Ide Bermain Anak Usia 2 Tahun (Part 1)

Ide Bermain Anak Usia 2 Tahun (Part 1)

Pandemi belum kelihatan ujung pangkalnya.

Itulah hal yang akhirnya saya pahami akhir-akhir ini. Pandemi masih akan panjang, anak-anak masih akan bertahan di rumah lebih lama, arena bermain di tempat-tempat umum masih entah kapan akan dikunjungi (kembali), dan tidak mungkin anak-anak terus diberi gadget untuk menghabiskan waktu di rumah.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Kegiatan bersama Balita di Rumah saat Pandemi

Oleh karena itu, saya sebagai seorang ibu sebisa mungkin harus kreatif agar anak nggak bosan, nggak kecanduan gadget, dan bisa terus bertumbuh kembang sesuai dengan usianya walaupun tetap di rumah aja terus. Mulailah saya browsing dan cari tahu soal kreativitas ide bermain anak di rumah.

Bermain dengan anak usia 2 tahun ini cukup menantang buat saya. Tantangannya adalah selain harus benar-benar berdamai dengan rumah yang akan berantakan, saya juga dituntut buat kreatif bikin banyak permainan dalam sehari. Buat Aqsa yang bosanan atau kadang kalau suka satu permainan bisa cepat banget durasi mainnya, sehari atau sekali main (2-3 jam) bisa menghabiskan 3-4 permainan. Ini artinya sebagai ibu, saya harus putar otak dan cari dari banyak sumber tentang ide bermain anak.

Untungnya ada youtube, akun instagram, pinterest, komunitas, bahkan browsing soal ide bermain anak di internet pun sudah sangat gampang. Saya pun memulai buat berkreasi membuat beberapa permainan anak untuk usia 2 tahun. Permainan ini cukup menarik dan menyita perhatian Aqsa. Saya kasih tahu apa saja jenisnya ya siapa tahu bisa dicontoh oleh orang tua yang sedang buntu membuat ide bermain.

1. Mencocokkan warna

Alat dan bahan:

  • Kertas HVS
  • Kertas lipat warna-warni
  • Gunting
  • Pulpen
  • Lem

Caranya:

  • Gunting kertas lipat warna-warni menjadi bentuk kecil-kecil dan tempelkan salah satu bagian sebagai contoh warna. Jika perlu, tulis nama warna di bagian kertas yang menjadi contoh.
  • Acak potongan kertas warna-warni dan biarkan si kecil mengambil salah satu potongan kertas, minta ia sebutkan warna kertas yang ia ambil.
  • Beri lem di belakang kertas dan mintalah ia untuk menempelkan kertas di bawah potongan kertas dengan warna senada yang sebelumnya telah tertempel.

Bermain permainan ini ternyata membuat Aqsa sangat bahagia. Dia malah yang pertama kali menemukan potongan-potongan kertas dan nggak sabar buat main bareng saya. Saya hanya bilang nama warnanya ke Aqsa (meski dia udah hafal), lalu minta dia buat tempelin kertas warna-warni yang sudah dipotong, dan saya bantu buat kasih lem di belakang kertasnya.

2. Membuat sate sedotan

Alat dan bahan:

  • Sedotan boba
  • Tusuk sate atau lidi
  • Gunting
  • Tisu
  • Lakban

Caranya:

  • Gunting sedotan boba menjadi beberapa bagian kecil.
  • Sambungkan tusuk sate atau lidi dengan menggunakan lakban. Kalau ada lidi atau bambu kecil dengan ukuran yang panjang lebih baik, jadi nggak usah disambungkan lagi. Ini saya sambungkan karena biar bisa panjang sehingga potongan sedotan yang masuk jadi banyak.
  • Gulung tisu kemudian lakban di salah satu tepi tusuk sate atau lidi. Gunanya adalah agar sedotan yang dimasukkan tidak keluar lagi dari tusukan/lidi.
  • Minta anak untuk memasukkan sedotan satu per satu hingga penuh kemudian deretkan sate sedotan yang sudah selesai. Setelah itu kita bisa lanjutkan dengan bermain peran menjadi penjual sate dan pembeli.

Sebenarnya permainan ini mirip dengan permainan meronce mote karena melatih koordinasi mata dan tangan. Hanya saja, saat itu saya nggak punya alat meronce yang proper kayak mote atau benang. Jadilah menggunakan alat dan bahan yang ada di rumah. Malahan berkat permainan ini, saya bisa improvisasi ke permainan lainnya yaitu bermain peran menjadi penjual sate dan pembeli.

3. Mencocokkan bentuk

Alat dan bahan:

  • Kertas warna-warni
  • Kertas HVS
  • Gunting
  • Pulpen
  • Lem

Caranya:

  • Potong kertas lipat warna-warni menjadi beberapa bentuk seperti lingkaran, bintang, segitiga, persegi, persegi panjang, trapesium, dll.
  • Tempel masing-masing 1 bentuk sebagai contoh kemudian beri nama bentuknya.
  • Acak potongan kertas dan biarkan si kecil mengambil salah satunya kemudian minta ia sebutkan warna kertas yang ia ambil.
  • Beri lem di belakang kertas dan mintalah ia untuk menempelkan kertas di bawah potongan kertas dengan bentuk senada yang sebelumnya telah tertempel.

Sebenarnya, ini bisa jadi permainan untuk anak usia balita bukan batita seperti Aqsa. Namun, Aqsa sudah terbiasa terpapar dengan bentuk-bentuk ini karena sering main puzzle bentuk dan juga tahu dari buku cerita dinosaurus yang ia punyai. Beberapa bentuk seperti bintang, persegi, segitiga, atau lingkaran sudah Aqsa ketahui sebelumnya. Sementara itu, beberapa bentuk lain seperti trapesium dia belum familiar. Jadi permainan ini bisa sekalian mengenalkan bentuk baru padanya.

4. Menghias styrofoam

Alat dan bahan:

  • Styrofoam bekas
  • Tusuk gigi
  • Manik-manik warna-warni

Caranya:

  • Tancapkan tusuk gigi memutar di atas styrofoam.
  • Ambil manik-manik warna-warni dan minta si kecil untuk memasangnya di tusuk gigi yang sudah tertancap di atas styrofoam.
  • Berikan warna dan bentuk yang berbeda di tiap tusuk gigi agar bervariasi.

Permainan ini lagi-lagi memanfaatkan barang-barang dan barang bekas yang ada di rumah saya. Satu permainan ini cukup menyita waktu Aqsa lumayan banyak kok walaupun kadang dia harus dimotivasi terus untuk menyelesaikan menghias karena memang terkadang anaknya gampang bosan.

5. Memindahkan manik-manik

Alat dan bahan:

  • Manik-manik warna-warni
  • Pinset
  • Wadah kecil (mangkuk atau toples kecil)

Caranya:

  • Campur manik-manik berbagai warna dan bahan,
  • Kategorikan 1 atau 2 manik-manik sejenis (berdasarkan warna atau bentuk) ke dalam wadah.
  • Minta si kecil untuk menyortir manik-manik yang serupa dengan contoh lalu memasukannya ke dalam wadah menggunakan pinset atau tangan.

Permainan ini lagi-lagi membutuhkan koordinasi mata dan tangan anak. Buat Aqsa, dia sedikit kesusahan untuk menggunakan pinset tapi ya tetap saja saya suruh dia berusaha walaupun kadang kalau sudah kesal dia akan pakai tangan. Namun, paling tidak dia mau berusaha dulu dan melatih tangannya yang kadang masih kaku kalau memegang sesuatu atau benda kecil.

Itu dia 5 permainan anak yang bisa dicoba di rumah buat si kecil. Permainan ini bisa dimainkan oleh balita atau batita tetapi tetap harus diawasi oleh orang tua ya karena melinatkan benda-benda kecil yang bisa saja tertelan dan benda-benda tajam yang bisa saja menggores kulitnya.

Disclaimer: Permainan ini atas kreasi saya sendiri dengan menggunakan alat dan bahan yang sudah ada di rumah. Jika orang tua punya variasi alat dan bahan lain, bisa kembangkan sesuai dengan alat dan bahan yang ada di rumah ya.

Peringatan: Jangan lupa juga selalu awasi si kecil saat bermain karena beberapa permainan melibatkan benda-benda kecil seperti manik-manik atau tusuk gigi dan benda tajam seperti gunting yang bisa melukai si kecil.

 

1 Comment
Previous Post
Next Post