#CeritaIbu: Brand Baju Bayi Favorit

#CeritaIbu: Brand Baju Bayi Favorit

Sejak punya anak, hobi belanja saya beralih dari yang tadinya belanja baju atau kebutuhan sandang buat diri sendiri ke baju-baju buat anak. Lihat baju-baju bayi apalagi yang motifnya lucu-lucu itu bikin gemas dan lapar mata. Ini baru baju bayi buat laki-laki lho, yang modelnya ya pasti itu-itu aja. Kebayang kalau yang punya anak perempuan kan? Tambah-tambah aja gemasnya karena baju dan aksesoris khusus buat bayi perempuan kan lebih variatif.

Alhasil jadinya saya sering beli baju buat Aqsa. Nggak sering banget sih, tapi suka aja beliin baju buat dia. Dari baju buat bepergian, baju di rumah, baju tidur, sampai celana-celana gemas. Biasanya saya beli baju kalau nggak di toko online ya offline, tapi akhir-akhir ini saya lebih suka beli di toko offline karena selain bisa meraba langsung bahan bajunya juga bisa lihat ukurannya. Bukannya apa-apa, soalnya beberapa kali saya beli baju dan celana bayi buat Aqsa malah kekecilan dan cuma bisa dipakai 1 bulanan. Padahal saya belinya seukuran bulan atau malah saya gedein satu hingga tiga bulan. Jadi ya daripada salah terus ukurannya, mending saya beli langsung saja.

Saya punya toko langganan beli baju bayi yaitu Mae Bebe Bintaro yang letaknya di depan Kampus STAN. Itu kayaknya baby shop kesayangan ibu-ibu di Bintaro, Ciledug, Pondok Aren, dan sekitarnya deh soalnya kalau akhir pekan penuuuuhhh banget. Padahal tempatnya sempit karena penuh barang. Tapi karena barang-barangnya cenderung lengkap ya tetap aja belanja di sana walaupun kurang nyaman.

Dulu, sebelum punya anak saya beberapa kali beli baju bayi buat kado ulang tahun anak teman atau saudara. Saya nggak tahu banget kriteria baju bayi yang bagus kayak gimana, dulu bagi saya asal bahannya diraba enak, motifnya bagus, dan harganya nggak mahal-mahal banget. Saya pun belinya random baik itu merek ataupun tokonya. Sampai saat sepupu saya yang saya kadoin celana bayi saat itu nanya beli dimana, kok nggak bagus. Dalam hati saya pengen misuh, kurang ajar banget ini anak nggak tahu diuntung, hahaha. Tapi pas saya punya anak dan saya pakein sendiri ke Aqsa ternyata emang nggak bagus. Pas udah dicuci melar-melar gitu. Jadi wajarlah kalo dia protes.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Brand Baju Bayi Favorit
Tentang Belajar Mencuci Baju Bayi bagi Ibu Baru”]

Setelah punya anak sendiri, saya sedikit tahu tentang baju-baju buat bayi. Awal beli baju pas hamil tua saya juga bingung mau beli apa, yang kayak gimana, dan merk apa. Tapi semakin kesini saya punya kriteria tersendiri saat beli baju, antara lain:

  • Bahannya nyaman dipakai, menyerap keringat tapi nggak bikin gerah. Kalau yang ini biasanya memang harus merasakan sendiri sih. Jadi better beli offline.
  • Standar Nasional Indonesia atau SNI karena dengan begini otomatis sudah terbukti keamanannya dari zat-zat yang berbahaya atau karsionogenik karena bayi butuh prioritas paling tinggi untuk dilindungi. Ternyata, baju bayi harus ber-SNI ini juga sudah diatur lho sama Kemenperin pas saya cari tahu infonya.

SNI wajib pakaian bayi resmi ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian tertanggal 17 Mei 2014. Pemberlakuan di lapangan awalnya dimulai 17 November 2014, namun karena berbagai sebab aturan itu baru bisa diterapkan dan mulai diawasi sejak 17 Mei 2015 lalu.

  • Pilih ukuran 1 atau 2 nomer di atasnya. Bayi tuh cepat banget tumbuh kembangnya, lebih baik beli ukuran yang agak besar jadi awet kalau dipakai. Biasanya saya lebih suka beli offline karena bisa lihat ukurannya langsung. Pengalaman saya beli online saya pilih 1 ukuran di atasnya ternyata ngepas banget di Aqsa jadi rada kapok deh.
Baca Juga:   Belanja Kebutuhan Sandang, Pilih Online atau Offline?
  • Pilih warna-warna yang netral. Karena Aqsa cowok jadi saya menghindari sebisa mungkin motif atau warna-warna feminin kayak pink karena kalau pas dipakai seringnya orang mengira Aqsa cewek, hahaha.

Itu kriteria saya kalau mau beli baju buat Aqsa. Saya sebenarnya nggak mematok Aqsa harus pakai merk atau brand apa. Apa aja sih saya pakein asalkan enak. Makanya kado-kado kelahiran dulu yang berupa baju juga saya pakein aja asalkan bahannya nyaman. Nah, kalau beli sendiri saya malah sudah punya brand langganan. Brand ini selain udah teruji nyaman pas dipakai juga harganya ramah di kantung saya (dan bapaknya Aqsa). Ya bisa dibilang ini brand menengah lah ya, nggak begitu mahal tapi juga nggak murahan banget. Ini dia brand baju kesukaan saya yang biasa saya beli buat Aqsa:

1. Velvet Junior

Hampir semua sandang Aqsa ada merk Velvet Junior-nya. Dari atasan, celana, baju tidur, kaus dalam, popok, bahkan sampai bedong juga Velvet Junior. Kelebihannya dari Velvet Junior adalah bahannya enak dipakai. Saya nggak ngerti jenis-jenis bahan tuh apa aja, tapi untuk Velvet Junior ini cukup tebal tapi nggak panas, menyerap keringat, lembut, dan nggak melar. Selain itu, motifnya juga lucu-lucu. Apalagi tiap bulan ada motif baru. Variannya pun lengkap dari baju dalam sampai luar, atas sampai bawah, keperluan newborn sampai balita.

Saking banyaknya item bermerek Velvet Junior ini, saya sampai beli deterjen khusus yang memang dikeluarkan sama Velvet Junior. Deterjennya harum, sayangnya cukup pricey. Jadi saya cuma beli pas buat nyuci baju-baju Aqsa sebelum lahir. Sampai sekarang merk ini masih jadi favorit saya dan menantikan tiap bulan motif apalagi yang akan dikeluarkan. Walaupun begitu, saat beli merk ini saya lumayan detail lihat motifnya karena motif-motif tertentu terlihat cenderung feminin sih apalagi kalau yang ada warna-warna pink di baju bikin Aqsa kadang dikira cewek. Trus kalau pas musim hujan, pakaian dari Velvet Junior ini agak lama keringnya karena bahannya yang lumayan tebal.

2. Libby

Selain Velvet, Libby jadi merk baby stuff yang sering saya beli. Saya punya celana pop, atasan, sampai setelan baju tidur Libby. Sama halnya dengan Velvet Junior, warna-warna dan corak Libby lucu-lucu dan bagus. Kadang untuk beberapa corak saya bahkan lebih suka Libby daripada Velvet karena netral tinggal pilih warna yang buat cewek apa cowok. Bahannya pun adem, nggak melar, menyerap keringat, sudah SNI, dan meski lebih tipis dari Velvet Junior tetap berkualitas alias bukan yang tipis kayak saringan tahu gitulah.

Sayangnya kalau beli Libby secara online saya deg-degan karena beberapa kali beli dengan size pas bulannya atau dinaikan 1 size di atasnya kok kayak kekecilan. Beberapa item kayak atasan sama baju tidur Aqsa cuma bisa dipakai beberapa bulan karena ternyata kecil, huhu. Ada juga celana pop yang masih dipakai sampai sekarang tapi ya gitu ´seksi´ banget, di Aqsa jadi kelihatan ginuk-ginuk. Pas udah tahu begitu, sekarang saya mending beli Libby secara langsung saja jadi biar lihat real size-nya.

3. Nova

Ini juga salah satu brand favorit khususnya baju tidur. Hampir semua baju tidur Aqsa adalah merk Nova. Nova ini model dan coraknya minim dan netral, kalau nggak polos ya garis-garis. Tinggal pilih warna aja. Aqsa bahkan punya baju tidur Nova yang putih polos ada 5, cuma beda warna pinggirnya aja. Eh bahkan beberapa ada yang warna sama, kadang udah kayak nggak ganti baju. Tapi ya gimana, ini brand paling gampang dipilih karena nggak pusing mikirin mana yang buat cewek atau cowok.

Buat baju tidurnya yang motif stripes saya juga punya beberapa warna dari biru, hijau, dan merah. Kadang celana yang motif stripes ini saya padu-padankan sama baju merk Nova yang polos. Buat bahannya, ada 2 macam dan kelihatan beda. Kalau yang polos, bahannya cenderung lebih tipis tapi tetap menyerap keringat kok. Tapi sayangnya entah saya yang cara mencucinya salah atau gimana, bahan yang putih polos ini cepat mbrudul atau berbulu. Selain itu juga bikin Aqsa bau asem kalau pagi apalagi kalau malamnya keringetan banyak.

Baca Juga:   Tampil Segar dan Wangi dengan Mitu Baby Liquid Powder

Beda dengan yang stripes ini, bahannya lebih tebal. Malah menurut saya, lebih tebal dari Velvet Junior tapi tetap nyaman dipakai kok. Bahannya menyerap keringat, nggak melar, dan nggak mbrudhul juga. Selain baju tidur, saya baru-baru ini juga coba beli kaus dalam Nova. Ternyata bahannya tipis, nggak setebal Velvet Junior dan di bagian pinggirannya ada corak polkadotnya. Harganya pun lebih mahal 1000-2000 rupiah dibandingkan Velvet, tapi saya masih lebih suka Velvet Junior. Karena takutnya hanya soal selera, saya kasih lihat dan pegang ke suami. Dia juga bilang bahannya lebih enakan yang Velvet Junior untuk kaus dalam ini.

4. Miyo

Saya nggak punya terlalu banyak brand Miyo di baby stuff-nya Aqsa. Hanya punya celana pop (kalau ibu saya bilangnya celana monyet) yang biasa Aqsa pakai sehari-hari. Tapi saya suka banget sama celana Miyo ini karena bahannya adem dan hampir mirip sama bahan baju merk Nova yang putih polos. Saya beli celana pop Miyo ini di online dan so far so good, nggak ada keluhan apa-apa. Saya juga belinya 1 nomer di atas usia Aqsa saat itu.

Selain celana pop, Aqsa juga pernah punya setelan baju tidur Miyo hadiah dari tantenya. Bahannya juga enak kok. Kausnya tipis tapi menyerap keringat dan nggak bikin bau asem. Sayangnya, setelannya udah nggak muat karena ukuran newborn. Tapi saya masih cinta banget sama celana pop Miyo ini dan kemungkinan akan repurchase kalau udah kekecilan atau rusak.

5. Little Q

Tadinya saya nggak bisa bedain mana yang Little Q mana yang Velvet junior karena ada beberapa baju Aqsa yang saya beli sebelum dia lahir itu Little Q dan bahannya hampir sama, atau malah sama kalau dirasa indra peraba saya, sama Velvet Junior. Untuk motifnya, Little Q juga punya motif yang ´ŕamai´ kayak Velvet Junior. Makanya mirip banget. Ini berlaku buat baju lengan pendek dan celana pendek yang biasa dipakai harian ya.

Tapi kemarin pas belanja baju Aqsa yang terakhir saya justru nemu setelan baju tidur Little Q yang mirip sama Nova. Atasannya polos gitu dan pas diraba bahannya juga nggak terlalu beda. Bahan celananya juga agak tipis tapi tetap menyerap keringat. Saya juga beli celana panjang yang bermotif, motifnya masih lucu-lucu kok Little Q ini dan sepertinya kayak Velvet yang selalu punya motif baru tiap berapa periode.

Itu dia 5 brand yang sering saya beli buat baju dan baby stuff Aqsa sehari-hari. Lima brand ini ya kelas menengah lah ya bisa saya bilang, nggak terlalu mahal tapi nggak murahan juga. Harganya masih ramah di kantung, kualitasnya oke, dan sudah SNI. Selain 5 brand ini saya juga punya beberapa brand lain tapi kebanyakan dari kado. Cuma memang 5 brand ini yang selalu bikin saya re-purchase buat perlengkapan bayi.

So, buat buk-ibuk yang lagi mempersiapkan kelahiran dan bingung mau milih baju merk apa buat bayi semoga postingan ini bisa membantu kalian ya. Happy shopping!

 

0 Comments
Previous Post
Next Post
Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak
Rekomendasi

Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak