Kisah Si Penderita Alergi Bertahan saat Musim Hujan dan Pandemi

Kisah Si Penderita Alergi Bertahan saat Musim Hujan dan Pandemi

Malam hari, AC, dan hujan adalah perpaduan yang tepat untuk membuat tidur yang nyenyak.

Iya, perpaduan yang tepat memang untuk mereka yang tidak punya masalah pernapasan. Tapi tidak untuk saya.

Malam hari AC, hujan, dan udara dingin adalah perpaduan yang tepat untuk menjadikan hari esok tidak berkualitas. Kenapa? Karena saya, si penderita alergi dan sinusitis adalah musuh dari udara dingin.

Sayangnya, Aqsa, anak saya yang walaupun masih usia 2 tahun sangat suka tidur di bawah udara yang sangat dingin. AC dengan suhu 16°C dan derajat kipas 4 adalah syarat mutlaknya untuk tidur nyenyak. Jika tidak, semalaman dia akan cranky dan membuat saya serta suami begadang karena rewel.

Untuk membuat Aqsa tidur nyenyak dan merasakan deep sleep, setiap malam saya harus berdamai dengan ‘settingan’ itu. Walaupun sudah berselimut bed cover tapi tetap saja tidak bisa full sampai kepala, kalau mau tetap bisa bernafas.

Menyiksanya Malam Hari yang Dingin

Picture from: www.pexels.com

Setiap malam saya berteman dengan hidung tersumbat di bawah dinginnya udara kamar. Kenapa nggak tidur di kamar lain saja? Alasan pertama adalah kamar di rumah saya memang ada 2 tetapi yang 1 lagi sudah ditempati oleh adik saya. Alasan kedua tentu saja Aqsa yang tidak bisa lepas dari saya buat tidur sendiri. Ketika tidur, saya harus memeluknya dan ketika terbangun di malam hari dia mencari pelukan saya.

Minyak kayu putih tidak bisa jadi ‘teman’ malam-malam saya untuk melegakan hidung. Selain lama-kelamaan tidak mempan, memakai minyak kayu putih di seluruh permukaan hidung malah membuat mata saya jadi pedih.

Selain minyak kayu putih, saya sempat rajin memakai humidifier dengan diteteskan essential oil jenis respiratory congestion untuk pelega. Lumayan mengurangi ketidaknyamanan sih. Sayangnya, saya sering lupa untuk mengisi air di tangki humidifier, air di tangkinya habis saat sebelum pagi, dan essential oil lama-kelamaan juga habis padahal essential oil harganya lumayan mahal buat saya.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Berdamai dengan Alergi

Dari semua permasalahan ini, akhirnya solusi buat saya bisa tidur di malam hari adalah tidur dengan posisi setengah duduk dan menggunakan lebih dari 3 tumpukan bantal di kepala agar tetap bisa bernapas lega. Napas memang lumayan lega, sayangnya tidak dengan leher saya.

Sebagai orang yang kerap mengalami hidung tersumbat (bahkan seumur hidup saya belum pernah merasakan bernapas lega tanpa hidung tersumbat), saya sering menyarankan Aqsa buat berjemur di pagi hari saat flu agar dia nggak mengalami hidung tersumbat saat tidur. Sayangnya, saya nggak bisa ikutan berjemur dengan Aqsa karena matahari pagi dan debu di luaran bisa membuat saya sepagian bersin. Bersin terus-menerus hingga air mata dan ingus cair berwarna bening keluar di pagi hari sangat merepotkan. Belum lagi kalau harus mencium bau masakan yang menusuk hidung, alergi di pagi hari semakin menyiksa.

Karena alergi ini banyak hal yang tidak bisa saya lakukan. Masuk ke pasar, bebersih rumah penuh debu, atau terkena asap pembakaran sampah bisa menyebabkan alergi datang. Oleh karena itu, jauh sebelum pandemi datang saya adalah orang yang selalu di rumah aja, bahkan kebanyakan di kamar terus karena takut debu atau asap. Sampai-sampai suami saya bilang saya malas untuk bersosialisasi. Nggak, saya sama sekali nggak malas. Hanya saja saya malas untuk bergumul dengan alergi yang akan membuat hari-hari saya buruk.

Dan ketika pandemi datang lalu semua orang harus di rumah saja, saya pun senang. Hanya saja, ternyata alergen tetap ada di mana-mana walaupun saya sudah mengurung diri di kamar. Saya nggak bisa terus-menerus seperti ini. Saya butuh sesuatu yang bisa bikin ‘bersahabat’ dengan alergen, bukannya menghindar terus-menerus.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Tentang Flu dan Bagaimana Menghadapinya

QUIXX Nasal Protection, Sahabat Baru yang Melindungi

Tahun 2015 ketika masih menjadi wartawan saya sempat menderita hidung tersumbat sampai susah ngomong. Alhasil, selama seminggu bekerja saya harus selalu meminta tolong camera person untuk sekadar berbicara di telepon dengan narasumber atau saat wawancara. Ketika itu, saya sempat berobat ke rumah sakit khusus THT dan mendapatkan nasal spray sebagai salah satu obatnya. Nasal spray yang diberikan itu sangat membantu saya, sayangnya saat itu dokter tidak menganjurkan untuk memakainya terus-menerus.

Kini, saat alergi saya semakin parah, virus berbahaya mengintai di mana-mana, dan pergi ke fasilitas kesehatan adalah hal terakhir yang ingin dilakukan karena sangat infeksius, nasal spray menjadi salah satu alternatif solusi yang bisa membuat saya ‘bersahabat’ dengan alergi. Karena menurut saya, menghindari alergen itu sangat sulit, tapi bersahabat dengannya dengan bantuan nasal spray itu jadi cara yang lebih baik.

Nasal spray yang cocok untuk jadi ‘sahabat’ alergi saya adalah QUIXX Nasal Protection. QUIXX Nasal Protection adalah  produk semprotan hidung pertama dan satu-satunya di Indonesia dalam format powder (bubuk) yang ditujukan utamanya untuk perlindungan.

Terbuat dari bahan alami, seperti Hypercellulose powder dan Peppermint,  QUIXX Nasal Protection telah teruji klinis. Jadi, produk ini aman digunakan oleh semua umur termasuk anak kecil di atas 2 tahun, ibu hamil dan menyusui, atlet, bahkan penderita alergi sebagai bagian dari terapi pendamping. Produk ini pun sudah dipasarkan secara internasional di lebih dari 30 negara di seluruh dunia.

Cara kerja QUIXX Nasal Protection adalah powder yang disemprotkan akan berubah menjadi lapisan gel pelindung di dalam hidung yang dimaksudkan untuk menjebak partikulat berbahaya dari polusi (PM10 hingga PM2,5), alergen (bagi yang alergi rinitis, sinusitis, dll) sehingga efektif untuk memblokir bakteri dan kuman patogen juga virus umum (seperti influenza) ke garis pertahanan tertentu.

Selain berfungsi sebagai pelindung yang terbuat dari bahan alami, QUIXX Nasal Protection juga memiliki beberapa klaim lainnya, yaitu:

  • Tidak menyebabkan kantuk
  • Bekerja cepat dalam 2 menit melindungi hidung
  • Praktis dipakai dan bisa melindungi 6-8 jam
  • Bisa digunakan dalam jangka waktu panjang
  • Teruji klinis

Penggunaan nasal spray seperti QUIXX Nasal Protection saat pandemi seperti sekarang ini pun jadi salah satu upaya pencegahan virus. Pasalnya nasal spray bubuk QUIXX Nasal Protection secara tidak langsung juga menjaga daya tahan tubuh pemakaianya, khususnya mereka yang sebelumnya punya masalah dengan pernapasan seperti penderita alergi atau sinus. QUIXX Nasal Protection direkomendasikan untuk dipakai 3-4 kali sehari dengan waktu pemakaian yang disarankan adalah sebagai berikut:

  • Sebelum memakai masker
  • Saat akan terpapar udara kotor (dalam ruangan)
  • Saat akan ke luar rumah

Walaupun botolnya terlihat mungil, tetapi sebotol QUIXX Nasal Protection yang berisi 800mg ini bisa dipakai hingga 200 kali semprot. Karena botolnya yang mungil pulalah, QUIXX Nasal Protection ini bisa dibawa kemanapun saya pergi dan disemprotkan ke hidung kapan pun saya inginkan.

Pemakaian QUIXX Nasal Protection versi saya biasanya adalah dipakai di pagi hari sekali (setelah bangun tidur atau sebelum keluar ke tukang sayur), sebelum tidur siang (yang mana biasanya Aqsa tidur siang harus pakai AC yang dingin), dan sebelum tidur malam. Jika di sela waktu-waktu tersebut saya harus bepergian dan memakai masker, biasanya saya semprotkan lagi sebagai tambahan perlindungan.

Agar efektif, QUIXX Nasal Protection digunakan sebelum gejala atau alergi dimulai. Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut:

  • Hembuskan nafas agak keras dari hidung
  • Buka tutup dan kocok botol terlebih dahulu sebelum dipakai
  • Sebelum menyemprotkannya ke dalam hidung, ada baiknya coba semprotkan terlebih dahulu di udara untuk mengukur tekanan yang diperlukan sehingga bisa mendapatkan dosis yang ideal. Jika botol terlalu kaku untuk ditekan dengan 1 tangan, bisa pergunakan 2 tangan sekaligus untuk memencetnya.
  • Masukkan ujung botol ke dalam hidung dan semprotkan 1-2 kali ke masing-masing lubang hidung
  • Tarik napas dengan perlahan saat menekan botolnya (jangan tarik napas dalam-dalam)
  • Jika akan menggunakan kembali (re-apply) ada baiknya kotoran hidung dibersihkan terlebih dahulu karena biasanya partikel atau polusi yang tertangkap oleh QUIXX Nasal Protection akan berubah menjadi kotoran hidung

Sebagai perhatian, karena lubang hidung bisa jadi tempat berkumpulnya kotoran dan virus, QUIXX Nasal Protection hanya bisa dipakai untuk 1 orang (tidak bisa bergantian).

Efek setelah menyemprotkan QUIXX Nasal Protection pada setiap orang pun akan berbeda-beda. Pada saya, biasanya efeknya adalah pada semprotan pertama, ingus akan terkumpul di hidung. Biasanya kalau sudah begini, saya buang ingus dan re-apply QUIXX Nasal Protection kembali. Hasilnya nafas memang plong banget hingga berjam-jam.

Karena efek QUIXX Nasal Protection berbeda-beda pada tiap orang, termasuk saya, saya pun punya cara sendiri untuk mengaplikasikan spray hidung ini, yaitu:

  • Semprotkan QUIXX Nasal Protection di kedua lubang hidung
  • Tunggu hingga 2-3 menit, biasanya ingus akan berkumpul
  • Buang ingus dan bersihkan hidung, kemudian re-apply QUIXX Nasal Protection

Kesan pertama yang saya rasakan setelah memakai QUIXX Nasal Protection adalah dingin. Beberapa detik kemudian, sensasi aroma mint mulai tercium. Hidung saya yang sensitif ini kemudian terasa agak gatal bahkan kadang hingga membuat air mata keluar atau malah bersin. Sampai di sini reaksinya wajar kok karena saya nggak terus-menerus bersin. Yang ada justru ingus terkumpul di hidung dan mudah sekali untuk dibuang karena nggak menyebabkan penyumbatan. Setelah ingus dibuang, hidung dibersihkan, dan QUIXX Nasal Protection diaplikasikan kembali hidung dan pernapasan menjadi lega. Efeknya setelah berjam-jam disemprotkan ke lubang hidung adalah biasanya kotoran hidung (upil) bisa jadi lebih banyak dari biasanya. Menurut saya ini juga wajar karena memang kotoran dan partikel yang masuk ke hidung kan memang terkumpul dan akhirnya menjadi upil.

Selain untuk pencegahan, saya juga pernah pakai QUIXX Nasal Protection saat hidung tersumbat dan efeknya di luar dugaan. Ingus yang terdapat pada lubang hidung yang tersumbat segera mencair setelah sekitar 1-2 menit disemprotkan QUIXX Nasal Protection. Setelah disemprot, jangan lupa tetap jaga posisi badan tegak (tidak tiduran) dan rasakan sensasi ingus yang mencair di hidung. Setelah itu, hidung dibersihkan dan seperti halnya pemakaian untuk pencegahan saya pun mengaplikasikan kembali QUIXX Nasal Protection.

So, untuk saat ini QUIXX Nasal Protection jadi sahabat baik saya dalam menghadapi alergi. Saya nggak takut lagi untuk keluar pagi hari atau tidur malam bersama Aqsa bahkan saat hari hujan. Ketika bepergian pun saya merasa menjadi lebih terlindungi karena sudah memakan spray hidung ini sebelum memakai masker. Untuk kalian yang punya masalah pernapasan seperti saya dan sehari-hari terasa nggak nyaman banget karena harus berhadapan sama cuaca, debu, atau polusi, coba dulu aja untuk memakai QUIXX Nasal Protection.

QUIXX Nasal Protection ini pun sudah bisa diperoleh dengan mudah baik di toko-toko online maupun offline dengan harga antara Rp95.000 sampai dengan Rp120.000. QUIXX bisa dibeli secara langsung di berbagai jaringan apotek seluruh Indonesia: Guardian, Century, Viva Health, Kimia Farma, K24, Apotek Roxy. Sementara untuk online, nasal spray ini bisa diperoleh dan di official store Menarini di Shopee, Lazada, Blibli dan Tokopedia.

Last but not least, satu hal yang bisa saya petik setelah memakai nasal spray ini adalah “Ketika situasi menjadi sangat sulit dan banyak hal menjadi tidak bersahabat, bisa bernapas dengan lega adalah salah satu hal yang patut saya (atau kita) syukuri”.

Selamat mencoba dan merasakan sensasi leganya bernapas!

 

 

3 Comments
Previous Post
Next Post