Posts Tagged ‘nusantara sehat’

#TigaHariDiBatam: Fakta-Fakta Seputar HIV/AIDS di Kota Batam

#TigaHariDiBatam: Fakta-Fakta Seputar HIV/AIDS di Kota Batam

Sebagai kota dengan pelabuhan yang menjadi lalu lintas perdagangan internasional, Batam memang memiliki potensi untuk menjadi kota yang maju dan modern. Berbagai fasilitas membuat Batam tumbuh layaknya kota metropolitan. Belum lagi kemudahan akses dari Batam-Singapura pulang pergi membuat banyak orang mudah untuk keluar masuk Batam. Tapi sayangnya, menjadi kota niaga dan industri juga memberikan dampak tersendiri. Salah satunya adalah munculnya berbagai masalah sosial yang tidak bisa dianggap sepele.

Continue Reading
17 Comments

#3HariDiBatam: Batam dan Permasalahan Kesehatan di Dalamnya

#3HariDiBatam: Batam dan Permasalahan Kesehatan di Dalamnya

Apa yang dibayangkan ketika mendengar nama “Batam”? Pasti banyak yang terpikir tentang handphone murah, tas branded KW, parfum, Jembatan Barelang, atau seafood. Semuanya tidak salah. Batam memang terkenal dengan beberapa benda yang disebutkan sebelumnya. Apalagi Batam yang letaknya memang sangat strategis, kepulauan yang berada di jalur pelayaran internasional.

Continue Reading
9 Comments

#3HaridiBatam: Menilik Para Pejuang Kesehatan di Belakang Padang

#3HaridiBatam: Menilik Para Pejuang Kesehatan di Belakang Padang

Tubuhnya kecil tapi matanya berbinar-binar dan penuh semangat ketika menceritakan keberhasilan menangani anak gizi kurang di wilayah dinasnya. Dialah Jemrish Mikhael Atadena, salah satu Tim Nusantara Sehat (NS) yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Belakang Padang. Jemrish bertugas sebagai ahli gizi disana. Maka tak heran, ia kerap berkeliling dan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi dan makanan sehat.

Continue Reading
25 Comments

Jika Saya Tim Nusantara Sehat: Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

Jika Saya Tim Nusantara Sehat: Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

Tahun 2008 saya Kuliah Kerja Nyata di sebuah desa bernama Cisarua, di Kabupaten Purwakarta dan disana saya mendapati pelayanan kesehatan yang masih minim. Penduduk salah satu dusun, yaitu Dusun Kiara Lawang harus berjalan sekitar sembilan kilometer melewati perbukitan dan perkebunan karet untuk menuju ke Puskesmas. Ditambah lagi bidan desa yang masih hitungan jari membuat kaum ibu yang akan melahirkan harus memakai jasa paraji atau dukun bayi untuk membantu proses melahirkan. Lalu saat kami para mahasiswa KKN akan mengadakan program sikat gigi massal di sebuah sekolah, anak-anak SD yang ikut membawa sikat gigi mereka yang notabene sikat gigi dewasa. Kondisi bulu sikat pun sudah melebar kemana-mana dan dikhawatirkan melukai mulut-mulut mungil mereka saat menyikat gigi.

Continue Reading
21 Comments