#CeritaIbu: Tentang Punya Anak dan Merancang Kamar Tidurnya

#CeritaIbu: Tentang Punya Anak dan Merancang Kamar Tidurnya

Punya rumah buat saya adalah satu tahapan perjuangan bersama suami yang bisa diwujudkan setelah 2 tahun kami menikah. Pun dengan punya anak, yang juga didapat dari hasil perjuangan dan kesabaran setelah 5 tahun menikah. Jadi, anak dan rumah adalah dua hal yang selalu mengingatkan kami akan perjuangan bersama. Itulah sebabnya ketika anak semakin bertumbuh dewasa, kami ingin memberikannya suatu ruang untuk bertumbuh dan belajar di dalam rumah yang kami namakan kamar anak.

Baca Juga:   Cerita Program Hamil Ketiga: Akhirnya Garis Dua

Buat saya dan suami sekarang ini, kamar tidur anak memang belum jadi sesuatu yang urgent banget mengingat Aqsa juga belum genap setahun dan masih tidur bersama kami. Akan tetapi yang perlu diingat lagi adalah time flies so fast, mungkin sekarang Aqsa baru bisa duduk sendiri tapi nanti tanpa dirasa tiba-tiba dia sudah bisa jalan, sudah bisa lari-larian, sudah mulai bersekolah, dan sudah harus diajarkan berbagai aspek kemandirian yang lain. Itulah sebabnya, penting juga buat kami untuk mempersiapkan kamar Aqsa nantinya bukan hanya sebagai ruangan privasinya dia tetapi juga sarana untuk membuatnya belajar mandiri dengan tidur sendiri.

Kamar tidur untuk anak ini dapat dikatakan sebagai sebuah area penting untuk dimiliki saat memiliki keluarga kecil. Mayoritas keluarga di Indonesia mengabaikan peran dari kamar tidur pribadi anak. Padahal kamar tidur anak tidak hanya berguna untuk menghadirkan kenyamanan dalam beristirahat, pentingnya kamar tidur pribadi anak adalah untuk mendidik sifat mandiri sedari dini.

Baca Juga:   #MarriedLifeSeries: Tinggal di Rumah Kontrakan Setelah Menikah

Sementara pada saya dulu nggak ada memori khusus yang tertinggal dengan kamar saya pribadi saat kecil kecuali ruangan sederhana dengan tempat tidur, meja belajar, lemari baju, dan tembok-tembok yang dihiasi oleh poster-poster serial atau band kesukaan. Namun, zaman sekarang jelaslah berbeda. Kamar tidur anak bisa didesain sekreatif mungkin. Kalaupun mau cari inspirasi desainnya, tinggal buka saja internet maka akan buaanyyaakk sekali inspirasi desain kamar tidur anak.

Buat memiliki kamar tidur anak impian nggak susah kok. Jika kamu sudah punya rumah dan anak, kamu bisa langsung mengalokasikan sisa kamar untuk buah hati. Jangan berpikir untuk memberikan kamar tidur anak yang biasa seperti saat memiliki rumah dijual. Rata-rata nuansa kamar pada rumah dijual dibentuk secara general dan tidak mengkhususkan untuk usia anak. Dibanding membiarkan kondisi yang sama seperti saat rumah dijual, kamu bisa berinisiatif menghadirkan nuansa yang cocok sesuai dengan usia mereka.

Sebenarnya gampang-gampang susah sih mendesain kamar tidur anak ini. Kalau menurut Mbak Erlinda, mantan Sekjen KPAI yang pernah jadi narasumber saya dulu, yang paling penting dari kamar tidur adalah warna-warni karena dapat merangsang otak dan juga bisa jadi sarana belajar buat anaknya. So, buat yang mungkin masih bingung mau menentukan desain apa yang cocok dan bisa diterapkan untuk kamar anak, berikut saya kasih beberapa tema yang mungkin bisa buat inspirasi kalian:

Kamar Tidur Anak Laki-laki

Football Holic

Jika kamu punya suami yang juga penggila bola seperti suami saya, kamu bisa kenalkan si kecil tentang sepakbola dari kamarnya. Buat seakan-akan kamar buah hati kalian menyerupai sebuah lapangan bola. Pilih warna hijau tua atau coklat sebagai warna dominan dinding kamar tidurnya. Pilih juga bantal berbentuk bola atau seprai dan sarung bantal/guling dengan motif bola. Jika mau, lengkapi juga dengan 1-2 jersey klub bola favorit yang berwarna terang dan mencolok.

Baca Juga:   #MarriedLifeSeries: Kasih Surprise ke Pasangan, Antara Ekspektasi dan Realitas

Jika kamu memiliki kamar anak yang ukurannya agak besar, kamu bisa tempatkan karpet yang terbuat dari rumput sintetis di lantainya. Jadi seakan-akan kita sedang berada di lapangan bola ketika ada di dalamnya. Selain itu, sentuhan rumput juga sangat baik untuk meredam fobia pada mereka yang memiliki ketakutan terhadap rumput (Hastenburaphobia) saat tumbuh kembangnya.

Ruang Angkasa

Tema ruang angkasa ini merupakan tema yang selalu menarik buat diterapkan jadi tema kamar baik kamar anak maupun orang dewasa. Melalui tema ruang angkasa, rasa ingin tahu serta imajinasi anak menjadi tergali lebih luas. Kita nggak melulu harus memilih warna hitam sebagai warna dominan pada dinding kamarnya, kok. Pada tema ruang angkasa, kita bisa mengganti warna dominannya dengan warna biru tua. 

Jangan lupa berikan juga sentuhan motif bintang glow in the dark di dinding ataupun langit-langit kamar untuk membuat aksen ruang angkasa yang lebih dekat saat mereka tidur. Jika tidak sempat untuk melakukan pengecatan, kalian juga bisa memakai wallpaper dinding bertemakan ruang angkasa.

Kamar Tidur Anak Perempuan

Animasi Unicorn

Anak perempuan punya lebih banyak variasi tema kamar yang bisa digali. Unicorn bisa jadi salah satu tema yang bisa diterapkan pada kamar anak-anak. Selain karena bentuknya yang lucu, saat ini sudah banyak karakter animasi unicorn yang berwarna-warni. Unicorn dalam bentuk animasi tidak hanya digambarkan dalam sebuah warna monoton yaitu putih. Beragam karakter animasi unicorn tersebut masing-masing memiliki warna yang berbeda, karakter Little Pony misalnya. Walaupun tidak nyata, nyatanya karakter unicorn ini disukai banyak anak-anak perempuan karena memang bentuknya yang menggemaskan. 

Dalam pengaplikasiannya di kamar anak, coba deh kolaborasikan warna putih dengan beberapa aksen warna lain seperti soft pink, ungu muda, atau warna plum. Sementara itu, dominasi warna putih yang identik dengan tubuh unicorn bisa tetap dipertahankan di bagian lantai dan dinding. Warna-warna tambahan tentu dapat kita adopsi di bagian selimut atau sarung bantal dan guling.

Sementara itu, untuk memunculkan kesan seperti tidur di atas tubuh unicorn kita bisa memilih seprai atau karpet lantai berbulu tipis berwarna putih. Untuk merampingkan tempat tidur, ada baiknya pakailah tempat tidur dengan ukuran single bed. Sebagai aksen tambahan, kalian bisa menempelkan sticker atau menggambarkan mural bermotif animasi unicorn, bintang, atau pelangi.

Pinky Room

Pink dan anak-anak perempuan sepertinya memang tak terpisahkan. Nggak heran kan, bahkan jauh sebelum anak lahir jika sudah diketahui jenis kelaminnya perempuan maka warna pink-lah yang akan menjadi warna dominan di baju, selimut, seprai, bantal, guling, dan perabot lainnya. Merah muda memang merupakan warna yang feminin banget dan cocok untuk anak perempuan.

Namun, jika kita memilih satu tone warna merah muda saja di kamar tentu akan membosankan. Setidaknya, kita bisa kombinasikan 2 sampai 3 warna pink pada kamar tidur untuk memunculkan mood positif dan sifat girly anak-anak perempuan. Misalnya dengan memadukan warna pink, shocking pink, dan dusty pink. Lengkapi juga perabot dan perlengkapan di kamar si princess kecil dengan dominasi warna-warna pink dan warna-warna lain yang masih senada dengan pink seperti lilac, violet, baby blue, ataupun kuning. 

Jadi, sudah siap menghias kamar buah hati kita? Saya sih nggak sabar lagi buat nunggu Aqsa bisa bobok sendiri dan menghias kamarnya dengan tema-tema yang lucu. Nggak lupa juga, saya mungkin akan menambahkan sudut kecil yang dilengkapi dengan kotak mainan edukatif dan juga buku-buku cerita. Aaakkk, nggak sabar rasanya. Yuk ah menabung dulu untuk mewujudkan itu semua.

1 Comment
Previous Post
Next Post
Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota
Rekomendasi

Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota