Mengajari Anak Makan Sendiri dengan MUGU Suction Bowl

Mengajari Anak Makan Sendiri dengan MUGU Suction Bowl

Setelah GTM berakhir, lalu apa?

Drama makan anak nggak pernah ada habisnya. Setelah GTM (gerakan tutup mulut) berhasil ditangani, selanjutnya apa nih?

Buat Aqsa, paling tidak ada 2 hal yang masih harus dikejar. Yang pertama adalah PR untuk meningkatkan berat badan. Yang kedua, mengajarinya makan sendiri.

Baca Juga:   #CeritaIbu: GTM, Drama Panjang Banyak Babak

Untuk PR kenaikan berat badan, saat ini saya dan ayahnya sedang mati-matian program peningkatan BB yang tentunya bekerja sama dengan profesional yaitu dokter anak. Nantinya, gimana proses dan progress-nya akan saya tulis juga di blog ya.

Sementara itu untuk mengajari Aqsa makan sendiri kami sudah membiasakannya bahkan sejak dia berusia setahunan. Namun, mengajari anak buat makan sendiri juga butuh proses karena nggak serta-merta langsung bisa makan sendiri dengan baik dan tanpa berantakan.

Fase ‘Berdamai’ dan Belajar sebelum Makan Sendiri

Ada banyak fase yang harus dilalui sebelum akhirnya menuju proses makan sendiri, baik buat saya ataupun Aqsa.

Baca Juga:   Berdamai Dengan Hati

Buat saya, tentunya saya harus berdamai dengan makanan berceceran dan baju yang kotor karena belepotan makanan. Sementara itu, saya punya issue dengan hal yang satu ini yang untungnya semakin kesini semakin bisa dikendalikan.

Sementara untuk Aqsa, selain memang harus sering berlatih makan sendiri juga terus-menerus harus melatih kemampuan motorik halusnya terutama yang berkaitan dengan keterampilan tangan. Karena jujur saja, untuk motorik halus, Aqsa masih kurang. Hal ini jugalah yang menyebabkan ia masih kagok dan bingung saat memegang sendok. Bahkan kadang, makanan yang mau dia suapkan gagal ditampung di sendok atau terjatuh kembali di wadahnya karena ia masih bingung bagaimana untuk memegang sendok yang benar.

Untuk memegang sendok yang baik, saya sering melatihnya dengan bermain beberapa permainan yang mengasah motorik halusnya. Dari meronce, menusuk sesuatu, menggenggam, mengambil barang kecil dengan pinset, dan banyak hal lain semata-mata agar tangannya tidak kaku saat memegang sendok. Selain itu, saya juga harus menemukan alat makan yang sesuai untuk melatih fase makan sendirinya.

Baca Juga:   Ide Bermain Anak Usia 2 Tahun (Part 1)

Memilih Peralatan Makan Anak

Peralatan makan buat anak ini bagi saya merupakan peranti yang nggak bisa terlepas saat proses melatih anak untuk makan sendiri. Karena menurut saya, anak-anak nggak bisa serta merta makan sendiri dengan menggunakan peranti makan orang dewasa. Aqsa khususnya, punya banyak case sehingga nggak sembarang peranti makan bisa dipakai sama dia.

Saya sudah memakai banyak peranti makan sejak awal MPASI Aqsa. Dari peranti makan sejuta umat sampai peranti makan ala Korea. Semuanya ini karena semakin anak besar, semakin bertambah porsi makannya, berubah pula peranti makan yang memenuhi kebutuhannya.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Salah Kaprah Soal MPASI

Peranti makannya saat Aqsa masih awal MPASI sudah sangat jarang saya pakai karena sangat kecil dan sudah nggak muat lagi buat porsi makannya yang sekarang, yang udah sama kayak porsi makan saya. Sementara itu untuk menggunakan peralatan makan orang dewasa, saya masih was-was karena selain mudah pecah karena terbuat dari kaca juga alasnya yang licin sering bergeser-geser saat diletakkan di meja high chair. Belum lagi kebiasaan makan Aqsa yang selalu HARUS makan makanan berkuah membuatnya nggak bisa sembarang menggunakan peranti makan.

Dari kebiasaan makan Aqsa inilah, saya bisa rangkum peranti makan yang sesuai dengan kebutuhannya adalah:

  • Bisa menampung porsi makannya yang besar
  • Mampu menampung makanan berkuah
  • Alasnya tidak licin sehingga saat dia makan sendiri dan kuahnya bertumpahan, wadah makan tidak bergeser-geser
  • Tidak rawan pecah
  • Ukurannya pas di meja high chair-nya
  • Untuk sendok, harus memiliki grip yang nyaman dan takarannya pas dengan mulut Aqsa
  • Bahan dan bentuk sendok bagus, aman dipakai, dan memiliki cutting-an yang rapi
  • Begitu pula dengan garpu (Aqsa biasa pakai untuk makan bakso, kolang-kaling, atau buah), harus memiliki grip yang nyaman, gerigi yang tidak terlalu tajam tetapi bisa digunakan dengan mudah untuk menusuk sesuatu

Lalu, di mana saya bisa menemukan peralatan makan yang sesuai dengan kebiasaan makan Aqsa ini?

MUGU, Peralatan Makan Bayi yang Aman dan Mendukung Belajar Mandirinya

Kebiasaan makan Aqsa dan ‘syarat’ makannya yang harus selalu berkuah ini membuat peranti makan yang cocok untuknya agak susah. Banyak peranti makan yang beredar di pasaran dan sudah kami coba ternyata tidak cocok, entah itu kekecilan, tidak bisa memuat makanan berkuah, alasnya licin, atau nggak mendukung buat proses belajar makan sendiri. Sampai akhirnya saya bertemu dengan MUGU Suction Bowl dari MOOIMOM.

Baca Juga:   Perjalanan Panjang Mencari Bra Kehamilan yang Cocok

Saya jatuh cinta banget sama MUGU Suction Bowl ini dari pertama melihat. Saya kasih sedikit review MUGU Suction Bowl, yaitu peranti makan dari MOOIMOM yang terbuat dari bahan (BPA Free) yang aman digunakan oleh anak-anak. Mangkuk ini menggunakan bahan PP dan TPE sebagai materialnya. Jadi saya nggak khawatir lagi soal kontaminan kimia yang bisa saja masuk ke makanan karena klaim MUGU Suction Bowl ini paling nggak udah bikin hati saya ayem alias nyaman.

Buat Aqsa si penyuka makanan berkuah, MUGU Suction Bowl juga aman untuk menampung kuah dan menghindarkan dari tumpahan makanan karena terdapat karet penghisap di bawah mangkuk yang menjaga mangkuk tetap di tempatnya. Selain itu, karet dan ukuran mangkuknya juga pas banget saat diletakkan di high chair Aqsa. Sekarang, saya pun bisa membebaskan Aqsa makan dengan mangkok bayi anti tumpah ini tanpa khawatir wadah makanan akan terpeleset jatuh atau pecah.

MUGU Suction Bowl juga memiliki ukuran yang mengakomodasi porsi makan Aqsa saat ini. Aqsa biasanya makan dengan porsi 1 centong nasi plus lauk dan sayur berkuah di mangkuk berukuran 450ml ini. Pas juga untuk mendukung proses kenaikan BB Aqsa yang diharuskan sama dokter untuk makan paling sedikit 5 sendok makan nasi dan 80 gr protein.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Serba-Serbi Menjaga Berat Badan Anak Tetap Stabil

Selain itu, MUGU Suction Bowl juga mudah sekali untuk dicuci. Untuk mencucinya, saya memilih melepaskan karet di bagian bawah lalu mengelap atau membasuhnya dengan air mengalir. Sementara mangkuknya saya cuci biasa. Memisahkan karet dan mangkuk ini saya lakukan biar karet nggak tercampur dengan minyak-minyak bekas makanan yang sering ada dan menempel di bak cuci piring sehingga karet tetap steril dan memiliki daya hisap yang kuat.

Selain MUGU Suction Bowl, ada pula MUGU Toddler Spoon & Fork. Sendok ini berperan penting sekali dalam proses makan sendiri bagi Aqsa karena MUGU Toddler Spoon & Fork memiliki grip yang pas bagi Aqsa. Panjang sendok dan garpunya pun sesuai untuk anak dan pelat logamnya tidak tajam namun mampu untuk menusuk serta mengiris bahan-bahan makanan seperti buah atau lauk. Desain bulat di pinggirannya halus dan rapi, lengkungannya pun pas untuk Aqsa belajar menyendok nasi serta kuah yang jadi favoritnya. Selain itu, yang paling jadi favorit saya adalah MUGU Toddler Spoon & Fork dilengkapi dengan desain melengkung dan tinggi yang efektif menjaga sendok dan garpu menyentuh langsung ke permukaan dan meja sehingga terhindar dari debu atau bakteri.

Sama halnya dengan MUGU Suction Bowl, MUGU Toddler Spoon & Fork pun terbuat dari bahan food grade PP+304 stainless steel dan bebas BPA, jadi aman digunakan bahkan untuk bayi sekalipun. Karena didesain untuk anak-anak, MUGU Toddler Spoon & Fork hadir dengan 2 warna yaitu biru dan pink. Selain itu, kemasannya pun mudah dibawa kemana-mana dan ramah lingkungan karena dilengkapi dengan wadah. Jadi, bisa banget buat dibawa kemana-mana kalau kami sedang bepergian bersama Aqsa.

Selain MUGU Toddler Spoon & Fork, ada pula MUGU Sensoric Spoon & Fork yang dilengkapi dengan indikator panas. Buat Aqsa yang suka nggak sabaran kalau udah pengen banget makanan, sendok ini mengajarkan dia buat belajar sabar dengan cara yang unik. Karena jika makanan bersuhu >40 derajat maka MUGU Sensoric Spoon & Fork ini secara bertahap akan berubah warna menjadi putih.

MUGU Sensoric Spoon & Fork juga memiliki genggaman yang nyaman bagi tangan bayi dan balita. Ujung sendok dan garpunya pun memiliki desain yang rapi. Nggak cuma itu MUGU Sensoric Spoon & Fork juga mudah dicuci, ramah lingkungan, dan mudah dibawa kemana pun karena memiliki wadah. Buat Aqsa yang anak laki-laki, saya memilih MUGU Sensoric Spoon & Fork warna biru. Sementara itu buat mama-mama yang memiliki anak perempuan, MUGU Sensoric Spoon & Fork warna pink bisa jadi teman makan si kecil.

Nggak cuma peralatan makan balita dari MOOIMOM yang membantu Aqsa dalam proses makannya, ada juga peralatan minum yang juga sangat disukai Aqsa. Peralatan minum kesukaannya adalah MUGU Strap Drink Bottle 350 ml. Botol minum yang dia sebut sebagai “minum paket” karena setahu dia itu dikasih abang kurir paket, adalah botol minum kesayangannya. MUGU Strap Drink Bottle 350 ml ini sekarang jadi kesayangannya karena selalu ditanyain setiap bangun tidur, mau tidur, bahkan dibawa saat dia jalan-jalan atau bersepeda.

MUGU Strap Drink Bottle 350 ml ini mendukung Aqsa buat mau minum banyak karena sebelumnya Aqsa termasuk anak yang susah sekali minum. Karena memiliki takaran isi di botolnya, saya juga bisa memastikan setiap hari Aqsa minum berapa banyak air. Selain itu, MUGU Strap Drink Bottle 350 ml ini mendukung kami yang sedang mati-matian menaikkan BB Aqsa karena harus mengonsumsi UHT paling tidak 600 ml per hari yang berarti setiap kali konsumsi adalah 200 ml. Dan MUGU Strap Drink Bottle sangat membantu karena selain terdapat takaran di botolnya, Aqsa juga bisa membawa susunya kemana saja. Jadi dia bisa minum kapan pun di sela-sela aktivitasnya tanpa takut tumpah.

MUGU Strap Drink Bottle 350 ml pun terbuat dari bahan yang aman untuk anak anak baik pada botol atau sedotannya. Bahan-bahannya selain food grade juga BPA free sehingga aman dipakai bahkan hingga berulang kali. Selain itu, pada ujung sedotan juga terdapat gravity ball yang memudahkan si kecil minum dari segala sudut. Gravity ball ini juga menyaring makanan kayak nasi yang masih suka masuk kala Aqsa minum di sedotan, sehingga air nggak bercampur dengan makanan-makanan yang ada di mulutnya.

Desain dari MUGU Strap Drink Bottle 350 ml bagi saya sederhana tapi elegan. Dilengkapi dengan flip cap dan sedotan silikon berdaya elastisitas tinggi membuat botol mudah dibuka tutup. Selain itu terdapat strap yang bisa dipasang-copot yang membuat Aqsa sangat senang dengan wadah minum ini karena bisa ia bawa kemana pun sambil main.

Selain beberapa peralatan makan bayi yang sudah saya sebutkan di atas yang berguna untuk menunjang proses belajar makan sendiri pada anak, masih banyak peralatan penunjang MPASI lainnya produksi MOOIMOM. Kalau saya sih udah cinta banget sama MUGU Set ini karena memang bahannya BPA Free, Latex Free, Pthalate Free, PVC Free, Nitrosamine Free sehingga aman digunakan anak setiap hari untuk makan dan minum (food grade). Setelah menggunakan MUGU Set ini pun, skill makan sendiri Aqsa perlahan pun meningkat. Sesekali saya masih sering membantunya makan tapi sekarang dia sudah jauuuhh bisa menggenggam sendok, menyuap, hingga minum sendiri di waktu makannya. Dan saya bangga dengan milestone-nya yang satu ini.

Buat orang tua yang sedang menuju tahap men-training anak untuk makan sendiri, MUGU Set ini bisa banget dicoba untuk melengkapi peralatan makannya. MUGU Set dapat dibeli di website www.mooimom.id. Silakan mama atau papa belanja langsung di website MOOIMOM dan kalau pembelanjaannya mencapai minimal Rp 300.000 jangan lupa masukkan kode voucher BLOGRATNADE10 karena akan ada potongan 10%, lho!

Selamat menapaki milestone makan sendiri bersama si kecil!

 

4 Comments
Previous Post
Next Post
Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota
Rekomendasi

Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota