk, kita akan disambut replika Menara Eifel seperti layaknya di Paris. Seterusnya, kita akan dimanjakan oleh bangunan-bangunan yang mengingatkan akan suasana Eropa seperti dam dan kincir angin di Belanda, sungai kecil dengan perahunya bagai di Venesia, Menara Pisa bagai di Italia, hingga Big Ben di London. Cat-cat bangunannya pun catchy banget dipandang mata. Kalau kata anak zaman sekarang sih instagramable. Nggak heran kalau yang kesana rata-rata pada bawa DSLR atau mirrorless buat berfoto.

Nggak banyak sih yang bisa dilakukan di de Voyage selain berfoto-foto. Buat yang punya anak kecil, ada arena permainan kayak odong-odong kincir angin, komidi putar, dan beberapa permainan lain tentunya dengan terlebih dahulu membeli koin. Tiap mainan berbeda-beda jumlah koinnya.  Selain itu ada arena face painting, labirin, dan beberapa wahana yang lain dengan tiket masuk 35.000-50.000. Sedangkan untuk mereka yang pengen merasakan suasana ala-ala Venice alias Venesia, bisa menaiki perahu di sungai kecil dengan membayar 50.000 saja.

yang mau ala-ala di Venesia bisa mengayuh sampan nih
odong-odong kincir angin ini tiketnya 3 koin

Sebagian besar bangunan di tempat ini memang murni buat foto-foto. Jadi buat kaum milenial pemuja feed instagram bagus atau penyuka pose dan fotografi, tempat ini cocok banget buat dijadikan tujuan wisata. Saran saya, bawa baju ganti yang banyak, kalau bisa sesuai tema negara. Jadi biar tiap pindah spot, bajunya nggak itu-itu aja.

Baca Juga:   Pantai Jetis, Pantai Penuh Cinta dengan Spot Foto Kekinian

Karena pengunjung nggak diperbolehkan membawa makanan dari luar, banyak kafe yang bergaya Eropa kok di dalam de Voyage ini. Jadi jangan khawatir kelaparan pas di dalam. Ada banyak bangunan instagramable yang juga jadi kafe. Ada tempat ngopi, kafe yang jual makanan ayam crispy ala cepat saji, hotdog, gelato, hingga gerobak es krim durian pun ada. Harganya juga nggak mahal-mahal banget kok. Saya sempat beli ice chocolate satu cup gede harganya hanya 20.000 aja.

Konsep makan di kafe pun nggak berasa kayak di kafe. Di tempat saya nongkrong misalnya. Di kafe kopi ini ada beberapa kursi yang ditata di depan kafe di sekitar Eifel. Yah mirip-mirip suasana lagi nongkrong di cafe di dekat Eifel yang sebenarnya kayaknya. Selain itu, banyak kursi-kursi taman juga yang bisa digunakan buat duduk, makan, atau sekadar berfoto. Tapi kalau mau ngadem, memang rada susah cari tempat adem dan berteduh di de Voyage karena sebagian besar tempatnya nggak ditumbuhi pohon alias gersang. Paling ada tanaman pun bunga-bunga dan ilalang. Jadi siap-siap aja oles sunblock, topi, dan kacamata hitam kalau kesini.

saya dan sepupu saya, ibuk-ibuk bergaya dulu
banyak tempat duduk di dalam tapi memang gersang

Bisa dibilang 90 persen de Voyage adalah memang buat wisata foto. Bagi yang suka dipotret atau memotret, tempat ini cocok banget dikunjungi karena memanjakan mata dengan berbagai penataan bangunan dan warnanya. Bahkan dari di luar pintu masuk pun pengunjung sudah disuguhi ´backdrop´ yang bisa digunakan buat berfoto. Sementara itu buat anak-anak juga ada beberapa area permainan yang bisa dijadikan hiburan.

Selain tiruan bangunan ikonik ala Eropa dengan perpaduan warnanya yang memanjakan lensa kamera, jangan lupa juga buat memanfaatkan ´properti´ yang tersedia di sana buat berfoto seperti tanaman ilalang, bebungaan, mobil tua di dekat pintu masuk, atau jalan-jalan di antara jembatan. Jangan lupa juga bawa baju ganti yang banyak biar sekalian bisa bolak-balik foto dengan banyak gaya dan jepretan. Jangan kalah sama Incess yang sekali sewa jet, gonta-ganti baju buat sekadar foto. Buat ganti bajunya tenang aja, ada toilet kok di dalam di bagian dekat tempat bermain anak-anak.

Selamat berwisata bersama keluarga!

 

 

1 Comment
Previous Post
Next Post