[SP] Menderitanya saat Terkena Infeksi pada Area Kewanitaan

[SP] Menderitanya saat Terkena Infeksi pada Area Kewanitaan

Saya nggak akan lupa kejadian beberapa bulan yang lalu ketika saya nyaris nggak bisa jalan karena terinfeksi bakteri. Kedengarannya seperti perkara sepele memang, bakteri. Tapi kalau tidak cepat-cepat ditangani akan berakibat fatal karena si bakteri menyerang organ intim saya yaitu organ kewanitaan.

Efeknya terasa saat itu juga. Organ kewanitaan terasa gatal sekali dan lama-lama terasa panas seperti terbakar disertai rasa perih tak terkira. Apalagi karena secara nggak langsung area gatal tergesek-gesek dengan celana dalam ketika dipakai untuk bergerak. Efeknya, tak sampai 24 jam, organ kewanitaan saya terasa perih dan panas hingga kemudian muncul seperti bentol kecil berisi cairan yang membuat saya susah untuk bergerak, berjalan, dan buang air kecil. Setiap melakukan hal-hal tersebut, rasa sakit semakin menjadi-jadi. Ketika berjalan bahkan saya harus mengangkang seperti anak laki-laki yang habis disunat, huhuhu.

Hiks, sedih banget rasanya memang. Saya jadi nggak bisa ngapa-ngapain. Bahkan untuk salat pun harus duduk sambil menahan rasa perih. Setiap mau buang air kecil ketakutan tapi harus dibuang karena saya sedang hamil dan nggak boleh menahan pipis. Orang-orang menyuruh saya buat menahan rasa gatal. Tapi ketika saya diam, rasa gatal dan perih menggerogoti sampai bulu kuduk merinding. Rasanya pengen nangis, saya tersiksa banget.

Pengalaman Diserang Trikomonas Vaginalis

Di tengah kegalauan dan kesakitan yang teramat, saya pun menghubungi klinik tempat dokter kandungan langganan saya praktik. Beruntung sekali, Hari Rabu yang biasanya tidak ada praktik dokter langganan saya ternyata sore itu justru berpraktik. Spontan, langsung saya booking nomer antrian. Nggak peduli perih untuk duduk dan berjalan, tekad saya hari itu harus segera ke dokter kandungan untuk memeriksakan semua itu.

Sorenya, saat tiba di klinik saya pun segera diperiksa oleh dokter. Dokter yang memeriksa saya heran dan menduga kalau saya terkena herpes. Duh, makin ngedroplah hati ini. Apalagi kondisi saya sedang hamil. Untungnya, dokter tak langsung menyimpulkan analisisnya karena setelah itu beliau memeriksa dengan lebih detil. Jangan tanya rasanya saat dokter memeriksa infeksi saya ya, saya udah mau teriak tapi malu. Rasa perih dan sakit coba saya tahan saat dokter memeriksa dan menyentuh organ kewanitaan saya. Namun semua itu lagi-lagi kan untuk kesembuhan saya, ya saya tahan-tahan aja.

Selidik punya selidik, setelah diambil sampel, dilakukan swab vagina, dan diteliti di laboratorium, saya terserang bakteri Trikomonas Vaginalis dan juga jamur. Bakteri ini biasanya berada di toilet di tempat-tempat umum, misalnya mall, tempat makan, SPBU, dan lain sebagainya. Memang sebagai orang yang mobile dan sering datang ke beberapa event blogger, jadi hal biasa sekali buat saya buang air di toilet umum.

Prof Jacoeb, dokter kandungan saya saat itu mengatakan bahwa bakteri Trikomonas Vaginalis ini bersembunyi di sela-sela atau lipatan vagina. Bakteri ini akan menyerang ketika daya tahan tubuh saya sedang tidak bagus (saat itu saya sedang flu dan jarang mandi namun tetap rajin ganti celana dalam). Bakteri ini bisa menyebar ke sesama anggota keluarga (baik itu laki-laki maupun perempuan) kalau celana dalam bekas pakai saya dicuci di satu tempat yang sama. Bahkan setelah dicuci dan disetrika pun, bakteri ini bisa tetap membandel sembunyi di lipatan-lipatan celana. Solusinya, selain harus mengonsumsi obat secara oral dan obat yang dimasukkan di saluran genital, saya harus memakai celana dalam sekali pakai.

Soal terkena infeksi di organ kewanitaan, cerita di atas bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, sekitar 6 tahun yang lalu saya pun pernah mengalami infeksi di organ intim kewanitaan hingga dirawat di rumah sakit. Penyebabnya kemungkinan dari kebiasaan buruk saya memakai pantyliner dan jarang menggantinya hingga 24 jam. Selain itu, dulu saya juga sering buang air di toilet umum karena saat itu masih jadi wartawan yang pekerjaannya mobile. Infeksi menyerang saat saya sakit tipus.

Baca Juga:   Perjalanan Panjang Mencari Bra Kehamilan yang Cocok

Jangan ditanya rasanya seperti apa. Rasa gatal, panas, dan perih menyerang area kewanitaan saya. Bahkan saat itu, untuk buang air kecil pun perih sekali. Dokter sempat menduga saya terkena herpes. Namun ternyata, saya hanya terkena bakteri karena kebiasaan buruk saya terhadap area kewanitaan.

Menjaga Kebersihan Organ Intim Kewanitaan dengan Betadine Feminine Wash

Dari 2 peristiwa terserang bakteri yang pernah saya alami itulah, saya jadi benar-benar tersadar bahwa organ intim kewanitaan adalah area yang harus benar-benar dijaga. Bakteri-bakteri jahat yang tak terlihat oleh mata telanjang bisa menyerang kapan saja dan efeknya luar biasa, bahkan di luar perkiraan kita. Saya bahkan sempat sedih saat nggak bisa jalan dan bergantung sekali sama orang lain ketika terkena infeksi bakteri untuk yang kedua kalinya.

Dulu mungkin saya termasuk orang yang cuek dengan organ intim kewanitaan. Kebiasaan-kebiasaan buruk seperti terlalu lama memakai pantyliner, jarang mengganti celana dalam, hingga tidak menyeka hingga kering area kewanitaan setelah buang air sering saya lakukan. Saya mikirnya selalu ¨Ah nggak apa-apa palingan¨ karena terlalu sering melakukannya. Lambat laun setelah akhirnya terkena sakit 2 kali di bagian organ intim kewanitaan. Saya pun akhirnya sadar bahwa area ini merupakan area sensitif yang perlakukannya pun harus spesial dan nggak boleh asal-asalan.

Perawatan area kewanitaan yang baik bisa menjauhkan kita dari penyakit atau masalah kewanitaan. Hal itulah yang dulu belum saya sadari. Saya juga punya ketakutan untuk mencoba produk-produk pembersih kewanitaan yang beredar di pasaran. Informasi tentang pembersih kewanitaan yang dipakai setiap hari bisa mengganggu bakteri baik dan pH di area kewanitaan hingga yang konon bisa jadi penyebab kanker serviks memicu ketakutan saya.

Beruntung sekali saya punya suami yang sangat perhatian. Ya, mungkin suami saya prihatin saat melihat saya menderita karena diserang bakteri saat itu makanya ketika sedang menyusuri drugstore di sebuah mall setelah buka puasa bersama, dia tiba-tiba menelepon saya:

¨Kamu mau nggak aku beliin BETADINE Feminine Wash? Ini bisa dipakai buat sehari-hari,¨ujar suami saya di ujung telepon saat itu.

Saya pun mengiyakan. Saya mendapati 2 macam BETADINE Feminine Wash Foam dan 1 BETADINE Feminine Wipes yang bisa digunakan sehari-hari untuk area kewanitaan.

Jujur, saya masih agak takut sebenarnya memakai cairan pembersih kewanitaan karena takut ada pH yang berubah atau bakteri baik yang ikut terbunuh. Namun, justru suami yang meyakinkan tak ada salahnya memproteksi diri daripada terkena infeksi lagi untuk yang ketiga kalinya. Apalagi BETADINE Feminine Wash Foam ini memiliki klaim sebagai pembersih yang bisa dipakai setiap hari tanpa mengganggu bakteri baik, memperhatikan pH balance, dan mengandung prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik. Klaim ini bisa saya percaya karena BETADINE Feminine Wash Foam ternyata sudah gynaecollogic tested alias sudah melalui uji ginekologis.

Nggak ada salahnya menuruti suami buat mencoba BETADINE Feminine Wash Foam yang sudah dibelikannya. Toh suami pengen yang terbaik buat saya. Selain karena dia nggak pengen saya tersiksa karena sakit di area kewanitaan seperti yang sebelum-sebelumnya, dia juga pengen sebagai wanita saya memiliki ´aset´ yang sehat dan bersih. Apalagi cairan pembersih ini bisa dipakai sehari-hari sebagai bentuk proteksi kalau-kalau di lingkungan sekitar banyak bakteri yang siap menyerang area kewanitaan kapanpun.

Oh ya, sebelum salah kaprah BETADINE Feminine Wash Foam berbeda dengan BETADINE Feminine Hygiene ya. BETADINE Feminine Wash Foam terbuat dari bahan alami untuk area kewanitaan dan bisa digunakan sehari-hari. Sementara itu, BETADINE Feminine Hygiene hanya digunakan untuk masa-masa khusus seperti misalnya saat red days/menstruasi karena memiliki kandungan antiseptik yang berguna untuk mengatasi kuman.

Varian BETADINE Feminine Wash

BETADINE Feminine Wash memiliki 4 varian dengan 3 versi yaitu foam, liquid, dan wipes. Namun, belum semua varian memiliki 3 versi tersebut. Penggunaan dari masing-masing versi dan varian tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan dan aktivitas penggunanya. Buat saya yang aktif dan pernah beberapa kali terkena gatal akibat infeksi bakteri, pilihannya jatuh pada BETADINE Feminine Wash Foam Gentle Protection Immortelle (warna ungu).

Baca Juga:   Cerita Kehamilan Ketiga: 5 Food Vlogger yang Membangkitkan Selera Makan

Sementara itu, buat kalian yang penasaran sama varian lengkapnya ini, berikut beberapa varian dari BETADINE Feminine Wash Foam yang telah tersedia:

  • Gentle Protection Immortelle (Ungu

Merupakan pembersih kewanitaan sehari-hari dari bahan alami Immortelle untuk menjaga kesehatan alami kewanitaan (merupakan versi original BETADINE Feminine Wash). Varian jenis ini berfungsi menjaga keseimbangan bakteri baik pada area intim. Ketidakseimbangan bakteri baik pada area intim dapat menyebabkan beberapa masalah seperti gatal, bau tak sedap, dan keputihan. Varian ini terdapat 3 versi yaitu foam, liquid, dan wipes.

  • Fresh & Active Lemon Verbena (Hijau)

Cairan pembersih ini mengandung Lemon Verbena yang memberikan sensasi kesegaran di area kewanitaan. Cuaca yang panas dan aktivitas fisik yang sering seperti berolahraga dapat mengakibatkan keringat berlebih, terutama di area kewanitaan yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Nah, BETADINE Feminine Wash Foam Daily Use Fresh and Active Lemon Verbena, dibuat ekslusif untuk memberikan kesegaran lebih lama di area kewanitaan serta menjaga keseimbangan pH dan bakteri baik. Varian ini terdapat 2 versi, yaitu foam dan liquid.

  • Odour Control Witch Hazel (Biru)

Pembersih kewanitaan ini bisa digunakan sehari-hari untuk mengatasi bau tak sedap. Varian ini mengandung Witch Hazel yang bantu mengatasi bau tak sedap di area kewanitaan. BETADINE Odour Control Witch Hazel (Biru) cocok digunakan untuk wanita yang sibuk seharian ataupun berada di udara lembab. Formula yang mengandung Prebiotik dan Tri-Care membantu pertumbuhan bakteri baik dan menjaga keseimbangan pH alami area kewanitaan. Pada varian ini baru terdapat 1 versi yaitu foam.

  • Moisturizing Calendula Oil (Pink)

BETADINE Feminine Wash Daily Moisturizing ini mengandung ekstrak Calendula yang berfungsi mmberikan kelembaban optimal untuk kulit kering serta melindungi kulit dari gatal dan iritasi. Varian ini cocok digunakan sehari-hari untuk wanita dengan jenis kulit kering, baru melahirkan, menopause, atau yang mengalami kulit kering pada area kewanitaan. Formula yang mengandung Prebiotik dan Tri-Care membantu pertumbuhan bakteri baik dan menjaga keseimbangan pH alami area kewanitaan. Pada varian ini baru terdapat 1 versi yaitu foam.

Kandungan BETADINE Feminine Wash

Karena digunakan untuk bagian tubuh sensitif dari seorang wanita, BETADINE Feminine Wash dibuat menggunakan bahan alami untuk area kewanitaan. Selain itu, BETADINE Feminine Wash juga didesain secara eksklusif untuk perawatan kewanitaan. Jadi jangan khawatir pH di sekitar area kewanitaan akan rusak. Justru penggunaan sabun biasa atau cairan pembersih yang sembarangan bisa jadi mengganggu pH natural. Pasalnya, kandungan pH sabun biasa (pH 9-10) dapat mengganggu pH natural (pH 3,5-4,5) pada area kewanitaan. Sedangkan hanya menggunakan air, walaupun aman, ternyata tidak memadai kebutuhan area kewanitaan.

Karena saat ini sedang hamil, saya sempat was-was dan bertanya-tanya apakah kandungan BETADINE Feminine Wash ini aman digunakan sehari-hari untuk ibu hamil. Apalagi ibu hamil kan nggak boleh sembarang pakai cairan yang mengandung obat kimia di daerah kewanitaaan. Untungnya, karena tidak mengandung SLS (Sodium Laureth Sulfate) yang dapat membuat kering dan juga tidak mengandung paraben, produk ini aman digunakan saat hamil dan menyusui. Yeayyy, senangnya jadi bisa ada yang turut menjaga area intim kewanitaan saya dari bakteri-bakteri nakal saat hamil.

Secara umum, semua varian BETADINE Feminine Wash memiliki 3 kandungan utama, yaitu:

  • Prebiotik yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bakteri baik dan menghalangi pertumbuhan bakteri jahat. Pada kondisi sehat, probiotik di area kewanitaan dapat menjaga keseimbangan pH normal, mendukung dan mengembalikan fungsi imun, dan mencegah kuman untuk berkembang. Dengan menjaga kesehatan normal flora membuat area kewanitaan dapat memproteksi dirinya sendiri.
  • Formula alami Tri-Care, memberikan perlindungan harian dari gejala yang tidak diinginkan yang menyebabkan ketidakseimbangan pH pada area intim.
  • Ekstrak alami Calendula, yang dikenal memiliki kemampuan meremajakan membantu menyehatkan dan melindungi kulit dari kondisi kering.
Baca Juga:   Pertanyaan

Kesan Pemakaian BETADINE Feminine Wash Foam

Karena bisa dipakai sehari-hari dan pemakaiannya sangat gampang, saya pun memulai kebiasaan baik menjaga area kewanitaan dengan menggunakan BETADINE Feminine Wash Foam. BETADINE Feminine Wash Foam ini sudah tersedia di beberapa toko obat seperti Guardian atau Watson. Kebetulan suami saya beli di Guardian dengan harga Rp 52.500 dan didiskon Rp 10.600, ihiiiyyy. Bentuknya yang mudah digenggam membuat cairan pembersih kewanitaan ini praktis dipakai dan bisa dibawa kemana pun termasuk saat traveling.

Cara pemakaiannya pun sangat mudah. Saya hanya perlu menuangkan BETADINE Feminine Wash Foam ke tangan yang telah dibasahi. Oh ya, karena busanya rawan tumpah (sayang kan kalau tumpah), ada baiknya menunggingkan botol dan mendekatkan tutupnya ke telapak tangan saat dipencet. Selanjutnya, busa yang ada di tangan tinggal diusapkan di area kewanitaan, lalu bilas dengan air hingga bersih.

Karena saat ini aktivitas saya banyak dilakukan di rumah, saya pun memilih menggunakan varian Gentle Prorection Immortelle (berwarna ungu) sebagai bentuk proteksi terhadap bakteri. Kesan pertama yang saya dapatkan saat menggunakan BETADINE Feminine Wash Foam adalah foam atau busa putihnya yang sangat lembut. Tak hanya di tangan, busa putih ini juga terasa lembut saat sudah dibasuhkan di area kewanitaan. Efeknya, daerah di sekitar area kewanitaan menjadi segar. Setelah dipakai, BETADINE Feminine Wash Foam juga tidak meninggalkan bekas licin atau lengket-lengket di area kewanitaan.

Buat saya yang sedang hamil dan sering bolak-balik ke kamar mandi karena berkemih sehingga rawan lembab, BETADINE Feminine Wash Foam ini berguna sekali buat melindungi area kewanitaan dari bakteri jahat yang tumbuh di lingkungan lembab. Alhamdulillah, setelah memakai BETADINE Feminine Wash Foam ini saya juga terhindar dari gatal-gatal di area kewanitaan. Selain itu, wanginya yang sangat soft dan kalem membuat saya lebih percaya diri setelah menggunakannya. Untuk hasil yang maksimal, biasanya saya menggunakan BETADINE Feminine Wash Foam sehari sekali saat mandi pagi.

Perlindungan Tambahan untuk Area Kewanitaan

Karena trauma sakit di area kewanitaan saat terserang bakteri, saya pun jadi sangat hati-hati sekali dalam memperlakukan area kewanitaan. Ada beberapa hal yang saya lakukan dan kebiasaan yang saya ubah, antara lain:

  • Rajin mengganti celana dalam apabila sudah terasa basah atau sangat lembab. Area kewanitaan memang rentan lembab, apalagi kalau sering buang air.
  • Menyeka area kewanitaan hingga bersih dan kering setelah buang air (dahulu saya sering membiarkan memakai celana saat area kewanitaan masih basah).
  • Selektif memilih tempat buang air di tempat-tempat umum. Usahakan memilih toilet yang bersih. Kalaupun tidak ada, saya harus membawa sendiri air untuk cebok dan tisu untuk mengeringkan area kewanitaan.
  • Selalu menyelipkan BETADINE Feminine Wipes saat akan keluar rumah. BETADINE Feminine Wipes merupakan Flushable Tissue yang dapat digunakan setiap saat. BETADINE Feminine Wipes memiliki kandungan prebiotic yang praktis dan 100% biodegradable, sehingga dapat langsung di-flush. BETADINE Feminine Wipes ini praktis dibawa kemanapun dan bisa digunakan sebagai proteksi buat saya apabila sangat terpaksa buang air di toilet umum.

Sungguh, 2 kali terinfeksi bakteri di area kewanitaan membuat saya benar-benar kapok. Nggak lagi-lagi deh. Buat kalian para wanita juga harus berhati-hati karena sesepele bakteri efeknya bisa benar-benar menyedihkan. Nggak ada salahnya kalau area kewanitaan harus selalu dijaga kebersihannya setiap hari. Pilihlah produk yang aman untuk ´aset berharga´ kita ini seperti BETADINE Feminine Wash Foam. Jangan lupa juga, untuk buang jauh kebiasaan buruk dalam memperlakukan area kewanitaan.

Jangan sampai kita menyesal karena ´aset´ penting ini nggak kita jaga dengan sungguh-sungguh dan justru menimbulkan penyakit lainnya yang jauh lebih menyeramkan. Naudzubillahimindzalik….

Buat kalian yang ingin tahu lebih lengkap soal produk BETADINE Feminine Care, bisa lihat lebih jelas di website dan akun-akun social medianya ya:

Website: tanyawanita.id
Instagram: @tanyawanitaid
Facebook: Tanyawanitaid

 

5 Comments
Previous Post
Next Post