Ide Bermain Anak Usia 2 Tahun (Part 2)

Ide Bermain Anak Usia 2 Tahun (Part 2)

Pandemi belum kelihatan hilal berakhirnya. Sudah mati gaya belum, Bun? Khususnya buat buibuk yang hidupnya sehari-hari sama para balita. Kalau saya sih sudah bolak-balik mati gaya. Siklusnya dari yang semangat ngajakin main-lelah dan hanya ngajakin anak gegoleran-kasih gadget kalau sudah exhausted. Gitu aja terus. Atau kalaupun udah mentok banget, senjata terakhir saya adalah membiarkannya main air. Entah itu berendam, siram-siram tanaman, atau cuci kendaraan yang ada di rumah.

Baca Juga:   Ide Bermain Anak Menggunakan Media Air

Tapi sebisa mungkin sih saya jauhkan Aqsa dari gadget dan kasih dia mainan yang merangsang motorik serta sensoriknya. Tapi tantangannya pas bermain bareng tuh anak mudah banget bosan. Jadi, sebagai orang tua juga harus putar otak buat cari ide bermain apalagi nih.

Itu sebabnya juga, kenapa sekarang saya jadi sayang sama barang-barang bekas kayak botol bekas atau kardus di rumah. Pasalnya, barang-barang ini bisa dipakai buat bermain sama Aqsa. Padahal mah dulunya barang-barang bekas kayak gini langsung masuk tong sampah atau ke tukang loak.

Baca Juga:   Ide Bermain Anak Usia 2 Tahun (Part 1)

Jadi, apalagi nih buibuk kegiatan kalian bersama para anak? Ini ada beberapa ide bermain yang sering atau pernah saya lakukan sama Aqsa. Semoga bisa menambah khasanah ide permainan yang bisa dilakukan di rumah aja sama anak-anak ya.

1. Membuat jalanan mobil

Alat dan bahan:

  • Stik es krim
  • Balok kayu
  • Lego block
  • Mobil-mobilan

Caranya:

  • Gunakan barang-barang yang ada di rumah seperti stik es krim, lego block, balok kayu, tusuk gigi, sedotan, atau apapun yang bisa digunakan untuk membentuk sebuah jalanan mobil.
  • Susun benda-benda tersebut memanjang dan berkelok layaknya jalanan mobil yang sebenarnya. Ajak anak untuk menyusun dan mendesain sendiri track mobilnya.
  • Minta anak buat memainkan mobil kecilnya di dalam track jalanan yang sudah dibuat.

Permainan ini biasanya cocok dilakukan oleh anak cowok yang notabene akrab sama mobil-mobilan. Saya lumayan sering bikin jalanan mobil sama Aqsa. Biasanya pas bikin, saya minta dia yang menyusun. Jadi dia yang merancang sendiri jalannya apakah lurus atau di mana ia bisa menaruh belokan untuk mobilnya nanti. Selain pas memainkan mobilnya, bagian bikin dan merancang jalannya bersama si kecil juga menarik, lho.

2. Bermain dengan jepitan

Alat dan bahan:

  • Jepitan kertas/ baju
  • Kertas
  • Serbet/kain
  • Tambang

Caranya:

  • Minta anak buat memasang jepitan di tali dan kertas, seolah-olah dia sedang menjemur baju.
  • Atau bisa juga pasang jepitan di kain, lalu minta si kecil buat mencopotnya satu per satu.
  • Setelah dicopot, minta ia lagi buat memasang jepitan satu per satu di kain.

Awalnya, saya menganggap remeh jepitan di rumah. Saya pikir, ah benda seperti ini pasti juga anak-anak bisa memakainya. Ternyata anggapan saya salah. Buat Aqsa, perkara buka jepitan, memasangnya di suatu benda, atau mencopotnya di benda lain itu PR banget. Dia kesulitan cukup lama dengan penjepit kertas. Buat membukanya aja kayaknya susah banget sampai bikin gemas karena meleset muluk. Namun, setelah diganti dengan penjepit baju, dia lumayan cepat buat menyesuaikan dan bisa menggunakan alat ini.

Mainan jepitan ini cukup mengasyikkan buat kami. Apalagi di bagian pura-pura jemur baju karena sambil bermain saya bisa kasih tahu Aqsa nantinya kalau sudah bisa jemur baju ala-ala, Aqsa bisa bantuin saya jemur baju beneran. Yah, anggap aja ini bagian dari sugesti saya ke dia agar dia mau bantuin saya mengerjakan pekerjaan rumah. Bermain jepitan baju ini juga melatih koordinasi mata-tangan serta kekuatan otot tangan. Carilah penjepit baju atau kertas yang berwarna-warni agar sekalian bisa mengenalkan si kecil dengan berbagai warna.

3. Mengecat dengan pewarna makanan

Alat dan bahan:

  • Pewarna makanan
  • Kertas
  • Wadah
  • Kapas/ cotton bud

Caranya:

  • Tuang beberapa pewarna makanan di wadah (saya memakai wadah bekas cat air).
  • Campurkan beberapa warna agar terbentuk kombinasi warna lain (seperti kuning dan hijau menjadi biru)
  • Gunakan kapas atau cotton bud sebagai kuas lalu biarkan si kecil mengecat semaunya di kertas.

Aqsa punya PR dari dokter mengenai kemampuan motorik halusnya. Dia masih kurang dalam hal duduk diam dan menulis. PR-nya adalah membuat garis lurus dan lingkaran. Sementara kalau disuruh duduk manis dan menggambar menggunakan alat tulis (pensil warna, spidol, atau pulpen) dia agak susah. Jadilah saya gunakan cara ini agar tangannya bisa berlatih membuat garis lurus dan lingkaran.

Selain itu, pewarna makanan juga relatif mudah dibersihkan di beberapa media. Di kain, cukup rendam dengan air dan deterjen sesaat setelah bermain lalu cuci seperti biasa. Maka noda warna pun akan hilang. Sementara di media lain seperti tembok, cukup dilap dengan kain atau lap basah untuk menghilangkan nodanya. Insyaallah noda pun akan hilang.

4. Menemukan manik-manik

Alat dan bahan:

  • Manik-manik
  • Pasir kinetik
  • Pinset
  • Wadah

Caranya:

  • Sebar manik-manik di dalam pasir kinetik secara acak.
  • Minta si kecil buat mencari manik-manik menggunakan pinset atau tangan.
  • Setelah manik-manik didapat, taruh di wadah kosong lainnya.

Mainan-mainan yang kecil kayak manik-manik begini membantu sekali buat melatih koordinasi serta keterampilan mata dan tangan si kecil. Anak yang aktif banget kayak Aqsa gini juga bisa sejenak buat diajak tenang, konsentrasi, dan fokus dengan ‘tugas’ mencari manik-manik, lho.

5. Bermain dengan pom-pom

Alat dan bahan:

  • Pom-pom warna-warni
  • Pinset
  • Piring kertas warna-warni

Caranya:

  • Tempatkan pom-pom warna-warni di suatu wadah.
  • Sediakan berbagai piring kertas berwarna-warni (atau bisa juga dengan piring kertas biasa dikasih tanda warna tertentu) untuk memisahkan pom-pom.
  • Minta si kecil buat memisahkan pom-pom di piring-piring yang tersedia berdasarkan warna piringnya.

Mainan pom-pom begini selain bisa melatih si kecil buat mengenal tekstur pom-pom yang bulat dan kasar juga bisa melatih koordinasi mata dan tangannya saat proses dia menjepit dan memisahkan pom-pom. Selain itu, permainan ini juga bisa membantunya buat memperkenalkan warna-warna. Saya biasanya minta Aqsa buat menyebutkan warna dari pom-pom yang berhasil dia ambil. Selain menyebutkan warna dalam Bahasa Indonesia, saya juga pelan-pelan mulai perkenalkan dia dengan kosakata warna dalam Bahasa Inggris. Dengan begini, belajar pun bisa jadi mengasyikkan karena dilakukan bisa sambil bermain.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Tentang Bermain dengan Anak (-Anak)

Masih di rumah aja bukan berarti mati gaya, apalagi yang di rumah terus sama anak balita. Memang sih, main bareng akan sangat butuh effort yang lebih banyak daripada menggunakan jalan pintas seperti memberinya gadget. Tapi percayalah, main di rumah sama anak bisa membantu tumbuh kembangnya dalam banyak hal. Selain itu, bonding dengan anak yang sangat berharga juga akan terus terjalin.

Main bersama memang melelahkan, banget malah. Tapi waktu kita dengannya selama di rumah aja cukup singkat sebelum akhirnya dia sibuk sekolah, les, atau bermain bersama teman-temannya.

Selain ide bermain yang pernah saya sharing di atas atau tulisan-tulisan sebelumnya, ada ide bermain apalagi kah yang recommended buat dilakukan sama anak nih? Yuk, sharing idenya dengan komen aja di kolom komentar.

 

0 Comments
Previous Post
Next Post
Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak
Rekomendasi

Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak