[SP] Serba-Serbi Persiapan Perjalanan Menggunakan Pesawat

[SP] Serba-Serbi Persiapan Perjalanan Menggunakan Pesawat

Saya bukan orang yang satu dua kali berperjalanan menggunakan pesawat terbang. Dari zaman masih kerja hingga sekarang jadi freelancer, perjalanan menggunakan pesawat selalu meninggalkan kesan sendiri di hati. Walaupun sebagian besar perjalanan masih di sekitar Indonesia tapi selalu menyenangkan kalau lagi-lagi menghirup udara dan merasakan suasana serta hiruk pikuk bandara.

Buat saya, melakukan perjalanan menggunakan pesawat itu harus cermat karena paling tidak kita harus bisa menghitung dan memperkirakan waktu. Pesawat nggak seperti kereta yang 5 menit sebelum keberangkatan aja bisa boarding. Melakukan perjalanan dengan pesawat harus cermat menghitung karena paling nggak satu jam sebelumnya kita sudah harus ada di bandara. Itulah kenapa, buat saya, berperjalanan menggunakan pesawat selalu challenging.

Mendingan Lama Menunggu di Bandara daripada Terburu-Buru di Jalan Raya

Sejak masih bekerja, saya mendingan menunggu lama di bandara daripada terburu-buru dan kemrungsung di jalan raya. Oleh karena itu, saya biasanya prepare 2-3 jam sebelumnya untuk jalan menuju bandara. Pasalnya, tol bandara itu unpredictable. Kadang jalanan menuju bandara pun begitu. Kalau sudah macet bahkan suka nggak gerak sama sekali. Benar-benar tersendat. Oleh karena itu, buat saya mendingan klesotan lama nunggu di bandara daripada kemrungsung di jalan raya.

Selain itu, kita juga nggak tahu kan medan perjalanan seperti apa. Bisa aja di tengah jalan kita terjebak karena ada kecelakaan. Atau mungkin saja kendaraan yang kita naiki tiba-tiba mogok. Kalau sudah begitu, bisa panas dingin badan ini takut ketinggalan pesawat. Apalagi pas zaman kerja dulu, ketinggalan pesawat berarti tetap berangkat dengan tiket dari kocek sendiri karena kesalahan ada pada kami. Oleh sebab itu, dulu saya sering bilang sama rekan saya kalau pesawat jam 08.00, saya bilang aja pesawatnya jam 07.00. Segitu juga masih nyantai. Ujungnya saya dapat manyunan karena bohongin rekan kerja, haha. Tapi yang penting kan nggak telat.

Saya juga tipikal orang yang lurus banget kalau di bandara. Kalau udah sampai ya langsung check in, boarding, dan nunggu di ruang tunggu. Jarang banget saya nongkrong dulu di cafe atau tempat makan apa sebelum boarding, takut kelupaan atau salah lihat jam penerbangan trus ketinggalan pesawat. Sungguh, kalau kasusnya kayak gini amat sangat nggak lucu kan? Masa ketinggalan pesawat pas kita udah sampai bandara sejak lama.

Baca Juga:   Asyiknya Liburan dengan Kemudahan Booking Tiket dan Hotel Secara Online

Lebih Suka Penerbangan Pagi

Saya tipikal orang yang suka penerbangan pagi. Nggak harus pagi banget atau penerbangan pertama, yang penting penerbangan pagi atau selama masih ada cahaya matahari. Selain bikin adem di hati, penerbangan pagi itu bikin kita bisa lihat pemandangan yang kadang nggak diperkirakan kayak awan berarak, gugusan pulau, birunya laut, sampai gunung yang kadang cuma bisa kita lihat dari bawah.

Namun, tetap ada harga yang harus dibayar khususnya untuk perjalanan di pagi hari. Paling tidak, saya dituntut buat bangun lebih pagi. Taruhlah penerbangan jam 07.30 maka saya harus siap-siap pukul 05.00 dan bangun pukul 04.00. Itu jam paling telat nunggu taksi online. Waktu tunggu taksi online datang ke tempat penjemputan aja (saya biasanya nunggu di gapura pinggir jalanan rumah saya daripada kelamaan) bisa 30 menit sendiri, maklum masih pagi. Dalih abangnya baru orderan pertama dan terimanya pas masih di rumah. Jam 05.30 udah paling telat jalan, kalau terlambat beberapa menit aja udah deh selesai kena macetnya jalanan Ciledug yang naudzubillah.

Sulitnya Cari Kendaraan di Bandara

Satu hal yang saya was-was kalau sudah sampai bandara tujuan adalah kendaraan di bandara menuju ke tempat tujuan kami. Dari dulu saya nggak pernah sama sekali menggunakan taksi bandara karena banyak beredar kabar kalau harganya mahal lah, suka digetok lah, nggak nyaman lah, dan masih banyak lagi. Sementara itu, kita nggak punya pilihan. Kadang kendaraan di bandara itu memang monopoli pihak tertentu apalagi bandara di daerah.

Kalau dulu pas masih kerja atau traveling karena undangan, saya sih nggak perlu susah-susah mikirin mau naik apa karena sampai lokasi sudah ada jemputan khusus. Kalau solo traveling, traveling sama suami, atau traveling biaya sendiri sama teman ini lho baru rada puyeng mikirinnya. Solusinya, saking nggak maunya naik taksi bandara (yang kadang brand taksinya nggak kita kenal), saya rela jalan dulu keluar bandara buat nemu taksi yang memang brandnya biasa dinaiki. Bukannya apa-apa, sebelum traveling pun pasti saya sudah survey di beberapa tulisan tentang jasa transportasi bandara ini. Dari beberapa tulisan memang merekomendasikan lebih baik jalan dulu saja keluar bandara untuk menemukan brand taksi yang biasanya dan harganya nggak ´nuthuk´.

Baca Juga:   5 Tip Bulan Madu Tak Terlupakan untuk Pengantin Baru

Sayangnya, jalan keluar bandara itu nggak semudah yang dibayangkan, sist! Saya pernah lagi hamil dan bela-belain jalan keluar bandara demi dapat taksi yang brand-nya biasa saya pakai. Atau menggeret koper besar sambil berjalan berpanasan keluar bandara untuk menemukan taksi yang dimaksud. Belum lagi nggak setiap bandara ´ramah´ sama taksi online. Alhasil memang harus berkorban jalan lumayan jauh untuk mendapatkan yang dimaui. Buat menghalau rasa capek ini, biasanya saya selingi saja sambil foto-foto.

Untungnya sekarang ada layanan antar-jemput bandara yang ditawarkan Traveloka. Ada banyak jenis kendaraan yang bisa di-booking untuk antar-jemput kita di Bandara, dari kendaraan pribadi sampai umum. Jenis kendaraannya dari city car, mini bus, bus, sampai kereta bandara. Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan dan tempat penjemputan. Duuuhhh coba dari dulu fasilitas ini udah ada, saya bisa silir-silir nggak usah sampai jalan kepanasan keluar bandara pas lagi hamil.

Baca Juga:   Jalan-Jalan bersama Bayi, Antara Ekspektasi, Realita, dan Segudang Rencana

Ternyata oh ternyata, pas saya lihat ada banyak keuntungan menggunakan layanan antar-jemput bandara dari Traveloka ini. Di antaranya:

1. Harga Lebih Murah

Buat buk-ibuk kayak saya, harga lebih murah itu penting banget. Penasaran ingin membuktikan,  saya coba masukin alamat penjemputan ke bandara begitu pun sebaliknya, ternyata harga yang didapat jauh lebih murah. Why? Karena semua harga itu juga sudah termasuk biaya tol, parkir, sopir, pajak, dan juga bahan bakar. Saya coba set di daerah penjemputan tempat saya ke Bandara Soekarno Hatta untuk mobil pribadi kelas Avanza isi 6 orang harganya 144.000 selama masa promo. Sementara kalau pakai taksi yang biasa saya naiki, harganya lebih mahal belum termasuk tol.

Itu baru perhitungan kalau naik kendaraan pribadi. Sekarang kalau naik bus. Biasanya saya suka naik bus dari Bandara Soekarno Hatta turun di Blok M. Terakhir naik sih (setahun lebih yang lalu) masih 50.000. Tapi tadi saya cek di webnya, harganya jadi 60.000. Sementara kalau naik angkutan antar-jemput bandara dari Traveloka yang bus, harganya 39.000 selama masa promo dan 40.000 harga biasa. Murah banget, sist!

2. Tersedia 24 jam bagi kendaraan pribadi

Enaknya pesan layanan airport transfer ke dan dari bandara dengan Traveloka adalah tersedia 24 jam khususnya untuk kendaraan pribadi. Kita tinggal set aja waktu penjemputan jam berapa. Bahkan kalau pesawat delay, sopir akan menunggu. Jadi nggak ada acara panik atau khawatir lagi dapat kendaraan atau nggak kalau berangkatnya subuh dan nggak perlu nunggu ngantri taksi bandara sampai ngantuk-ngantuk di jam sibuk sehabis pesawat mendarat saat tiba di airport malam hari.

Sementara untuk transportasi menggunakan bus, kita tinggal set saja mau berangkat di jam berapa. Semuanya sudah tertera di web ataupun aplikasi Traveloka. Di situ bahkan sudah ada waktu perkiraan sampai tempat tujuannya. Selain itu, titik drop off pun fleksibel dan di tempat-tempat yang strategis dan tidak menyusahkan.

 

3. Moda transportasi variatif

Enaknya naik layanan antar-jemput bandara dari Traveloka adalah kita bisa milih mau menggunakan moda transportasi apa. Dari mobil, bus, sampai kereta. Mobil pun bervariasi. Tentunya pihak Traveloka juga sudah bekerja sama dengan partner bisnis yang terpercaya dan bisa diandalkan. Perusahaan apa saja yang menjadi mitranya bisa dilihat di webnya langsung. Yang pasti sih brand-brand yang sudah terpercaya.

Untuk mobil pribadi ini, kita bisa pilih mau kendaraan yang gimana, dari yang biasa sampai yang luxury biar kayak Incess Syahrini juga ada. Tapi tentunya ada harga yang harus dibayar juga untuk mobil-mobil luxury.

4. Prosesnya mudah

Nggak usah dibayangkan proses yang ribet untuk pesan layanan antar jemput bandara ini, karena ternyata prosesnya sangatlah mudah. Caranya kita tinggal masukkan alamat, tujuan, tanggal, dan waktu penjemputan lalu pilih moda transportasi yang diinginkan. Selanjutnya isi secara detail data diri penumpang yang memesan jasa transportasi tersebut, bayar tagihan yang tertera, kemudian calon penumpang akan menerima voucher yang bisa diakses dengan aplikasi Traveloka atau email.

Itu dia beberapa serba-serbi persiapan dan melakukan perjalanan di bandara. Hmmm jadi kangen traveling lagi deh nih, setelah diingat-ingat ternyata saya sudah setahun lebih, sejak ketahuan hamil, nggak naik pesawat. Nanti kalau ada kesempatan traveling lagi udah gampang deh menuju dan dari bandaranya. Mari pesan bus bandara murah saja!

 

0 Comments
Previous Post
Next Post
Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak
Rekomendasi

Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak