#CeritaIbu: Membiasakan Anak Duduk di Car Seat & Review Graco Contender 65

#CeritaIbu: Membiasakan Anak Duduk di Car Seat & Review Graco Contender 65

Dulu pas sepupu saya baru punya mobil, saya menyarankan dia buat pakai car seat. Pas dia ternyata nggak pakai car seat sampai anaknya besar, saya mempertanyakan kenapa kok bisa gitu. Padahal kan car seat buat keselamatan anak dan kenyamanan orang tua. Saya pun dalam hati bertekad kalau nanti punya mobil, saya pengen pakein anak saya car seat bahkan dari sejak awal.

Tapi nyatanya ya saya sering kemakan omongan sendiri. Saya beli mobil akhir Juli 2019 dan baru beli car seat awal Februari 2020. Hampir setengah tahun jedanya. Di antara setengah tahun ini, yang ada rasanya malas, angot-angotan, sama mikirnya ‘ah ngapain sih beli-beli car seat? toh anaknya juga bisa dipangku’. Ternyata ya nggak segampang itu memutuskan ‘oke, aku beli car seat sekarang’. Apalagi beli dan membiasakan anak duduk di car seat itu nggak segampang yang diperkirakan. Harga car seat pun nggak murah, jadi kalau mau beli pertimbangannya harus banyak.

Baca Juga:   #MarriedLifeSeries: Kok Nggak Beli Mobil?

Pertimbangan yang banyak plus butuh rekomendasi merk yang bagus dari banyak orang itulah yang akhirnya makan waktu sampai setengah tahun. Yup, selama itu (ditambah kemalasan kami cari informasi di sela-selanya juga sih, haha). Plus ada semacam rasa mengentengkan karena toh nggak apa-apa nggak apaki car seat, padahal aslinya tuh apa-apa banget. Ribet dan rempong karena anak harus dipangku. Belum lagi anaknya rewel dan kepo jadi jatuhnya malah gangguin yang nyetir. Tapi saat itu, saya masih keukeuh nggak mau pakai car seat karena nanggung sebentar lagi besar, malas ‘drama’ pas bagian adaptasi membiasakan duduk di car seat, dan pertimbangan mobilnya akan jadi semakin sempit.

Baca Juga:   #CeritaIbu: GTM, Drama Panjang Banyak Babak

Tapi ternyata saya menyerah juga. Saya capek kalau nggak pakai car seat.

Aqsa tuh bisa jejeritan di depan, minta turun dari pangkuan, jongkok-jongkok di bawah dasbor, tangannya megangin rem tangan atau kopling, kadang suka kepengen minta pangku ayahnya kalau pas lagi nyetir, ditaruh di belakang nggak mau, suka buka tutup kaca mobil yang berujung tangannya kejepit.

Saya lelah dengan drama yang begini, akhirnya memutuskan beli car seat saja. Biarlah drama sejenak pas adaptasinya, tapi setelah itu bisa bernafas lega. Lagi pula, saya dan suami harus membiasakan Aqsa di car seat sejak sekarang karena rencananya Lebaran esok kami pengen mudik bawa mobil. Nggak mungkin juga kan saya pangku dia 8 jam lebih, dari Jakarta sampai Kutoarjo. Nggak bagus juga buat keselamatan anak.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Mudik Lebaran Pertama bersama Bayi

Memutuskan Membeli Car Seat

Setelah memantapkan hati pun akhirnya kami berniat membeli car seat. Kami memang sudah berniat untuk membeli secara online saja karena lebih banyak pilihan. Tapi sebelumnya, saya dan suami menyempatkan untuk melihat ke sebuah baby shop dan ternyata benar dugaan saya, di baby shop hanya ada satu pilihan barangnya. Oleh karena itu dengan modal review di internet dan bismillah, kami pun memantapkan hati untuk membeli car seat merk Graco Contender 65.

Sebelum benar-benar dipasang, kami ‘memperkenalkan’ dan ‘mengakrabkan’ dia terlebih dahulu dengan car seat. Pas belum dipasang dan masih ada di ruang tamu, kami memperkenalkannya dengan cara kasih tahu ke dia dengan kalimat-kalimat:

“Ini namanya car seat, nanti Aqsa kalau naik mobil duduknya di sini”
“Nanti Aqsa duduk di car seat ya, lebih enak duduk di sini kalau di mobil”

Dan beberapa kalimat sugesti lainnya.

Ini pura-puranya dia jadi raja, hihi

Sambil diperkenalkan, kami juga sambil mendudukkan dia di car seat. Pura-puranya dia jadi raja dan car seat adalah singgasananya. Kami juga memanfaatkan Aqsa yang anaknya kepo alias pengen tahu banget. Pas dia ingin tahu soal cars eat ini bahkan dari sebelum kardusnya dibuka. Jadi, sekalian aja saya suruh dia buat eksplor car seat-nya, ‘kenalan’ sedalam-dalamnya dengan car seat tersebut.

Saya dan suami sungguh sangat sangsi kalau Aqsa bakalan bisa langsung suka dan mau untuk duduk di car seat. Tapi ternyata saya meragukan kemampuan dan kesiapannya. Pas car seat dipasang di mobil dia langsung mau, tenang, tanpa drama, dan menikmati perjalanan. Awalnya, saya memang mendampingi dia di belakang biar dia tetap merasa ada temannya, tapi itu hanya berlangsung satu hari. Hari-hari selanjutnya, Aqsa sudah bisa dilepas duduk sendiri di belakang sampai sekarang. Dia diam, suka lihat pemandangan di jendela sampingnya, atau bersuara sesekali kalau ada hal yang menarik seperti melihat bus Transjakarta.

Senang deh rasanya, dia duduk anteng bahkan hingga bobok sendiri di car seat sementara saya bisa duduk dan ayahnya menyetir dengan tenang di depan.

Kalau ditanya apa sih tipsnya biar anak mau duduk di car seat, saya bisa kasih tipsnya sedikit:

  • Begitu ada car seat, jangan langsung dipasang dan trial di mobil, letakkan car seat di tempat biasa anak bermain biar dia bisa ‘berkenalan’ dengan benda tersebut.
  • ‘Perkenalkan’ dia dengan car seat terlebih dahulu sebelum dipasang di mobil. Manfaatkan rasa ingin tahunya dengan memegang apa-apa saja yang ada di car seat (tali, tempat duduk, straps) lalu dudukkan dia di car seat.
  • Dudukkan anak di car seat sebelum dipasang di mobil, kalau perlu mainkan peran kalau itu adalah kursi miliknya, kekuasannya nanti ketika di mobil.
  • Dampingi si kecil saat awal-awal beradaptasi menggunakan car seat di mobil. Anak saya hanya butuh satu hari, anak-anak lain belum tentu secepat itu. Dampingi dia hingga ia merasa nyaman.
  • Berikan buku, mainan, atau makanan kesukaannya untuk mengalihkan perhatiannya saat periode peralihan dari dipangku ke duduk di car seat.
  • Setelah anak sudah bisa ditinggal duduk sendiri di belakang, sering-seringlah tengok, ajak bicara, dan berinteraksi dengannya biar dia tidak merasa sendirian dan terasing di tempat barunya.

Review Graco Contender 65

Setelah melalui pencarian dan baca serta menonton review sana-sini, akhirnya kami memutuskan untuk membeli car seat merk Graco Contender 65.

Harga

Harga bersih Rp 1.050.000 di Shopee (belum sama ongkir dan tips ke abang ojol Rp 50.000). Kalau yang tanya kok tipnya banyak banget? Yep, ini dikirim dari Jakarta Utara dan volume kardusnya besar banget ditambah berat car seat-nya sendiri 9 kg lebih. Jadi sellernya dari awal memang sudah kasih aba-aba apabila mau dikirim via ojol, harus kasih tip agar ada yang mau angkut.

Baca Juga:   Belanja Kebutuhan Sandang, Pilih Online atau Offline?

Bagian-Bagian

Graco Contender 65 di sisi depan terdapat beberapa bagian. Saya kasih gambarnya saja ya biar jelas.

tempat minum di sisi kanan

Sementara itu di bagian samping terdapat:

  • Latch Storage Bar yang berfungsi sebagai cantolan tali  yang melintang melewati bagian bawah carseat
  • Latch Strap yaitu tali yang melintang melewati bagian bawah carseat
  • Level indicator yaitu bola kecil di atas warna-warna yang berfungsi sebagai indikator, layaknya waterpass kalau dalam tripod
  • Forward Facing Belt Path yaitu lubang untuk memasukkan strap di bagian belakang
  • Rear Facing Belt Path yaitu lubang untuk memasukkan strap di bagian depan
bola indikator

Selain itu, di bagian belakang juga terdapat beberapa fitur, antara lain:

  • Harness Straps atau tali yang nantinya akan diselempangkan di atas bahu anak, tali ini terhubung dari arah belakang car seat
  • Splitter Plate atau bagian yang jadi tempat ‘keluar masuknya’ harness straps
  • Harness Cover Plate atau bagian yang melindungi splitter plate yang terhubung dengan harness straps
  • Locking Clip Storage yaitu tempat untung mengunci bagian penjepit yang berada di depan
  • Tether Storage Bar yaitu tempat kaitan untuk menempatkan Tether Hook agar tidak menjuntai saat car seat dibawa atau tidak dipakai
  • Tether Hook atau pengait tali/straps yang nantinya akan dipasang di bagian belakang mobil saat pemasangan menghadap ke depan (front facing)
  • Tether Strap atau tali di bagian belakang yang nantinya akan dikaitkan ke pengait di mobil
  • Instruction Manual Storage yaitu tempat yang bisa menampung manual book dari Graco Contender 65

Review

Di dalam manual booknya, Graco Contender 65 ini bisa dipakai untuk dua posisi yaitu posisi menghadap ke depan atau ke belakang. Namun, untuk posisi yang menghadap ke belakang sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan di jok bagian depan karena dikhawatirkan akan menutupi air bag. Jika terjadi benturan, air bag akan susah terkembang karena tertekan car seat.

Graco Contender 65 ini bisa direkomendasikan untuk anak-anak dengan tinggi badan maksimal mencapai 125 cm dan berat maksimal 30 kg. Graco Contender 65 ini juga telah sesuai dengan Federal Motor Vehicle Safety Standar 213 untuk penggunaan di dalam mobil. Carseat ini tidak direkomendasikan untuk digunakan di dalam pesawat terbang.

Satu hal yang paling saya sukai dari Graco Contender 65 ini adalah gampang untuk di-instal atau dipasang di dalam mobil. Hanya ada 2 tali yang butuh dipasang dan dikaitkan untuk pemasangan pada posisi forward facing atau menghadap ke depan di jok belakang. Selain itu head rest atau sandarannya bisa disesuaikan dengan postur tubuh si anak. Untuk lebih jelasnya, saya pernah unboxing sekaligus menunjukkan cara pemasangannya.


Namun, Graco Contender 65 juga punya kelemahan saat saya pakai yaitu kaitan atau kuncian di bagian depan yang sangat keras untuk dibuka. Jadi ketika mau buka, saya harus tekan yang keras banget yang kalau nggak berhati-hati bisa menyakiti anak. Selain itu, kaitan atau kuncian di bagian depan rawan untuk menjepit alat kelamin anak apalagi kalau sang anak laki-laki dan nggak pakai diapers atau popok sekali pakai. Jadi memang harus hati-hati sekali saat memasangnya.

pengaman yang berwarna merah itu agak keras saat dibuka, kuncian strapnya juga harus hati-hati saat dimasukkan apalagi untuk anak-anak yang tidak menggunakan popok sekali pakai

So, itu dia sedikit pengalaman saya membiasakan anak duduk di car seat sekaligus review Graco Contender 65, car seat yang saya pakai. Percayalah mama dan papa, anak duduk di car seat itu bikin kita lebih nyaman dan tenang, juga aman. Jadi, kenapa nggak untuk dibiasakan sedini mungkin. Butuh penyesuaian? Itu pasti. Tapi manfaatnya nanti rasakan sendiri setelah berhasil.

Selamat mencoba!

 

 

0 Comments
Previous Post
Next Post
Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak
Rekomendasi

Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak