#CeritaIbu: Kegiatan Asyik Selama Masa Social Distancing

#CeritaIbu: Kegiatan Asyik Selama Masa Social Distancing

Bagi saya yang biasa di rumah sehari-hari, saya kira 14 hari masa social distancing sekaligus work from home untuk anggota keluarga lain yang biasanya ngantor akan jadi jadi sesuatu yang mudah. Nyatanya, nggak semudah itu Ferguso! Memang, sehari-hari saya biasa di rumah tapi itu berlaku Senin sampai Jumat di hari-hari biasa saat nggak ada wabah. Weekend biasanya kami sekeluarga keluar walaupun hanya makan di luar, ke toko buku, atau kelilingan aja naik mobil. Nah, sayangnya 14 hari masa isolasi ini benar-benar nggak bisa keluar. Dan ternyata itu nggak mudah.

Sebenarnya saya bisa saja sih nekat ngajakin suami kemana naik mobil buat menghilangkan jenuh. Tapi saya masih sayang sama diri sendiri dan keluarga. Juga saya sebagai warga remahan rengginang ini hanya bisa memberikan sumbangsih berupa ‘patuh’ pada instruksi untuk berdiam diri di rumah. Saya kasihan melihat para tenaga medis yang sudah sangat kelelahan dengan banyaknya pasien Covid 19 dan tidak mau menambah beban mereka dengan menerjang risiko besar untuk keluar rumah.

Masa social distancing selama 14 hari ini nyatanya kalau dijalani terasa lama juga. Saya sebenarnya kangen keluar rumah, bahkan kangen mudik. Kami sekeluarga bahkan membatalkan rencana pulang kampung karena pandemik ini. Walaupun begitu, toh semuanya tetap ada hikmahnya. Kami tetap bisa berkumpul bertiga dalam suasana yang anggap saja liburan. Yah, walaupun di saat-saat tertentu saya harus ekstra ‘menghalau’ dan mengalihkan perhatian Aqsa ketika nempel muluk sama ayahnya sedangkan ayahnya harus bekerja. Justru inilah tantangannya.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Mudik Lebaran Pertama bersama Bayi

So, inilah beberapa hal yang saya lakukan selama 14 hari masa karantina:

1. Bermain peran bersama Aqsa

Saya sehari-hari memang biasa di rumah saja berdua dengan Aqsa. Pas masa work from home ini, beban di rumah menurut saya menjadi lebih besar. Pasalnya, ayahnya ada di rumah dan sudah pasti Aqsa akan nempel terus dengan ayahnya. Kalau ada ayahnya, energinya kayak nggak ada habisnya. Kalau ada ayahnya, jiwa gedebukannya pun meluap-luap. Waktu yang biasanya diisi dengan bobok siang pun rasanya jadi nggak ngantuk buat dia. Sementara itu, ayahnya kan juga harus tetap kerja bukan seharian bermain dengannya.

Aqsa ceritanya jualan buku

Saat-saat seperti inilah saya dituntut buat kreatif. Saya yang biasanya malas mikir jadi dituntut putar otak buat bikin kegiatan apa yang bisa bikin Aqsa sibuk dan nggak melulu lari ke gadget. Sedih banget saya tuh pas masa WFH gini Aqsa jadi agresif ke gadget karena mau nggak mau tiap hari lihat ayahnya pegang hape dan laptop. Jadilah saya akhirnya bermain peran sama dia. Permainan simpel banget sih ini, cuma butuh rafia yang dibentangkan mirip tali jemuran lalu di atasnya dikasih benda-benda kayak buku atau sepatu digantungin. Lalu kami bermain peran. Aqsa jadi penjual buku, saya jadi pembelinya. Begitu aja terus, hanya saja barangnya diganti-ganti biar nggak bosan. Saya pun nggak capek cuma modal ngobrol sama antusias, Aqsa senang, ayahnya pun tenang bekerja.

2. Membaca buku bersama

Saya beruntung banget karena sebelum heboh-heboh work from home dan social distancing, saya udah sempat borong buku di BBW di ICE BSD seminggu sebelumnya. Saya borong buku sampai ratusan ribu dan semuanya buku anak-anak. Aqsa pun senang banget dengan buku-buku barunya dan memang dari kecil dia biasa banget dengan buku. Saya dan ayahnya membiasakan dia baca buku kapan pun, nggak cuma saat akan tidur. Alhasil, anaknya senang dan tenang saat dibacakan buku.

Baca Juga:   Tip Anti-Katrok Saat Pertama Kali ke BBW 2017

Pas lagi social distancing gini, baca buku akhirnya jadi ‘pelarian’ kegiatan saat kegiatan-kegiatan lain mulai membosankan. Mendengarkan cerita dan orang membaca buku nggak pernah bikin Aqsa bosan. Makanya saya pun berinisiatif bikin kegiatan ‘sekolah-sekolahan’ sama dia. Dia pura-pura sebagai muridnya, saya gurunya. Dia sekolah sama boneka-bonekanya yang berbentuk Tayo, tarantula, dan pumpkin. Segitu aja dia udah senang banget.

Kadang kalau load kerja ayahnya lagi santai, kami pun bergantian bacain buku. Tapi kalau sama ayahnya, Aqsa lebih suka baca buku sambil santai tidur-tiduran. Bahkan kami pun mengubah teras kami jadi tempat santai dengan menggelar karpet dan meletakkan bantal-bantal di sama biar jadi tempat yang nyaman untuk baca buku dan nongkrong selama WFH ini.

3. Mencoba resep-resep baru

Social distancing bikin saya capek masak. Asli, capek banget karena selama seminggu berturut-turut saya memasak sedangkan kalau hari biasa paling nggak saat weekend saya libur memasak dan kami jajan di luar. Saat musim corona gini kami memang jadi takut kalau mau beli makanan di luar, takut nggak steril atau gimana. Makanya lebih aman memang memasak.

Baca Juga:   Spaghetti Barbeque Pedas Topping Nugget, Resep Kangen Labuan Bajo

Tapi ya itu walaupun capek, memasak itu menyenangkan. Kadang kalau sudah sore menjelang dan Aqsa kelamaan tidur siang saya suka bingung mau ngapain. Mau nonton film kadang merasa bersalah karena kayak menghabiskan beberapa jam useless. Mau baca, mata juga capek. Mau tidur malah biasanya malam jadi susah tidur. Alhasil saya pun mencoba resep-resep baru.

Saya yang biasanya cuma masak sayur dan lauk biasa setiap hari akhirnya terinspirasi untuk bikin cake. Yup, cake walaupun ini cake yang sangat sederhana yaitu cheese cake. Cheese cake yang saya buat ini sederhana banget, nggak pakai oven dan bahan-bahannya pun gampang dibuat. Jadilah voila, cheese cake oreo sederhana yang disukai anggota keluarga. Selain cheese cake oreo, saya bikin makanan lain yang semua resepnya bisa dicontek dari instagram atau Youtube seperti mendol tahu atau Indomie nyemek yang populer banget di Jogja. Ternyata menyenangkan juga kok mengisi waktu sama memasak ini.

Baca Juga:   Cerita Kehamilan Ketiga: 5 Food Vlogger yang Membangkitkan Selera Makan

4. Membaca buku-buku yang sudah menumpuk di rumah

Sejak hamil Aqsa saya memang suka banget baca buku, baik itu real book atau e-book. Saya juga jadi sering banget beli buku baik online maupun offline. Setiap jalan-jalan, toko buku selalu jadi tujuan kami tiap bulan. Sayangnya, karena berbagai alasan yang real atau yang kadang saya ada-adain aja, buku-buku itu jadi bertumpuk di pojokan. Jadi sekarang-sekarang ini, saya punya tumpukan buku atau e-book yang belum dibaca banyak banget. Dan pas social distancing begini adalah saatnya untuk membuka dan membaca buku-buku ini lagi.

Saya menikmati sekali membaca buku baik buku yang real maupun e-book. Sayangnya memang nggak bisa lama-lama karena kadang Aqsa suka mengambil apapun yang sedang saya pegang. Apalagi kalau saya nyuekin dia. Jadinya ya memang dicicil sedikit-sedikit bacanya. Tapi lumayan juga kok, saya jadi ada kegiatan di sela-sela kejenuhan karena yang dilihat rumah lagi-rumah lagi.

Baca Juga:   #CeritaIbu: 6 Kegiatan Me Time Sederhana Rasa Mewah untuk Ibu Baru

5. Olahraga Ringan

Berkat bosan banget di rumah selama social distancing, akhirnya saya keluarkan lagi yoga mat dan dumbel saya yang selama ini sudah berdebu. Paling nggak, saya mulai olahraga yang ringan-ringan di rumah. Sesekali angkat-angkat dumbel biar tangan yang gembyor akibat makan mulu ini sedikit kencang. Rencananya, perlahan saya pengen mulai lagi home workout biar badan tambah sehat.

Baca Juga:   Yuk, Tiru Konsistensi Olahraga dan Gaya Hidup Sehat 6 Selebritis Cewek Ini!

Saya merasa banget akhir-akhir ini sering sakit karena blass nggak pernah olahraga lagi sejak hamil. Makan pun jadi serampangan, segala makanan dimakan. Lihat banyak orang membagikan kegiatan olahraganya selama social distancing di IG jadi ikut ketularan semangatnya. Mungkin inilah salah satu hikmah social distancing, kita diingatkan lagi untuk selalu sehat.

6. Update Blog

Blog saya sudah debuan nggak jelas sejak awal tahun. Dulu, saya yang biasanya bisa nulis 8-10 tulisan per bulan, kini paling banter hanya 2 atau 3 tulisan. Makanya sejak social distancing ini di sela-sela waktu kosong saya niatkan lagi untuk bikin postingan dengan tulisan yang lumayan panjang. Plus rata-rata tulisan organik.

Baca Juga:   Menjelaskan Posisi Blogger di Mata Orang Lain dan Keluarga

Nggak cuma itu. Saya juga rajin benerin apa yang harus dibenerin di blog. Nanam-nanam link di beberapa situs biar DA (domain authority) naik. Kapan lagi bisa punya waktu selo sedikit tapi hampir bosan karena di rumah aja. Jadilah sekarang blog saya sedikiiit terurus. Mudah-mudahan dengan terurusnya blog ini, job ke depannya jadi mengalir lancar. Amin!

Itu dia beberapa kegiatan yang saya lakukan untuk membunuh kebosanan yang terjadi selama beberapa hari #DiRumahAja. Memang bosan sih, sungguh! Bosannya tak terelakkan, tapi ya mau gimana lagi karena sekarang inilah yang terbaik untuk kita semua. Semoga setelah ini, virus corona menghilang dari muka bumi dan kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa tanpa rasa takut.

Ini kegiatanku, kalau kegiatanmu ngapain aja? Share juga yuk di kolom komentar!

 

 

12 Comments
Previous Post
Next Post