#CeritaIbu: (Akhirnya) Jalan-Jalan ke Scientia Square Park

Akhir-akhir ini saya dan suami lagi suka mengajak Aqsa bermain ke tempat-tempat outdoor. Selain karena meminimalkan gadget sebagai pelarian kalau sudah bingung main apa, main di area outdoor juga memungkinkan Aqsa untuk berinteraksi baik itu dengan alam, sesama makhluk hidup lainnya, ataupun orang lain. Apalagi selama ini Aqsa masih kaku kalau ketemu orang lain atau berada di lingkungan yang banyak orang. Makanya, dengan mengajaknya bermain di tempat main outdoor ibarat sekali mengayuh dua tiga pulau terlampaui, banyak manfaat yang bisa kami ajarkan padanya.

Salah satu lokasi yang akhirnya kami kunjungi adalah Scientia Square Park. Taman bermain ini adalah taman bermain yang populer banget di kawasan Tangerang Selatan. Ibaratnya, orang Tangsel belum kekinian kalau belum kesini, hahaha. Awalnya saya sempat sangsi mau ngapain ke Scientia Square Park karena takutnya Aqsa masih terlalu kecil untuk main di sana. Tapi karena suami keukeuh pengen ke Scientia Square Park akhirnya kami jadikan saja.

Scientia Square Park ini ternyata tempatnya sedikit ‘nyempil’ ya. Patokannya sih Universitas Multimedia Nusantara. Nah, Scientia Square Park ini ada di belakang sekolah Al Azhar dan dalam lingkup Mall SDS (Summarecon Digital Square). Jadi gampang banget untuk menemukannya. Hanya saja, saya nggak tahu kalau naik kendaraan umum ke sini naik rute yang mana karena saya pun ke Scientia Square Park menggunakan kendaraan pribadi.

Sebenarnya ketertarikan saya ke Scientia Square Park bermula dari feed-feed instagram. Klasik sih ya, tapi beneran deh feed instagram teman-teman saya yang sudah ke Scientia Square Park itu lucu-lucu banget. Apalagi yang berfoto di sekitar area Arumdalu Farm dengan dua bangunan ikonik kafenya dan bunga-bunga matahari yang bermekaran. Emang nih social media racun banget.

Baca Juga:   Dilarang Baper di Social Media?

Sebelumnya saya masih ogah-ogahan ke buat ke Scientia Square Park karena weekend. Weekend means harga tiketnya lebih mahal. Harga tiket di Scientia Square Park pas weekdays sama weekend ternyata jauh banget lho, dua kali lipatnya. Lumayan juga kan? Tapi ternyata suami bilang nggak masalah. Jadi aja ya udah lah cuss.

Pas mau masuk, ternyata kami hanya dikenakan tiket untuk 2 orang. Anak seusia Aqsa nggak bayar tiket masuk, yess!! Tiketnya berupa kertas yang dijadikan gelang dan kita bisa keluar masuk Scientia Square Park dalam sehari selagi masih pakai gelang tersebut. Harga 75.000 itu juga sudah termasuk kupon-kupon diskon untuk beli makanan, minuman, dan juga pernak-pernik di pertokoan sekitar Scientia Square Park. Oh ya, FYI, tempat ini jam bukanya panjang yaitu dari jam 07.00 hingga 20.00. Jadi kalau mau seharial pol di sana bisa-bisa saja asal nggak bosan.

Niat awalnya saya ke Scientia Square Park selain buat bawa Aqsa main ke area outdoor adalah ganti suasana makan di area baru. Soalnya pas saat itu Aqsa memang sudah menandakan gejala-gejala GTM, jadilah saya sama ayahnya bawa dia ke sana biar dia mau makan. Tapi kenyataannya nggak berhasil-berhasil amat. Untungnya saya terhibur sama suasana di Scientia Square Park.

Baca Juga:   #CeritaIbu: GTM, Drama Panjang Banyak Babak

Begitu masuk, Aqsa sudah excited banget sama binatang-binatang yang ada di sana. Paling pertama adalah kura-kura yang letaknya di dekat pintu masuk. Ini adalah kali pertama dia melihat kura-kura. Selanjutnya, kami menuju ke tempat-tempat duduk di dekat kolam renang anak buat menyuapi dia.

Awalnya, dia sempat enggan buat mengeksplor tempat yang ada di situ karena ya Aqsa itu tipikal anak yang canggung di tempat umum. Tapi lama-lama dia mau juga buat jalan-jalan sambil lari-larian. Namun, saking gembiranya dia mengeksplor di sekitar situ sampai-sampai dia nekat mau masuk ke kolam ikan karena karena penasaran sama ikan-ikan. Ketika sudah agak ‘nekat’ mengeksplor area situ dan progress makan nggak banyak alias ogah-ogahan makan, akhirnya kami memutuskan pindah tempat saja.

Selanjutnya, kami menuju ke area peternakan dan perkebunan karena mood Aqsa makan lagi nggak bagus. Ini memang awal-awal dia GTM untuk entahlah babak ke berapa. Di titik ini saya udah hampir putus asa nyuapin dia, jadi daripada emosi jiwa mendingan saya pindah lokasi saja. Di sini Aqsa sudah agak santai menghadapi dirinya di tempat umum. Dia sudah nggak nempel mulu dengan ayah ibunya, sudah mau jalan dan lari-larian sendiri. Tapi tetap ya harus diawasi karena dia kalau lihat kolam yang ada ikannya bernafsu buat masuk, haha.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Pengalaman Pertama Membawa Anak ke Pantai

 

Tempat pertama yang kami singgahi adalah Kandang Kelinci. Hari itu untungnya sepi sehingga pas masuk ke dalam kandang hanya ada kami bertiga. Awalnya saya sangsi Aqsa berani buat berinteraksi sama kelinci di kandangnya mengingat waktu masuk ke Scientia Square Park saja sudah mengkerut duluan, tapi ternyata saya salah. Dia malah senang banget sama kelinci. Mungkin dia pikir ini hampir sama dengan kucing.

Yep, dia juga suka banget sama kucing. Pas ada di kandang, dia hampiri kelinci-kelinci itu. Pertama-tama memang dia kesenengan, kemudian si kelinci dielus-elus sambil tersenyum. Lama-lama dia berani pegang dan akhirnya diangkat, donk! Ini tuh beneran diangkat sama dia tanpa ada ekspresi takut, malah kesenengan. Saya dan ayahnya malah yang kaget.

Karena lama-lama anaknya gemas dengan kelinci, maka kami sudahi saja di Kandang Kelinci. Kami keluar dan cuci tangan lalu masuk ke Metamorphosis Butterfly Farm. Masuk ke situ saya harap menemukan banyak jenis kupu-kupu seperti yang pernah saya lihat di Eco Green Park, Batu, Malang dan bisa memperlihatkannya sama Aqsa. Tapi ternyata zonk donk. Hampir nggak ada kupu-kupu di sini. Ada satu atau dua palingan tapi saya nggak lihat sama sekali soal metamorfosis kupu-kupu ini.

Baca Juga:   Kampoeng Etnik Kebumen, Wisata Kekinian di Tengah Perumahan

Karena zonk, saya keluar saja. Duduk-duduk di tepi kolam sambil lanjut nyuapin dia, lumayan dapat 1-2 suapan sambil mengistirahatkan kaki. Setelah itu, kami tertarik ke tanah lapang di sebelah Arumdalu Cafe karena ada kerbau yang sedang merumput di situ. Kami bawa Aqsa ke situ dengan harapan dia excited karena ini kali pertama dia melihat kerbau dari jarak dekat. Ternyata, anaknya justru nggak excited, tidak segembira saat melihat kelinci. Yang ada, justru saya dan ayahnya yang senang dan mau foto-foto. Aqsa malah mainan batu di dekat tempat duduk.

Selesai dari melihat kerbau, kami geser sedikit ke Arumdalu Cafe. Ini salah satu tempat ikonik dan instagramable yang sering ada di instagram banyak orang. Apalagi ada yang berfoto dari dalam cafe saat di depannya sedang mekar bunga-bunga matahari. Sayangnya, pas saya kesana lagi zonk. Nggak ada bunga-bunga matahari, adanya justru sayur-sayuran seperti selada. Tapi tetap oke juga kok buat foto, yah meski lagi-lagi Aqsa tetap tertarik sama bebatuan di situ, hahaha.

Pas hari sudah semakin sore, kami juga lelah, akhirnya memutuskan untuk goler-goler di bean bag yang tersedia di tanah lapang dekat amphiteater. Enak banget ternyata golar-goler di sini sambil menikmati area ruang terbuka hijau. Pas di sini, saya sama suami juga diskusi jadi mau ngajakin Aqsa berenang atau nggak karena anaknya dari pertama lihat waterpark udah senang banget tapi kaminya nggak bawa peralatan berenang walaupun ada baju ganti. Setelah kami pikir-pikir sambil rebahan, akhirnya kami putuskan nggak usah berenang dulu aja deh.

Sekitar pukul 17.00 kami akhirnya mengakhiri petualangan di Scientia Square Park. Sebelum benar-benar pulang, kami menyempatkan diri buat duduk-duduk sejenak di halaman Mall SDS yang berisi kursi-kursi dan dikelilingi beberapa tempat makan sambil saya pesan Shilin. Selain itu, di spot ini pengunjung juga bisa berfoto, sekadar duduk santai, atau bahkan mengajak anak melihat kolam ikan.

Itu dia pengalaman saya dan keluarga ke Scientia Square Park beberapa waktu yang lalu. So far, saya sih suka banget dan pengen kesini lagi kapan-kapan setelah beberapa perbaikan selesai (beberapa arena di dalam SSP sedang direnovasi jadi ditutup untuk umum) sambil bawa peralatan berenang Aqsa.

Buat yang pengen ke Scientia Square Park, saya ada sedikit tipsnya nih:

  • Datang lebih pagi agar puas berkeliling dan tidak terlalu panas
  • Bawa baju ganti (khususnya anak-anak) buat jaga-jaga kalau ingin berenang karena ada mini waterpark di dalamnya
  • Pakai sunblock atau pakai topi saat cuaca sangat terik
  • Jangan lupa bawa payung atau jas hujan portable di musim hujan karena sebagian besar tempat di sini adalah ruangan terbuka
  • Buat yang pengen irit, bisa datang saat hari kerja karena harga tiket jauh lebih murah
  • Bawa kamera untuk berfoto sepuasnya karena banyak spot foto bagus di sini
  • Pakai alas kaki dan baju yang nyaman untuk berkeliling di area outdoor
  • Bawa cemilan dan minum secukupnya karena di dalam Scientia Square Park hanya sedikit yang menjual makanan dan minuman. Tapi kalaupun nggak bawa jangan khawatir, bisa keluar sebentar ke Mall SDS lalu masuk lagi selama gelang tanda masuk belum dicopot
  • Jangan lupa cuci tangan setelah memegang beberapa hewan yang ada di sini, di beberapa sudut sudah dipersiapkan keran air dan tempat cuci tangan

Itu dia pengalaman saya sekeluarga dan beberapa tips yang bisa saya kasih saat mengunjungi Scientia Square Park di Serpong. Siapa tahu berguna ya buat yang dalam waktu dekat ini akan berkunjung ke sana.

 

 

 

3 Comments
Previous Post
Next Post
Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak
Rekomendasi

Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak