Menjaga Daya Tahan Tubuh saat Melewati Pandemi di Kampung Halaman

Menjaga Daya Tahan Tubuh saat Melewati Pandemi di Kampung Halaman

Selama pandemi dan mulai WFH, Aqsa, anak saya jadi ´akrab´ dengan gadget. Ya, mau nggak mau memang karena memang serumah isinya orang-orang yang kerja di dunia digital dan akrab dengan gadget. Di rumah kami, gadget dari handphone, iPad, tablet, sampai laptop berceceran di beberapa tempat. Akibatnya Aqsa pun jadi suka main gadget. Padahal sebelumnya dia jarang sekali akrab dengan gadget.

Karena sering terpapar gadget, salah satu perubahan yang terasa padanya adalah anaknya jadi agresif tiap lihat gadget. Alhasil saya dan suami suka susah kerja kalau Aqsa lagi melek karena selalu penasaran dan pengen ikutan ngoprek gadget. Daripada terus-terusan terpapar gadget dan semakin parah, saat new normal kemarin kami akhirnya ´pindahan sementara´ ke kampung halaman dengan salah satu alasannya adalah untuk menetralisir Aqsa dari paparan gadget terus-terusan di rumah.

Baca Juga:   Pengalaman Pulang Kampung Saat Pandemi

Kalau di rumah kami, Aqsa memang dibatasi keluar karena rumah yang berhimpit-himpitan di perumahan memungkinkan dia buat keluar main bersama teman-temannya. Sementara kami masih takut dengan covid 19. Nah, kalau di kampung halaman, rumah orang tua kami masing-masing luas dengan pekarangan yang lebar. Ditambah lagi, kalau bosan di rumah kami bisa refreshing sebentar ke alam terbuka yaitu di persawahan atau alun-alun saat sepi pengunjung. Selain itu juga, di kampung halaman kami punya banyak sarana belajar untuk melatih tumbuh kembang Aqsa.

Berbagai Aktivitas di Kampung Halaman

Salah satu hal yang saya senangi saat di kampung halaman adalah banyak media untuk belajar Aqsa dan mengalihkannya dari gadget. Contoh kecilnya saat kami baru sampai kampung halaman bertepatan dengan musim panen padi. Alhasil, Aqsa yang di kota belum pernah melihat gabah jadi senang sekali bermain dengan gabah. Dari yang tadinya benar-benar berguling di atas gabah, membantu mbahnya untuk menjemur gabah, sampai menghalau ayam-ayam yang akan memakan gabah ketika dijemur. Dari gabah saja sudah bisa memberikan banyak pelajaran buat Aqsa.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Kegiatan Asyik Selama Masa Social Distancing

Selain gabah, masih ada sawah. Kapan saja kami bisa ke sawah. Di sawah saya dan ayahnya memperkenalkannya dengan tanam-tanaman, hewan, dan apapun yang sekiranya terlihat di mata kami. Kami juga mengenalkannya dengan hewan-hewan peliharaan dari kambing, kerbau, ayam, hingga ikan. Pokoknya, saya berusaha semaksimal mungkin untuk memperkenalkannya pada banyak hal dan mengalihkannya pada gadget.

Selain memperkenalkannya pada banyak hal, salah satu aktivitas favorit yang sering kami lakukan di kampung halaman adalah bersepeda. Ini adalah aktivitas yang nggak mungkin saya lakukan di rumah kami karena selain kami nggak punya sepeda, saya juga takut untuk bersepeda di jalanan ibukota yang sangat ramai. Apalagi sambil membawa anak kecil. Tapi kalau di desa ya lain cerita.

Baca Juga:   Anti-Mati Gaya Menghabiskan Liburan di Pedesaan Purworejo

Bermodalkan sepeda ibu mertua saya dengan boncengan pinjaman tetangga untuk saya dan Aqsa serta sepeda onthel mbah buyut Aqsa untuk ayahnya, bersepeda jadi kegiatan favorit kami khususnya di pagi hari. Di kampung halaman, saya dan Aqsa bisa berboncengan mengelilingi desa-desa sejauh belasan kilometer. Terkadang kami juga mampir di sekolah TK ayahnya untuk sekadar bermain. Yah anggap saja mainan di TK adalah playground yang nggak bisa kami nikmati selama pandemi. Nggak lupa, kami juga sempatkan buat mengambil foto-foto apalagi kalau cuaca sedang bagus. Seluruh kegiatan itu kami lakukan dengan senang hati.

Satu hal yang bisa saya tarik garis lurus dari semua kegiatan di desa adalah melibatkan aktivitas fisik. Oleh karena itu, untuk terus bisa membersamai Aqsa, saya harus tetap sehat dan fit. Selain tetap patuh dengan protokol kesehatan, saya juga menjaga banget buat nggak kalap kulineran di kampung halaman, dan tidur secara teratur. Oh ya, satu lagi yang nggak boleh lupa untuk nge-boost stamina dan daya tahan tubuh adalah dengan mengonsumsi multivitamin.

Menjaga Daya Tahan Tubuh dengan Herbamuno+

Mencari multivitamin yang bisa menjaga daya tahan tubuh itu gampang-gampang susah. Ada banyak multivitamin di pasaran, tapi saya sebagai orang yang selektif minum sesuatu pengennya mengonsumsi multivitamin yang terbuat dari bahan alami dan minim kandungan serta proses kimia. Setelah saya mencari tahu, ternyata ada kok multivitamin yang terbuat dari bahan-bahan alami yaitu Herbamuno+.

Herbamuno+ adalah multivitamin yang merupakan inovasi produk kesehatan herbal dari Mustika Ratu. Saya kenal Mustika Ratu sebagai perusahaan kesehatan dan kecantikan holistik yang berkomitmen pada kehidupan herbal alami melalui manfaat dan khasiat tumbuhan Indonesia yang kaya. Produk-produk dari Mustika Ratu diramu dengan Royal Heritage Recipe atau resep warisan tradisi keraton yang memiliki kearifan lokal dan diolah dengan teknologi modern.

Kalau mendengar produk Mustika Ratu pastilah nggak lepas dari tangan dingin Ibu Mooryati Soedibyo. Perempuan yang masih ayu walaupun sudah di usia yang tidak muda lagi ini berusaha melestarikan budaya dengan dengan memasyarakatkan sarana perawatan kesehatan dan kecantikan dari jampi-jampi yang berbasis sumber daya alam dan memiliki kearifan lokal yang telah dikenal secara turun-temurun dari generasi ke generasi, yang terbukti secara empiris, dan harus terus dibudidayakan secara berkelanjutan.

Prinsip inilah yang terus dipegang Ibu Mooryati Soedibyo hingga kini dalam produk-produk Mustika Ratu. Nggak heran kalau produk-produknya selalu menggunakan bahan-bahan alami termasuk jejamuan dalam produk kesehatannya. Karena konsistensinya ini juga Bu Mooryati Soedibyo diganjar dengan banyak penghargaan, salah satunya adalah dinobatkan sebagai Empu Jamu dari MURI pada tahun 2008.

Konsistensi menggunakan produk alami ini juga tercermin dalam Herbamuno+. Dalam satu kaplet Herbamuno+ mengandung beberapa bahan alami, antara lain:

  • Sambiloto yang berfungsi sebagai antivirus, antiradang/ antinyeri, penurun demam
  • Akar manis yang berfungsi sebagai antivirus, antiradang/antinyeri, meredakan batuk (ekspektoran) dan sesak nafas
  • Meniran yang berfungsi sebagai immunomodulator dan hepatoprotektor
  • Jahe emprit yang berfungsi untuk mengatasi mual muntah, immunomodulator, dan gastroprotektor
  • Daun jambu mete yang berfungsi sebagai anti nyeri, merdakan diare, dan melegakan pernapasan (bronkodilator)

Kelima bahan tersebut diramu dalam satu kaplet yang yang berkhasiat memelihara daya tahan tubuh sehingga kita dapat beraktivitas tanpa cemas.

Karena dibuat dari bahan-bahan alami dan merupakan produk asli Indonesia, Herbamuno+ pun memiliki beberapa keunggulan, yang mungkin akan semakin meyakinkan kalian yang masih ragu untuk mengonsumsinya. Beberapa keunggulan tersebut, antara lain:

  • Mengandung bahan herbal berkhasiat dari alam Indonesia
  • Produknya 100% alami, tanpa pengawet, dan aman dikonsumsi setiap hari
  • Tersertifikasi Halal oleh Majelis Ulama Indonesia
  • Terbukti secara empiris khasiat dan kegunaannya.
  • Merupakan resep turun temurun dari Empu Jamu BRA Mooryati Soedibyo

Herbamuno+ dapat dikonsumsi baik itu oleh orang dewasa ataupun anak-anak mulai dari usia 2 tahun. Berarti Aqsa pun sudah bisa meminum Herbamuno+ untuk menjaga daya tahan tubuhnya, apalagi di masa pandemi seperti ini. Dalam 1 kemasan kotak Herbamuno+ terdapat 12 strip yang masing-masing berisi 4 kaplet. Adapun aturan minum Herbamuno+ adalah sebagai berikut:

  • Dewasa:
    Untuk menjaga daya tahan tubuh : 2 kali sehari 2 kaplet
    Bila terdapat gejala sakit : 2 kali sehari 3 kaplet
    Saat sedang sakit : 2 kali sehari 3 kaplet
  • Anak 2-12 tahun: 2 kali sehari 1 kaplet

Namun, sebelum meminum Herbamuno+ ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Produk ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan penderita alergi terhadap tanaman Acanthaceae
  • Penggunaan selama 4 minggu terus menerus harap diberi jarak 2 minggu sebelum dikonsumsi kembali dan harus dalam pengawasan dokter

Sesuai dengan kandungannya yang terdiri dari bahan-bahan alami, maka nggak heran kalau kaplet Herbamuno+ yang berwarna kehijauan ini saat dicium beraroma ‘jamu’, aroma yang mengingatkan saya ketika masuk ke toko jamu tradisional. Konsumsi terbaik Herbamuno+ versi saya adalah 2 kali sehari 2 kaplet dan tetap disertai dengan menjaga gaya hidup sehat, pola makan yang baik, dan tetap lakukan aktivitas fisik atau olahraga untuk meningkatkan imun tubuh.

Karena penasaran dengan khasiatnya sekaligus untuk menjaga imun tubuh saat membersamai anak berkegiatan, saya pun mencoba merutinkan konsumsi Herbamuno+. Efek paling kentara yang terjadi pada saya adalah metabolisme tubuh yang lancar yang ditandai dengan perut yang nyaman karena lancar buang air besar. Buat saya, perkara buang air besar adalah hal yang cukup jadi perhatian karena sering sekali menderita sembelit. Oleh karena itu, kalau BAB lancar efeknya adalah tubuh saya terasa lebih segar dan sehat.

Selain itu, saya yang biasanya mudah meler hanya karena udara dingin atau kurang tidur jadi sedikit berkurang intensitas meler-nya. Karena kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda, saya yakin efek meminum multivitamin ini pun akan bervariasi bagi orang lain. Tapi satu hal yang saya yakini adalah semua efeknya akan menuju ke arah kebaikan terutama dalam menjaga daya tahan tubuh.

Kalau ada yang penasaran dengan produk ini, Herbamuno+ sudah dipasarkan secara luas untuk dikonsumsi banyak orang. Sama halnya dengan produk-produk Mustika Ratu lainnya, Herbamuno+ pun kini mudah didapat dan bisa dibeli secara online maupun offline. Untuk pembelian secara offline, Herbamuno+ bisa didapat di  apotek yang bekerjasama dengan Indopharma. Sementara untuk pembelian secara online. Herbamuno+ dapat dibeli di official store Mustika Ratu di e-commerce (Tokopedia, Shopee, BliBli, dan Bukalapak) atau bisa juga membelinya di situs mustikaratuonline.com. Sementara itu, yang ingin tahu banyak soal produk-produk Mustika Ratu juga bisa lihat dan add akun instagram @mustikaratuind atau @jejamuofficial.

So, sekarang saya nggak takut nge-drop saat terus-terusan mengimbangi Aqsa beraktivitas fisik di kampung halaman sambil tetap mengerjakan pekerjaan-pekerjaan saya sebagai freelancer kala dia tidur. Yang penting saya tetap patuh pada protokol kesehatan, peka terhadap sinyal tubuh, dan melengkapinya dengan Herbamuno+ sebagai penjaga imun tubuh.

Kalau sudah begini, saya siap buat merajut memori-memori indah di kampung halaman bersama Aqsa.

 

4 Comments
Previous Post
Next Post
Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota
Rekomendasi

Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota